Dampak Gaya Mengemudi pada Baterai Mobil Listrik: Ini Perbandingan Antara Berkendara Agresif vs Efisien
Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:52 WIB
loading...
Setiap 10 kilometer yang Anda tempuh dengan santai, Anda menabung 1 kilometer umur baterai dibandingkan jika Anda mengemudi ugal-ugalan. Foto: Hyundai
A
A
A
JAKARTA - Sebuah studi ilmiah baru-baru ini sempat memicu secercah harapan—sekaligus kebingungan massal—di kalangan pemilik mobil listrik.
Studi yang dipublikasikan di jurnal sains bergengsi Nature menyiratkan ide yang radikal: bahwa mengendarai mobil listrik secara "dinamis" atau agresif justru bisa membuat baterainya lebih awet.
Kabar ini sontak menjadi angin surga bagi para pengemudi yang gemar menekan pedal gas dalam-dalam.
Namun, sebelum Anda ikut-ikutan menggeber mobil listrik Anda, para ahli baterai kini datang dengan sebuah tamparan realita yang keras. Ternyata, kita semua telah salah menafsirkan, dan kebenarannya justru sebaliknya.
Studi tersebut menemukan bahwa baterai yang diuji dengan siklus naik-turun (dinamis) seperti penggunaan di dunia nyata, menua lebih lambat dibandingkan baterai yang diuji dengan aliran listrik konstan di laboratorium.
Kata "dinamis" inilah yang kemudian disalahartikan oleh publik sebagai "mengemudi sporty" atau "menggeber mobil". Padahal, para ilmuwan tidak pernah bermaksud demikian.
Mereka menegaskan sebuah fakta yang tak terbantahkan: mengemudi secara agresif adalah cara tercepat untuk membunuh baterai mobil listrik Anda.
Mengapa? Karena menggeber mobil akan menyedot energi jauh lebih banyak, yang berarti Anda harus lebih sering mengisi daya. Semakin banyak siklus pengisian, semakin besar tekanan pada sel baterai, dan semakin cepat pula ia mengalami degradasi.
Nikolaus Mayerhofer, seorang peneliti dari Aviloo, memaparkan hasil uji coba mereka terhadap 402 unit mobil listrik identik. Hasilnya sangat jelas.
"Jika Anda mengemudi secara efisien, Anda bisa menghemat sekitar 10 persen usia baterai. Ini sama saja dengan (beban baterai untuk menempuh) 100.000 km dengan gaya mengemudi efisien setara dengan beban baterai 110.000 km ketika mengemudi secara agresif," jelasnya.
Artinya, setiap 10 kilometer yang Anda tempuh dengan santai, Anda "menabung" 1 kilometer umur baterai dibandingkan jika Anda mengemudi ugal-ugalan.
Faktanya, baterai mobil listrik modern sudah sangat tangguh. Sebuah studi terpisah di Jerman menemukan bahwa sebuah mobil VW ID.3 hanya kehilangan 13 km jarak tempuh setelah disiksa sejauh 172.000 km selama empat tahun, meskipun sering diisi daya hingga 100%.
Pada akhirnya, mitos itu telah terbantahkan. Tidak ada trik rahasia untuk membuat baterai awet.
Resepnya masih sama seperti dulu: mengemudilah dengan halus, hindari akselerasi dan pengereman mendadak, dan jangan terlalu sering mengisi daya hingga penuh jika tidak diperlukan.
Pedal gas di mobil listrik Anda bukanlah tombol untuk memperpanjang umur baterai, melainkan tuas yang mempercepat penuaannya.
Studi yang dipublikasikan di jurnal sains bergengsi Nature menyiratkan ide yang radikal: bahwa mengendarai mobil listrik secara "dinamis" atau agresif justru bisa membuat baterainya lebih awet.
Kabar ini sontak menjadi angin surga bagi para pengemudi yang gemar menekan pedal gas dalam-dalam.
Namun, sebelum Anda ikut-ikutan menggeber mobil listrik Anda, para ahli baterai kini datang dengan sebuah tamparan realita yang keras. Ternyata, kita semua telah salah menafsirkan, dan kebenarannya justru sebaliknya.
'Salah Tafsir' yang Berbahaya
Kekacauan ini bermula dari sebuah kalimat dalam studi berjudul "Dynamic cycling enhances battery lifetime".Studi tersebut menemukan bahwa baterai yang diuji dengan siklus naik-turun (dinamis) seperti penggunaan di dunia nyata, menua lebih lambat dibandingkan baterai yang diuji dengan aliran listrik konstan di laboratorium.
Kata "dinamis" inilah yang kemudian disalahartikan oleh publik sebagai "mengemudi sporty" atau "menggeber mobil". Padahal, para ilmuwan tidak pernah bermaksud demikian.
Klarifikasi Keras dari Para Ahli
Para ahli dari Aviloo, perusahaan spesialis analisis baterai, segera turun tangan untuk meluruskan kesalahpahaman yang berbahaya ini.Mereka menegaskan sebuah fakta yang tak terbantahkan: mengemudi secara agresif adalah cara tercepat untuk membunuh baterai mobil listrik Anda.
Mengapa? Karena menggeber mobil akan menyedot energi jauh lebih banyak, yang berarti Anda harus lebih sering mengisi daya. Semakin banyak siklus pengisian, semakin besar tekanan pada sel baterai, dan semakin cepat pula ia mengalami degradasi.
Nikolaus Mayerhofer, seorang peneliti dari Aviloo, memaparkan hasil uji coba mereka terhadap 402 unit mobil listrik identik. Hasilnya sangat jelas.
"Jika Anda mengemudi secara efisien, Anda bisa menghemat sekitar 10 persen usia baterai. Ini sama saja dengan (beban baterai untuk menempuh) 100.000 km dengan gaya mengemudi efisien setara dengan beban baterai 110.000 km ketika mengemudi secara agresif," jelasnya.
Artinya, setiap 10 kilometer yang Anda tempuh dengan santai, Anda "menabung" 1 kilometer umur baterai dibandingkan jika Anda mengemudi ugal-ugalan.
Faktanya, baterai mobil listrik modern sudah sangat tangguh. Sebuah studi terpisah di Jerman menemukan bahwa sebuah mobil VW ID.3 hanya kehilangan 13 km jarak tempuh setelah disiksa sejauh 172.000 km selama empat tahun, meskipun sering diisi daya hingga 100%.
Pada akhirnya, mitos itu telah terbantahkan. Tidak ada trik rahasia untuk membuat baterai awet.
Resepnya masih sama seperti dulu: mengemudilah dengan halus, hindari akselerasi dan pengereman mendadak, dan jangan terlalu sering mengisi daya hingga penuh jika tidak diperlukan.
Pedal gas di mobil listrik Anda bukanlah tombol untuk memperpanjang umur baterai, melainkan tuas yang mempercepat penuaannya.
(dan)
Lihat Juga :