Perang Harga Mobil Listrik Rp200 Jutaan Tak Goyahkan LCGC, Bos Honda: Pembeli Pertama Cari Ketenangan, Bukan Cuma Murah

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 11:12 WIB
loading...
Perang Harga Mobil Listrik...
Honda optimistis bahwa pasar Brio tidak goyah kendati ada mobil listrik dengan harga setara LCGC. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
A A A
ICE BSD - Panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 tengah diguncang oleh "perang harga" mobil listrik murah dari para merek penantang baru. Dengan banderol yang kini menembus di bawah Rp200 jutaan, muncul sebuah pertanyaan besar: apakah ini akhir dari era mobil terjangkau konvensional atau Low Cost Green Car (LCGC)?

Menjawab guncangan ini, PT Honda Prospect Motor (HPM), sebagai "raja" di segmen LCGC melalui Honda Brio, justru tampil dengan sangat tenang dan percaya diri.

Menurut mereka, "tsunami" mobil listrik murah ini tidak akan dengan mudah menumbangkan takhta LCGC. Alasannya sederhana: pembeli mobil pertama di Indonesia memiliki pola pikir yang berbeda.

Dua Dunia Pembeli Pertama

Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, mengakui bahwa kehadiran mobil listrik dengan harga sangat miring memang menarik. Namun, ia menegaskan bahwa target pasarnya berbeda.

"Ya, itu menarik ya (mobil listrik murah). Tapi itu menarik bagi orang yang memang mencari mobil listrik murah. Tapi belum tentu untuk segmen orang yang first time buyer," kata Billy di arena GIIAS 2025.

Menurutnya, ada dua dunia yang berbeda. Ada segmen pembeli yang memang sudah mengincar mobil listrik dan mencari harga termurah.

Namun, ada segmen yang jauh lebih besar: para pembeli mobil pertama yang baru beralih dari sepeda motor. Dan bagi mereka, ada satu hal yang jauh lebih penting daripada sekadar harga murah.

'Ketenangan Pikiran', Mantra Sakti Pembeli Brio

Inilah "mantra sakti" yang membuat segmen LCGC tetap kokoh. Menurut Billy, prioritas utama seorang pembeli mobil pertama adalah peace of mind atau ketenangan pikiran.

"First time buyer itu biasanya ingin mencari peace of mind ya. Jadi ketenangan. Konsumen biasanya beli, dia pakai, dia rawat, sampai dijual kembali itu mudah semuanya," ujarnya.

Ketenangan ini terwujud dalam tiga pilar utama yang telah dibangun oleh merek-merek seperti Honda selama puluhan tahun:

Jaringan Servis Luas: Kemudahan menemukan bengkel resmi di seluruh pelosok negeri.

Suku Cadang Terjangkau: Jaminan ketersediaan suku cadang yang mudah didapat dan tidak mencekik kantong.

Harga Jual Kembali yang Tinggi: Ini adalah faktor krusial. Konsumen merasa aman karena tahu nilai investasi mereka tidak akan anjlok drastis saat mobil dijual kembali.

Ketiga pilar inilah yang menjadi "benteng pertahanan" kokoh bagi LCGC, yang belum bisa ditandingi oleh para pemain mobil listrik baru.

Keunggulan EV yang Tak Merata

Billy juga secara objektif melihat bahwa keuntungan utama mobil listrik, seperti bebas dari aturan ganjil-genap, sebagian besar hanya dirasakan oleh penduduk Jakarta.

"Itu mungkin terpengaruh untuk yang di Jakarta. Tapi di daerah tetap optimistis, enggak bakal mengganggu pasar LCGC. Sekali lagi, first time buyer seperti konsumen Brio itu lebih banyak pertimbangannya," ucapnya.

Pada akhirnya, Honda melihat bahwa pasar otomotif Indonesia kini menjadi semakin kaya pilihan. Serbuan mobil listrik murah adalah sebuah fenomena positif yang memberikan opsi baru. Namun, bagi jutaan keluarga Indonesia yang baru memulai mimpi memiliki mobil, ketenangan pikiran yang ditawarkan oleh sebuah LCGC dari merek terpercaya masih menjadi pilihan yang paling logis dan menenangkanhati.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Brio Masih Tak Terkalahkan:...
Brio Masih Tak Terkalahkan: Borong Gelar IIMS 2026 dan Puncaki Penjualan Nasional
Brio Satya S CVT Meluncur...
Brio Satya S CVT Meluncur Tanpa Seremoni, Solusi Mobil Matic Honda Paling Terjangkau
Saat LCGC Ditinggalkan,...
Saat LCGC Ditinggalkan, Mobil Listrik Rp199 Juta Justru Jadi Primadona Baru
Kiamat Kecil Mobil Murah:...
Kiamat Kecil Mobil Murah: Penjualan LCGC Terjun Bebas 34 Persen, Sinyal Bahaya Ekonomi RI
BAIC Indonesia Ramaikan...
BAIC Indonesia Ramaikan GIIAS Makassar, Tawarkan Beragam Promosi Menarik
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Astra Financial Talk:...
Astra Financial Talk: Bank Saqu dan Yayasan Astra Dorong Digitalisasi Keuangan UMKM dan Solopreneur
Pengunjung Membludak...
Pengunjung Membludak di GIIAS 2025, Mobil Listrik Jadi Primadona
Rekomendasi
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Berita Terkini
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Infografis
CityBug, Mobil Listrik...
CityBug, Mobil Listrik Murah China Seharga Rp200 Jutaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved