Pasar Mobil Terjun Bebas, Industri Gantungkan Asa pada GIIAS 2025
Rabu, 09 Juli 2025 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
"Bulan depan (Juli) ditopang oleh yang namanya GIIAS, kita harapkan market domestik bisa akan membaik," kata Nangoi di Jakarta. Pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara itu kini bukan lagi sekadar ajang pamer teknologi, melainkan sebuah pertaruhan besar untuk membangkitkan kembali gairah pasar yang sekarat.
Nangoi menegaskan, pertaruhannya sangat tinggi. "Saya harus menyikapi dengan sangat hati-hati sekali. Karena industri otomotif merupakan barometer kesuksesan ekonomi suatu negara, terutama negara besar seperti Indonesia," ujarnya. Anjloknya penjualan mobil adalah cerminan dari kesehatan ekonomi nasional yang lebih luas.
Untuk itu, Gaikindo tak tinggal diam. Diskusi intensif dengan pemerintah terus dilakukan untuk mencari jalan keluar. Sebuah "terobosan" kini menjadi kata kunci yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pelaku industri.
"Kami juga sudah berdiskusi dengan pemerintah untuk mencari terobosan-terobosan baru. Terobosan seperti apa, apakah insentif baru atau revolusi dalam bidang perpajakan, dan segala macam, nanti kita akan lihat sama-sama," tutur Nangoi, memberi sinyal bahwa langkah drastis mungkin akan segera diambil.
Nangoi menegaskan, pertaruhannya sangat tinggi. "Saya harus menyikapi dengan sangat hati-hati sekali. Karena industri otomotif merupakan barometer kesuksesan ekonomi suatu negara, terutama negara besar seperti Indonesia," ujarnya. Anjloknya penjualan mobil adalah cerminan dari kesehatan ekonomi nasional yang lebih luas.
Untuk itu, Gaikindo tak tinggal diam. Diskusi intensif dengan pemerintah terus dilakukan untuk mencari jalan keluar. Sebuah "terobosan" kini menjadi kata kunci yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pelaku industri.
"Kami juga sudah berdiskusi dengan pemerintah untuk mencari terobosan-terobosan baru. Terobosan seperti apa, apakah insentif baru atau revolusi dalam bidang perpajakan, dan segala macam, nanti kita akan lihat sama-sama," tutur Nangoi, memberi sinyal bahwa langkah drastis mungkin akan segera diambil.
Anomali Premium di Tengah Badai
Ironisnya, di tengah pasar massal yang berdarah-darah, sebuah fenomena kontras terjadi di segmen premium. Denza, merek patungan BYD dan Mercedes-Benz, melakukan gebrakan fenomenal. Dengan hanya satu model, MPV mewah Denza D9 seharga Rp950 juta, mereka sukses menjual 1.768 unit, melesat ke posisi 10 besar dan menjadi merek premium terlaris.Lihat Juga :