Janji Manis Lepas di GIIAS 2025: Pamer 3 Mobil, tapi Kapan Bisa Dibeli? Harga Masih Misteri!
Kamis, 31 Juli 2025 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Langkah ini terasa ganjil di tengah panasnya persaingan GIIAS, sebuah ajang yang identik dengan penjualan dan promo besar-besaran. Lepas justru memilih untuk "menjual janji", membangun ekspektasi untuk produk yang realisasinya masih berbulan-bulan lagi.
Strategi 'Tunggu dan Lihat' yang Membingungkan
Ketidakpastian tidak berhenti pada jadwal peluncuran. Saat dikonfirmasi, strategi produk Lepas pun terdengar ragu-ragu. "Untuk Lepas L8 kami akan meluncurkan tipe PHEV (Plug-in Hybrid), namun untuk BEV (Battery Electric Vehicle) dan ICE (Internal Combustion Engine) akan melihat perkembangan kondisi pasar Indonesia. Jadi memang perlu waktu lebih panjang untuk mempersiapkannya,” ujar Zeng Shuo, Presiden Direktur PT Chery Sales Indonesia.
Pernyataan "melihat perkembangan kondisi pasar" ini bisa diartikan sebagai strategi yang fleksibel, namun di sisi lain juga bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Lepas belum memiliki peta jalan yang pasti untuk Indonesia.
Di tengah gempuran merek-merek lain yang datang dengan strategi produk yang tegas, pendekatan "tunggu dan lihat" ini bisa menjadi sebuah pertaruhan yang berisiko.
Strategi 'Tunggu dan Lihat' yang Membingungkan
![Janji Manis Lepas di GIIAS 2025: Pamer 3 Mobil, tapi Kapan Bisa Dibeli? Harga Masih Misteri!]()
Ketidakpastian tidak berhenti pada jadwal peluncuran. Saat dikonfirmasi, strategi produk Lepas pun terdengar ragu-ragu. "Untuk Lepas L8 kami akan meluncurkan tipe PHEV (Plug-in Hybrid), namun untuk BEV (Battery Electric Vehicle) dan ICE (Internal Combustion Engine) akan melihat perkembangan kondisi pasar Indonesia. Jadi memang perlu waktu lebih panjang untuk mempersiapkannya,” ujar Zeng Shuo, Presiden Direktur PT Chery Sales Indonesia.
Pernyataan "melihat perkembangan kondisi pasar" ini bisa diartikan sebagai strategi yang fleksibel, namun di sisi lain juga bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Lepas belum memiliki peta jalan yang pasti untuk Indonesia.
Di tengah gempuran merek-merek lain yang datang dengan strategi produk yang tegas, pendekatan "tunggu dan lihat" ini bisa menjadi sebuah pertaruhan yang berisiko.
Jaringan Dealer Premium yang Masih di Atas Kertas
Janji manis lainnya adalah pembangunan 15 hingga 20 dealer premium berskala besar di ibu kota provinsi. Ini adalah sebuah komitmen layanan purna jual yang luar biasa, jika terwujud. Masalahnya, hingga saat ini, semua itu masih di atas kertas.Lihat Juga :