Toyota dan Mazda Gunakan Baterai EV Bekas untuk Pembangkit Listrik
Senin, 25 Agustus 2025 - 09:29 WIB
loading...
Toyota dan Mazda. FOTO/ Dok Mazda
A
A
A
TOKYO - Dalam persaingan elektrifikasi, pertanyaan besar yang sering muncul adalah: apa yang terjadi pada baterai kendaraan listrik (EV) yang telah kedaluwarsa?
Toyota telah menemukan solusi dengan sistem baru yang disebut Sistem Penyimpanan Energi Sweep, yang saat ini sedang diuji coba di pabrik Mazda di Hiroshima.
Sistem ini menggunakan kembali baterai dari kendaraan hibrida dan EV lama, mengubahnya menjadi unit penyimpanan energi berskala besar untuk keperluan industri.
Keunikan Sweep adalah kemampuannya untuk menangani baterai dengan berbagai komposisi kimia dan tingkat kesehatan.
Dengan menggunakan perangkat lunak cerdas Toyota, kinerja setiap sel baterai dipantau secara konstan, memastikan bahwa energi hanya disalurkan melalui sel-sel terkuat sekaligus menghindari penggunaan sel-sel yang lebih lemah secara real-time.
Untuk mengurangi biaya, sistem ini juga menggunakan kembali inverter dari kendaraan asli, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk membeli peralatan konversi daya baru yang mahal.
Pendekatan ini membuat sistem lebih murah, lebih praktis, dan berpotensi untuk dikembangkan.
Toyota telah menemukan solusi dengan sistem baru yang disebut Sistem Penyimpanan Energi Sweep, yang saat ini sedang diuji coba di pabrik Mazda di Hiroshima.
Sistem ini menggunakan kembali baterai dari kendaraan hibrida dan EV lama, mengubahnya menjadi unit penyimpanan energi berskala besar untuk keperluan industri.
Keunikan Sweep adalah kemampuannya untuk menangani baterai dengan berbagai komposisi kimia dan tingkat kesehatan.
Dengan menggunakan perangkat lunak cerdas Toyota, kinerja setiap sel baterai dipantau secara konstan, memastikan bahwa energi hanya disalurkan melalui sel-sel terkuat sekaligus menghindari penggunaan sel-sel yang lebih lemah secara real-time.
Untuk mengurangi biaya, sistem ini juga menggunakan kembali inverter dari kendaraan asli, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk membeli peralatan konversi daya baru yang mahal.
Pendekatan ini membuat sistem lebih murah, lebih praktis, dan berpotensi untuk dikembangkan.
(wbs)
Lihat Juga :