Kabar Buruk! Takhta Raja Otomotif ASEAN Direbut Malaysia, Indonesia Resmi Lengser!
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Dukungan dari raksasa otomotif seperti Daihatsu (anak perusahaan Toyota) dan Geely (pemegang 49,9% saham Proton) semakin memperkokoh posisi kedua merek tersebut.
Selain itu, pasar Malaysia juga didorong oleh ledakan popularitas electric vehicles (EV) dan mobil hibrida.
Penjualan EV di negara tersebut melonjak 91% dari tahun ke tahun, mencapai 12.733 unit, sementara penjualan mobil hibrida tumbuh 12% menjadi 17.480 unit pada semester pertama 2025.
Para ekonom dari Bank Danamon menyatakan bahwa penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya daya beli kelas menengah dan pengetatan syarat kredit konsumen.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pun mengonfirmasi adanya kontraksi signifikan pada populasi kelas menengah, yang turun dari 21,4% pada tahun 2019 menjadi hanya 17,1% pada tahun 2024.
Selain itu, pasar Malaysia juga didorong oleh ledakan popularitas electric vehicles (EV) dan mobil hibrida.
Penjualan EV di negara tersebut melonjak 91% dari tahun ke tahun, mencapai 12.733 unit, sementara penjualan mobil hibrida tumbuh 12% menjadi 17.480 unit pada semester pertama 2025.
Tekanan Ekonomi dan Melemahnya Daya Beli di Indonesia
Di sisi lain, Indonesia justru menghadapi tekanan ekonomi yang berdampak langsung pada sektor otomotifnya. Penjualan mobil pada bulan Juni anjlok 21%, sebuah penurunan signifikan pertama sejak Maret 2024, yang menyebabkan total penjualan pada kuartal kedua merosot 12%.Para ekonom dari Bank Danamon menyatakan bahwa penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya daya beli kelas menengah dan pengetatan syarat kredit konsumen.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pun mengonfirmasi adanya kontraksi signifikan pada populasi kelas menengah, yang turun dari 21,4% pada tahun 2019 menjadi hanya 17,1% pada tahun 2024.
Lihat Juga :