Pesta Pora Pabrik Mobil Listrik di Indonesia: Kapasitas Produksi 70.000 Unit, tapi Siapa yang Akan Beli?
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Ada "lubang" besar sekitar 27.000 unit antara apa yang bisa diproduksi oleh pabrik-pabrik baru ini dengan apa yang sanggup diserap oleh pasar. Pabrik-pabrik raksasa ini kini lapar akan pesanan.
Meskipun pasar motor listrik juga sedang tumbuh, kapasitas produksi yang luar biasa besar ini menunjukkan pertaruhan yang sangat berisiko dari para pemainnya.
Total, industri mobil roda empat di Indonesia memiliki 32 pabrikan dengan investasi raksasa Rp143,91 Triliun dan kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun. Namun, pasar mereka sedang tergerus hebat.
Data Kemenperin tersebut menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, memang Indonesia menarik investasi baru di sektor EV. Itu bagus. Tapi di sisi lain, ada potensi overcapacity (kelebihan kapasitas) yang serius. Pabrik dibangun, tapi pasarnya belum tentu siap.
Motor Listrik: Kisah yang Berbeda Drastis
Kontras yang tajam terlihat di segmen roda dua. Industri motor listrik, dengan total 66 perusahaan dan investasi Rp1,15 Triliun, kini memiliki kapasitas produksi "monster" mencapai 2,37 juta unit per tahun.Meskipun pasar motor listrik juga sedang tumbuh, kapasitas produksi yang luar biasa besar ini menunjukkan pertaruhan yang sangat berisiko dari para pemainnya.
'Gajah di dalam Ruangan': Nasib Industri Konvensional
Di tengah pesta pora investasi mobil listrik ini, ada seekor "gajah di dalam ruangan" yang seringkali dilupakan: nasib industri mobil konvensional yang telah menjadi tulang punggung ekonomi selama puluhan tahun.Total, industri mobil roda empat di Indonesia memiliki 32 pabrikan dengan investasi raksasa Rp143,91 Triliun dan kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun. Namun, pasar mereka sedang tergerus hebat.
Data Kemenperin tersebut menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, memang Indonesia menarik investasi baru di sektor EV. Itu bagus. Tapi di sisi lain, ada potensi overcapacity (kelebihan kapasitas) yang serius. Pabrik dibangun, tapi pasarnya belum tentu siap.
Lihat Juga :