Industri Otomotif Jerman Hadapi Krisis, PHK 51.500 Pekerja dalam Setahun

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:18 WIB
loading...
Industri Otomotif Jerman...
Industri otomotif Jerman dihantam badai PHK karena berbagai hal. Foto: Getty Images
A A A
JERMAN - Selama puluhan tahun, industri otomotif Jerman adalah simbol keperkasaan yang tak tersentuh. Mesin raksasa yang identik dengan presisi, kemewahan, dan dominasi global.

Namun kini, mesin itu sedang batuk darah. Selama setahun terakhir, puluhan ribu pekerja telah menjadi korban.
Sebuah laporan terbaru dari Ernst & Young (EY) melukiskan gambaran yang suram: industri otomotif Jerman telah memangkas hampir 7% tenaga kerjanya, atau setara dengan 51.500 orang yang kehilangan pekerjaan hanya dalam periode 12 bulan hingga Juni 2025.

Ini bukanlah sekadar angka. Tapi sinyal darurat dari jantung industri Eropa yang sedang sekarat.

Skala 'Pembantaian' yang Mengerikan

Angka 51.500 itu menjadi semakin mengerikan jika dilihat dalam konteks yang lebih luas. Secara total, seluruh sektor industri di Jerman kehilangan 114.000 pekerjaan pada periode yang sama. Artinya, hampir separuh dari seluruh PHK industri di negara itu terjadi di sektor otomotif.

“Tidak ada sektor industri lain yang mencatatkan pengurangan tenaga kerja sedahsyat ini,” tulis laporan EY tersebut.
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, lukanya bahkan lebih dalam. Dibandingkan dengan level sebelum pandemi pada tahun 2019, sektor ini telah kehilangan total 112.000 pekerjaan.

“Penurunan laba yang masif, kelebihan kapasitas produksi, dan pasar luar negeri yang sakit membuat pengurangan pekerjaan dalam jumlah besar tidak mungkin dihindari,” ujar Jan Brorhilker, seorang partner di EY Jerman.

Terjebak dalam 'Badai Sempurna'

Apa yang menyebabkan raksasa ini begitu rapuh? Jawabannya adalah sebuah "badai sempurna" yang datang dari tiga arah mata angin secara bersamaan:

1. Serangan Naga dari Timur: Gempuran dari para pesaing Tiongkok tidak lagi hanya soal harga murah. Kini, mereka juga unggul dalam inovasi, terutama di arena mobil listrik. Para raksasa Jerman yang lamban kini tertinggal jauh.

2. Ancaman dari Barat: Kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah Donald Trump menjadi mimpi buruk. Sebagai pasar ekspor terbesar, penurunan ekspor mobil Jerman ke AS sebesar 8,6% pada paruh pertama 2025 adalah sebuah pukulan telak.

3. Penyakit dari Dalam: Fondasi rumah mereka sendiri sedang rapuh. Ekonomi Jerman sebagai negara sedang sakit, dengan PDB yang terus menurun. Ini secara langsung memukul permintaan domestik.

Masa Depan yang Semakin Suram

Prospek ke depan pun tidak terlihat cerah. Dengan tekanan dari pasar AS dan China yang diperkirakan akan terus berlanjut, Brorhilker memberikan sebuah ramalan yang dingin.

“Jumlah pekerjaan di industri ini akan terus turun,” prediksinya.

Pada akhirnya, kisah ini adalah sebuah pelajaran pahit tentang bagaimana seorang juara dunia bisa menjadi rapuh.
Industri otomotif Jerman, yang selama ini menjadi simbol supremasi, kini harus berjuang untuk sekadar bertahan hidup di tengah dunia yang telah berubah.

Puluhan ribu pekerja yang telah menjadi korban adalah harga pertama yang harus dibayar dari sebuah pertempuran yang tampaknya masih akan berlangsunglama.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Nissan Yakin Kembali...
Nissan Yakin Kembali Meraih Keuntungan Setelah Hampir Dua Tahun Terus Merugi
Renault 4 JP4x4 Concept...
Renault 4 JP4x4 Concept Buggy Concept Mobil Listrik AWD Diperkenalkan
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Infografis
Unilever Akan Lakukan...
Unilever Akan Lakukan PHK 3.200 Pekerja di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved