China Serbu Dunia, 74% Investasi EV Ternyata untuk Pabrik Baterai, Indonesia Kebagian Rp4,7 Triliun!

Rabu, 20 Agustus 2025 - 08:32 WIB
loading...
China Serbu Dunia, 74%...
Investasi manufaktur di sektor EV di dalam China sendiri anjlok drastis, berganti ke luar negeri. Foto: BYD
A A A
CHINA - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, raksasa-raksasa mobil listrik (EV) China kini lebih memilih menghamburkan uang untuk membangun pabrik di luar negeri ketimbang di tanah kelahiran mereka sendiri. Ini adalah gelombang eksodus besar-besaran yang didorong oleh persaingan brutal di dalam negeri dan tembok tarif yang menjulang tinggi di pasar internasional.

Laporan terbaru dari firma riset asal Amerika Serikat, Rhodium Group, yang dirilis Senin (18/8/2025), mengungkap data yang mengejutkan. Investasi manufaktur di sektor EV di dalam China sendiri anjlok secara dramatis.

Dari puncaknya yang pernah mencapai lebih dari Rp1.440 triliun (sekitar USD90 miliar) pada tahun 2022, angka itu terjun bebas menjadi hanya Rp240 triliun (USD15 miliar) pada tahun 2024.

Untuk pertama kalinya, nilai investasi yang mereka gelontorkan ke luar negeri "sedikit melampaui" angka domestik yang lesu itu. Ini adalah sinyal kuat bahwa para raksasa seperti BYD dan Great Wall Motor (GWM) sedang memutar strategi untuk bertahan hidup dan menaklukkan dunia.

'Kabur' dari Perang Berdarah di Kandang Sendiri

Langkah dramatis ini bukanlah tanpa alasan. Pasar mobil listrik di China telah berubah menjadi arena 'perang berdarah'. Puluhan merek saling banting harga, menekan margin keuntungan hingga titik terendah demi merebut secuil pangsa pasar. Di saat yang sama, negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat mulai membangun benteng tarif yang tinggi untuk menghalau serbuan mobil murah dari China.

Satu-satunya jalan keluar adalah dengan membangun basis produksi langsung di pasar tujuan. "Tekanan regulasi yang meningkat di pasar seperti Uni Eropa menaikkan rintangan masuk dan akan mendorong lebih banyak perusahaan China untuk mendirikan operasi manufaktur lokal," tulis laporan Rhodium Group.

Gelombang investasi ini menyebar ke seluruh dunia. Di Sao Paulo, Brazil, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva secara pribadi meresmikan pabrik baru GWM pada 15 Agustus lalu. Sebulan sebelumnya, rival abadinya, BYD, juga sudah memulai produksi di pabrik pertamanya di Brazil. Di Indonesia, perusahaan material baterai China, GEM, bahkan berkomitmen menanamkan dana investasi sebesar Rp 4,7 triliun (USD293 juta) untuk memperluas fasilitas produksinya.

Kritik Pedas: Janji Manis yang Berisiko Gagal

Namun, di balik narasi ekspansi yang megah ini, Rhodium Group memberikan sebuah kritik dan peringatan yang tajam. Angka-angka investasi triliunan rupiah ini mungkin tak lebih dari sekadar janji manis di atas kertas.

Laporan tersebut mengungkap fakta yang mencemaskan: hanya 25% dari semua rencana pabrik di luar negeri yang diumumkan benar-benar selesai dibangun. Angka ini jauh di bawah tingkat penyelesaian proyek di dalam negeri yang mencapai 45%. Lebih parah lagi, proyek di luar negeri memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk dibatalkan di tengah jalan.

Ini adalah sebuah pertaruhan berisiko tinggi. Triliunan rupiah bisa hangus jika proyek-proyek ini mangkrak akibat masalah birokrasi, politik, atau salah perhitungan bisnis.

Ironisnya, ancaman justru bisa datang dari Beijing sendiri. "Perusahaan-perusahaan China juga harus mengelola kekhawatiran Beijing yang meningkat atas kebocoran teknologi, kehilangan pekerjaan, dan pengosongan industri [di dalam negeri]," demikian peringatan dalam laporan itu. Pemerintah China bisa saja sewaktu-waktu menarik rem darurat jika merasa eksodus ini sudah membahayakan ekonomi nasional mereka.

Pada akhirnya, gelombang investasi global ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah strategi brilian untuk mendominasi pasar otomotif dunia. Di sisi lain, ini adalah sebuah pelarian massal yang penuh dengan risiko kegagalan dan potensi bumerang politik.

Dunia, termasuk Indonesia yang ikut kecipratan dana investasi, kini hanya bisa menunggu: apakah ini akan menjadi kisah sukses penaklukan global, atau sebuah pelajaran mahal tentang ambisi yang melampauibatas?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapan Unit BYD Made...
Kapan Unit BYD Made In Indonesia Mulai Mengaspal?
Chevrolet Corvette Z06...
Chevrolet Corvette Z06 Bathurst 12 Hour Special Edition 2026, Diproduksi hanya 12 Unit
Teka-teki Pabrik Chery:...
Teka-teki Pabrik Chery: Ambil Alih Handal atau Bikin Baru? Ini Jawaban Manajemen
Megapabrik di Jantung...
Megapabrik di Jantung Peradaban: Saat Robot dan Ambisi BYD Mengubah Wajah Zhengzhou
Standar Eropa Masuk...
Standar Eropa Masuk Cibitung: TÜV Rheinland dan BPLJSKB Ubah Peta Uji Kendaraan RI di 2026
Bangun Pabrik di Vietnam,...
Bangun Pabrik di Vietnam, Chery Pastikan Tidak Mematikan Rencana Pabrik di Indonesia
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Rekomendasi
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved