Kudeta di Jalanan Moskow: Merek Barat Lenyap, Naga-naga China Kini Jadi Penguasa Baru Rusia

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:18 WIB
loading...
Kudeta di Jalanan Moskow:...
Jalanan kota Moskow kini banyak didominasi pabrikan mobil dari China. Foto: Reuters
A A A
MOSKOW - Panggung otomotif Rusia telah berubah jadi medan perang yang tak lagi bisa dikenali. Hantu-hantu dari masa lalu—logo Ford, Volkswagen, dan Renault yang dulu merajai jalanan—kini telah lenyap, digantikan oleh dua kekuatan baru yang saling berebut takhta: sang jawara lokal yang bangkit dari kubur, LADA, dan "invasi" masif dari para naga otomotif China.

Ini adalah kudeta dramatis yang dipicu oleh perang di Ukraina. Sanksi dari Barat telah menciptakan kekosongan kekuasaan luar biasa, dan kini, peta kekuatan otomotif di negara Beruang Merah itu telah digambar ulang sepenuhnya.

Sang Raja Lokal yang Menang Tanpa Bertanding
Kudeta di Jalanan Moskow: Merek Barat Lenyap, Naga-naga China Kini Jadi Penguasa Baru Rusia

Di puncak takhta, berdiri kokoh sang pahlawan domestik, LADA, dengan pangsa pasar yang absolut sebesar 30,7%. Merek milik negara ini, yang terkenal dengan mobil-mobilnya yang sederhana, tangguh, dan terjangkau, kini menjadi raja tak terbantahkan di negerinya sendiri.

Namun, di balik kemenangan ini, tersimpan catatan kritis. Apakah LADA benar-benar menang karena kehebatannya, atau ia hanya menang karena semua pesaing utamanya dari Barat dipaksa untuk angkat kaki dari arena pertandingan?
Ini adalah sebuah kemenangan yang terasa hampa, diraih di atas puing-puing persaingan yang telah mati.

Penguasa Sesungguhnya: Invasi 'Naga Merah'
Kudeta di Jalanan Moskow: Merek Barat Lenyap, Naga-naga China Kini Jadi Penguasa Baru Rusia

Jika LADA adalah sang raja, maka penguasa sesungguhnya dari kerajaan otomotif Rusia saat ini adalah China. Secara kolektif, "invasi" dari merek-merek China telah berhasil menaklukkan lebih dari 40% pangsa pasar.
Inilah barisan para jenderal dari pasukan naga tersebut:

Chery: Menguasai 11,2% pasar.

Haval: Menguntit ketat dengan 10,6%.

Geely: Mengamankan 8,8%.

Changan, Exeed, Omoda: Masing-masing merebut porsi signifikan.

Merek-merek China ini datang dengan strategi cerdas: mengisi kekosongan yang ditinggalkan Barat dengan mobil-mobil modern berfitur canggih dan harga yang sangat kompetitif. Mereka adalah penyelamat yang datang di saat yang tepat.

Plot Twist: Moskow 'Khianati' Sang Penyelamat?

Namun, di tengah bulan madu ini, sebuah plot twist yang dramatis terjadi. Pemerintah Rusia, yang tadinya membuka lebar-lebar gerbang bagi para "penyelamat" dari China, kini justru berbalik arah. Mereka baru saja memberlakukan bea masuk yang lebih tinggi untuk mobil-mobil buatan China.

Mengapa? Alasannya, Rusia mengundang merek-merek China karena terpaksa. Tapi sekarang mereka sadar, para 'tamu' ini ternyata jauh lebih kuat dan mengancam untuk 'memakan' tuan rumahnya sendiri. Tarif baru ini adalah upaya putus asa untuk mengerem laju sang naga.

Di tengah pertarungan antara LADA dan para naga China, para raksasa global yang dulu berkuasa kini tak lebih dari sekadar kurcaci. Merek-merek Korea seperti Kia (3,2%) dan Hyundai (2,3%), serta raksasa Jepang Toyota (2,2%), kini hanya menjadi penonton di pinggir arena.

Pada akhirnya, jalanan Rusia telah menjadi cerminan dari sebuah tatanan dunia baru. Ini adalah medan perang antara nasionalisme lokal melawan kekuatan industri globaldariTimur.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Skoda Kodiaq RS 6 Habis...
Skoda Kodiaq RS 6 Habis Terjual dalam Waktu 6 Menit, Apa Keistimewaanya?
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Israel Tarik 700 Kendaraan...
Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Ekspor Rempah Bernilai Tambah, Nekaboga Diakui Dunia
Rekomendasi
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved