Di-PHP Pemerintah, Produsen Motor Listrik Bakar Uang Sendiri Demi Bertahan Hidup
Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengakui bahwa proses ini harus melewati berbagai mekanisme yang rumit. Puncaknya adalah kalimat pasrah yang menjadi mimpi buruk bagi para pelaku bisnis yang butuh kepastian.
"Sejauh ini masih dalam proses. Kami menunggu arahan lebih lanjut. Jadi ditunggu saja," ujarnya.
Jawaban "ditunggu saja" adalah kemewahan yang tidak dimiliki oleh industri. Setiap hari tanpa kepastian adalah potensi kehilangan penjualan dan momentum pasar yang telah dibangun dengan susah payah.
Namun, setelah syarat dipermudah, animo publik meledak. Kuota 50.000 unit di 2024 ludes, bahkan harus ditambah 10.000 unit lagi pada Agustus 2024.
Data ini adalah bukti tak terbantahkan: masyarakat menginginkan motor listrik, dan subsidi adalah jembatan utamanya. Lantas, mengapa program yang terbukti berhasil justru kini "ditelantarkan" tanpa kejelasan?
"Sejauh ini masih dalam proses. Kami menunggu arahan lebih lanjut. Jadi ditunggu saja," ujarnya.
Jawaban "ditunggu saja" adalah kemewahan yang tidak dimiliki oleh industri. Setiap hari tanpa kepastian adalah potensi kehilangan penjualan dan momentum pasar yang telah dibangun dengan susah payah.
Ironi di Balik Angka: Program Sukses yang Ditelantarkan
Sikap pemerintah yang lamban ini terasa semakin ironis jika melihat data kesuksesan program subsidi sebelumnya. Diluncurkan pada Maret 2023 dengan kuota 200.000 unit, program ini memang sempat terseok-seok.Namun, setelah syarat dipermudah, animo publik meledak. Kuota 50.000 unit di 2024 ludes, bahkan harus ditambah 10.000 unit lagi pada Agustus 2024.
Data ini adalah bukti tak terbantahkan: masyarakat menginginkan motor listrik, dan subsidi adalah jembatan utamanya. Lantas, mengapa program yang terbukti berhasil justru kini "ditelantarkan" tanpa kejelasan?
Lihat Juga :