Demi Amankan Pasar AS, Honda Siap Bergabung dengan Nissan?

Senin, 14 Juli 2025 - 20:28 WIB
loading...
Demi Amankan Pasar AS,...
Honda Siap Bergabung dengan Nissan. FOTO/ DOK SindoNews
A A A
NEW YORK - Nissan dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali kapasitas produksinya yang terbengkalai di Amerika Serikat melalui kemungkinan kemitraan strategis dengan Honda.

BACA JUGA - Honda Pamerkan Teaser All New Honda Civic Hatchback

Laporan industri terbaru menunjukkan bahwa Nissan sedang dalam pembicaraan untuk memproduksi truk pikap untuk Honda, dengan pabrik Nissan di Canton, Mississippi muncul sebagai lokasi utama yang potensial untuk proyek tersebut.

Jika kesepakatan ini terwujud, hal ini dapat menandai perubahan haluan yang signifikan bagi operasi Nissan di Amerika Utara, yang sebelumnya mengalami kontraksi signifikan setelah mengalami kerugian finansial yang besar.

Perusahaan baru-baru ini membukukan kerugian bersih sebesar USD4,5 miliar pada tahun fiskal terakhirnya, yang mendorongnya untuk menilai kembali kapasitas manufakturnya dan berencana untuk mengurangi produksi di masa mendatang di wilayah tersebut.

Pembicaraan tentang kolaborasi antara kedua raksasa otomotif Jepang ini tidaklah mengejutkan. Awal tahun ini, rumor tentang kemungkinan merger antara Honda dan Nissan memicu spekulasi yang intens di industri ini.

Kedua perusahaan juga dikabarkan terbuka untuk berbagi sumber daya guna menyukseskan berbagai usaha patungan.

Salah satu usulan yang muncul adalah adopsi platform body-on-frame milik Nissan oleh Honda untuk memungkinkan perusahaan memperluas kehadirannya di pasar truk pikap AS yang sangat kompetitif.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Supercar Lamborghini...
Supercar Lamborghini Revuelto Impavido Terinspirasi dari Samurai
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Rekomendasi
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved