Mengapa Terjadi Perang Harga Mobil besar-besar di China?

Sabtu, 12 Juli 2025 - 22:38 WIB
loading...
A A A

Perang Harga Sampai Titik Darah Penghabisan

Kelebihan pasokan ini memicu perang harga yang tak terhindarkan. Dimulai pada 2023, para produsen saling banting harga secara agresif untuk merebut pangsa pasar yang tersisa. Akibatnya, "kesehatan" finansial mereka terkuras habis.

Data dari LSEG untuk 33 produsen mobil China menunjukkan tren mengerikan. Margin keuntungan bersih rata-rata di sektor ini anjlok dari 2,7% pada 2019 menjadi hanya 0,83% pada 2024. Total utang mereka meroket 56% dalam periode yang sama, mencapai 959 miliar yuan (sekitar Rp2.155 triliun).

Lebih parah lagi, mereka mulai "menjadikan pemasok sebagai bankir". Waktu rata-rata yang dibutuhkan produsen mobil untuk membayar tagihan ke pemasok mereka membengkak dari 99 hari menjadi 108 hari.

"Ini pada dasarnya menghentikan praktik produsen mobil yang mengubah pemasok mereka menjadi bankir," ujar Joerg Wuttke, seorang partner di DGA-Albright Stonebridge Group, mengomentari regulasi baru pemerintah yang memaksa pembayaran dalam 60 hari.

Nasib Para Raksasa: Siapa Bertahan, Siapa Terkapar?

Di tengah badai ini, nasib para pemain utama sangat kontras:

1. BYD, sang raja mobil listrik, secara ajaib berhasil meningkatkan margin keuntungannya menjadi 5,4%. Namun, di balik kesuksesan itu, mereka juga memperpanjang waktu pembayaran ke pemasoknya menjadi 127 hari.

2. Geely Automobile merasakan tekanan hebat, dengan periode pembayaran ke pemasok membengkak hingga 193 hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
Mobil Listrik TikTok...
Mobil Listrik TikTok Siap Meluncur Tahun Ini, ByteDance Siapkan Kejutan
Honda Kaget, Volkswagen...
Honda Kaget, Volkswagen Belajar: China Kini Jadi Guru Industri Mobil Dunia
Israel Tarik 700 Kendaraan...
Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
10 Perusahaan Mobil...
10 Perusahaan Mobil Terbesar di Dunia, Pendapatannya Tembus Rp5.179 Triliun
Rekomendasi
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Berita Terkini
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Hadir di PRJ 2026, Jajaran...
Hadir di PRJ 2026, Jajaran Motor Listrik Yadea Siap Tebar Pesona
Vespa Sprint, Primavera,...
Vespa Sprint, Primavera, dan Liberty Ditarik Kembali Masalah Lampu Depan
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved