Nissan Pusing, Leaf Facelift Bermasalah sebelum Diluncurkan
Kamis, 10 Juli 2025 - 21:03 WIB
loading...
NISSAN LEAF FACELIFT. FOTO/ NMI
A
A
A
TOKYO - Nissan menghadapi tantangan awal dalam upayanya meluncurkan model Leaf generasi ketiga, meskipun belum tersedia di ruang pamer.
BACA JUGA -Nissan Goda Konsumen dengan Sedikit Penampakan Nissan Terra Baru
Salah satu faktor yang memicu kekhawatiran adalah penghentian insentif kendaraan energi baru oleh pemerintah AS, yang sebelumnya memungkinkan pembeli menghemat hingga USd7.500 (sekitar Rp114.000).
Dengan berakhirnya insentif yang ditetapkan pada 30 September, harga kendaraan listrik diperkirakan akan naik sementara permintaan diperkirakan akan menurun.
Namun, keputusan Nissan untuk membatasi produksi Leaf baru bukan semata-mata karena masalah insentif.
Laporan dari Jepang menunjukkan bahwa perusahaan sedang menyesuaikan rencana produksi menyusul pembatasan ekspor unsur tanah jarang oleh Tiongkok.
Menurut kantor berita Kyodo, langkah Beijing telah menyebabkan kekurangan komponen, meskipun detailnya masih belum jelas.
Elemen tanah jarang merupakan material penting di banyak sektor, termasuk otomotif, dan pembatasan ini juga berdampak pada produsen lain seperti Ford dan Suzuki. Pemasok komponen juga kesulitan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan industri.
Asosiasi Pemasok Otomotif Eropa baru-baru ini memperingatkan bahwa rantai pasokan menghadapi gangguan besar akibat pembatasan ekspor dari Tiongkok, yang berdampak pada kendaraan bermesin pembakaran internal dan kendaraan listrik.
Krisis ini tidak hanya mengancam kelangsungan produksi kendaraan, tetapi juga berdampak pada ribuan lapangan kerja di seluruh Uni Eropa.
Leaf generasi baru, yang diperkenalkan bulan lalu, menampilkan desain bergaya crossover dan kabin berteknologi tinggi.
Model ini diperkirakan akan hadir di pasar AS pada musim gugur tahun ini, dan akan ditawarkan dalam dua pilihan mesin: varian dasar dengan baterai 52kWh yang dipasangkan dengan motor listrik 174hp, dan varian lain dengan baterai 75kWh dan motor 215hp.
Namun, dengan tantangan geopolitik dan kebijakan lokal yang membayangi peluncurannya, masa depan model tersebut tampak lebih sulit dari yang diharapkan
BACA JUGA -Nissan Goda Konsumen dengan Sedikit Penampakan Nissan Terra Baru
Salah satu faktor yang memicu kekhawatiran adalah penghentian insentif kendaraan energi baru oleh pemerintah AS, yang sebelumnya memungkinkan pembeli menghemat hingga USd7.500 (sekitar Rp114.000).
Dengan berakhirnya insentif yang ditetapkan pada 30 September, harga kendaraan listrik diperkirakan akan naik sementara permintaan diperkirakan akan menurun.
Namun, keputusan Nissan untuk membatasi produksi Leaf baru bukan semata-mata karena masalah insentif.
Laporan dari Jepang menunjukkan bahwa perusahaan sedang menyesuaikan rencana produksi menyusul pembatasan ekspor unsur tanah jarang oleh Tiongkok.
Menurut kantor berita Kyodo, langkah Beijing telah menyebabkan kekurangan komponen, meskipun detailnya masih belum jelas.
Elemen tanah jarang merupakan material penting di banyak sektor, termasuk otomotif, dan pembatasan ini juga berdampak pada produsen lain seperti Ford dan Suzuki. Pemasok komponen juga kesulitan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan industri.
Asosiasi Pemasok Otomotif Eropa baru-baru ini memperingatkan bahwa rantai pasokan menghadapi gangguan besar akibat pembatasan ekspor dari Tiongkok, yang berdampak pada kendaraan bermesin pembakaran internal dan kendaraan listrik.
Krisis ini tidak hanya mengancam kelangsungan produksi kendaraan, tetapi juga berdampak pada ribuan lapangan kerja di seluruh Uni Eropa.
Leaf generasi baru, yang diperkenalkan bulan lalu, menampilkan desain bergaya crossover dan kabin berteknologi tinggi.
Model ini diperkirakan akan hadir di pasar AS pada musim gugur tahun ini, dan akan ditawarkan dalam dua pilihan mesin: varian dasar dengan baterai 52kWh yang dipasangkan dengan motor listrik 174hp, dan varian lain dengan baterai 75kWh dan motor 215hp.
Namun, dengan tantangan geopolitik dan kebijakan lokal yang membayangi peluncurannya, masa depan model tersebut tampak lebih sulit dari yang diharapkan
(wbs)
Lihat Juga :