Sedihnya Pasar Mobil Bensin: Terjepit di Antara Mobil Listrik Sultan dan Serbuan Mobil Bekas

Rabu, 27 Agustus 2025 - 15:02 WIB
loading...
Sedihnya Pasar Mobil...
Ketika segmen menengah berjuang membeli mobil, segmen kelas atas beralih ke listrik. Foto: Sindonews
A A A
JAKARTA - Selama puluhan tahun, pasar mobil bensin di Indonesia menjadi kerajaan yang tak tergoyahkan. Namun kini, kerajaan itu sedang tergerus hebat, diserang dari dua front secara bersamaan dalam "badai sempurna" yang mengubah total peta otomotif nasional.

Dari atas, ia dihantam gelombang mobil listrik canggih berkat "karpet merah" insentif pemerintah yang memanjakan kaum berduit.

Dari bawah, ia digerogoti pasar mobil bekas yang meledak akibat daya beli kelas menengah yang semakin tertekan.

Hasilnya? Dominasi mobil bensin yang tadinya nyaris absolut di angka 99,6% pada 2021, kini anjlok drastis ke level 82,2%.

Parameter Pertama: 'Karpet Merah' untuk Kaum Berduit

Pemicu utama revolusi ini adalah kebijakan pemerintah yang agresif. Dengan memangkas pajak mobil listrik impor, pemerintah secara efektif menciptakan segmen baru bagi "orang yang punya duit," seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara.

“Ya (menggerus). Yang (beli) BEV kan orang yang punya duit, yang konvensional kan buat nyari duit. Itu beda dong segmennya,” ujar Kukuh.

Data dari Kemenperin yang dipaparkan oleh Direktur Mahardi Tunggul Wicaksono mengonfirmasi ledakan ini.

Pangsa pasar mobil listrik murni (BEV) melonjak dari hanya 0,08% menjadi 9,7% dalam waktu singkat. Populasi mobil listrik pun meroket 78% hanya dalam setahun, mencapai 207.000 unit pada 2024.

Ini adalah bukti bahwa ketika harga dibuat menarik, segmen kelas atas dengan antusias menyambut teknologi baru yang lebih ramah lingkungan dan canggih.

Parameter Kedua: Kelas Menengah 'Mundur' ke Pasar Bekas

Di sinilah letak ironi yang paling memilukan. Di saat segmen atas berpesta dengan mobil listrik baru, segmen kelas menengah—yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan mobil bensin di harga di bawah Rp400 jutaan—justru sedang "tertekan".

“Nah di tengah kondisi kelas menengah lagi tertekan, itu yang Rp400 juta ke bawah ini juga tertekan,” tambah Kukuh.

Dengan daya beli yang melemah dan harga mobil baru yang terasa semakin berat, ke mana mereka lari? Jawabannya: pasar mobil bekas.

“Kalau mau beli (mobil baru), ekonominya juga lagi berat. Mereka pilihannya jadi mobil bekas. Satu, mobil bekas kan nggak ada BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor),” jelasnya.

Fenomena ini menciptakan pukulan ganda bagi pasar mobil bensin baru. Basis konsumen terbesarnya kini lebih memilih untuk membeli mobil bekas yang bebas dari pajak pembelian awal yang memberatkan.

Sebuah Pergeseran yang Tak Terhindarkan?

Pemerintah, melalui Mahardi Tunggul Wicaksono, memandang ini sebagai sebuah keberhasilan.
“Hal ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata Tunggul.

Namun, data dan analisis dari Gaikindo menunjukkan bahwa pergeseran ini bukan murni soal preferensi "hijau", melainkan juga didorong oleh realitas ekonomi yang pahit.

Pada akhirnya, pasar mobil bensin tidak sekadar "tergerus" oleh mobil listrik. Ia sedang terjepit dalam sebuah krisis identitas yang kompleks.

Basis konsumen loyalnya di kelas menengah sedang berjuang, sementara segmen kelas atasnya telah terpikat oleh pesona teknologi baru yang disubsidi besar-besaran.

Ini bukan lagi sekadar pertarungan antara bensin dan listrik; tapi cerminan dari kesenjangan ekonomi yang semakin melebar di jalanan Indonesia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Belum Berniat ke Listrik,...
Belum Berniat ke Listrik, Aston Martin Berjuang Mempertahankan Mesin V12
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
Rekomendasi
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved