Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan
Senin, 08 September 2025 - 14:00 WIB
loading...
Perlombaan menuju baterai Solid State dipimpin oleh China di garis depan, pabrikan barat dan Jepang baru memulai pemanasan. Foto: Mercedes-Benz
A
A
A
CHINA - Bayangkan mobil listrik yang bisa menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali cas, mengisi daya baterai dari 10% ke 80% hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, dan memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dari teknologi saat ini.
Ini bukanlah fiksi ilmiah, melainkan janji yang coba diwujudkan melalui teknologi baterai solid-state—inovasi yang oleh para ilmuwan dijuluki sebagai "cawan suci" (holy grail) di dunia kendaraan listrik.
Perlombaan global untuk menjadi yang pertama mengkomersialkan teknologi ini tengah berlangsung sengit. Kuncinya adalah mengganti elektrolit cair yang ada di baterai lithium-ion saat ini dengan material padat.
Secara teori, ini akan menciptakan baterai yang lebih padat energi, lebih aman, dan lebih cepat diisi. Namun, memproduksinya secara massal tanpa cacat adalah tantangan teknis yang luar biasa.
Dan dalam perlombaan berisiko tinggi ini, satu negara telah melesat jauh di depan: China.
Lembaga riset BloombergNEF mencatat bahwa 83% dari kapasitas manufaktur baterai solid-state saat ini dan yang terencana terkonsentrasi di China. Berikut adalah beberapa mobil yang menjadi bukti nyata keunggulan mereka:
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
1. Nio ET7/ET5: Pada akhir 2023, pendiri Nio, William Li, secara dramatis mengendarai sedan ET7 sejauh lebih dari 1.044 kilometer dalam sekali cas di tengah suhu dingin yang ekstrem. Mobil itu ditenagai baterai semi-solid-state 150 kWh dengan kepadatan energi 360 Wh/kg. Uniknya, baterai ini bisa disewa harian oleh pemilik Nio, memungkinkan mereka menggunakan baterai standar untuk harian dan menukarnya dengan baterai canggih ini untuk perjalanan jauh.
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
2. IM Motors L6: Merek mewah dari raksasa otomotif SAIC Motors ini menantang Tesla Model 3 dengan teknologi superior. Varian tertingginya dibekali baterai semi-solid-state 133 kWh yang mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km. Dengan arsitektur 900-volt, ia bisa menambah jarak tempuh 400 km hanya dalam 12 menit pengisian daya. Harganya pun kompetitif, berkisar antara 230.000 hingga 330.000 yuan (sekitar Rp 575 juta - Rp 825 juta).
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
3. MG4: Merek Inggris yang dimiliki SAIC ini siap meluncurkan mobil listrik massal pertama dengan baterai semi-solid-state tahun ini. Harganya sangat terjangkau, antara 73.800 hingga 105.800 yuan (sekitar Rp 184 juta - Rp 264 juta), membuktikan bahwa teknologi ini tidak lagi eksklusif untuk mobil mewah.
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
4. Voyah Passion: Merek premium dari Dongfeng Motor ini sudah meluncurkan sedan dengan baterai semi-solid-state 82 kWh sejak 2023, yang mampu menempuh jarak 580 km. Harganya berada di kisaran 322.900 hingga 432.000 yuan (sekitar Rp 807 juta - Rp 1,08 miliar).
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
1. Mercedes-Benz EQS (Demo): Bekerja sama dengan Factorial Energy, Mercedes telah memamerkan prototipe EQS dengan baterai semi-solid-state yang diklaim mampu meningkatkan jangkauan hingga 25% tanpa menambah ukuran atau berat baterai.
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
2. Dodge Charger Daytona EV (Demo): Induk perusahaan Dodge, Stellantis, juga bekerja sama dengan Factorial untuk menguji baterai dengan kepadatan energi 375 Wh/kg yang dapat mengisi daya dari 15-90% dalam 18 menit.
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
3. BMW i7 (Demo): BMW mengambil langkah lebih jauh dengan mulai menguji coba purwarupa i7 yang ditenagai baterai full solid-state dari perusahaan rintisan Solid Power. Ini adalah salah satu pengujian baterai padat murni pertama oleh pabrikan besar.
Toyota: Berjanji akan meluncurkan mobil dengan baterai solid-state pada 2027-2028 dengan jangkauan lebih dari 1.000 km dan waktu pengisian kurang dari 10 menit. Namun, kemungkinan teknologi ini akan debut pada mobil hybrid mereka terlebih dahulu.
![Baterai Solid State Bakal Jadi Standar Tertinggi Mobil Listrik: China Berlari, Barat dan Jepang Baru Pemanasan]()
Honda & Nissan: Keduanya juga menargetkan paruh kedua dekade ini, dengan fokus pada pengembangan internal untuk menekan biaya dan menghilangkan mineral mahal seperti kobalt.
Selain itu, teknologi baterai lithium-ion yang ada saat ini terus membaik dan menjadi lebih murah, membuat kasus bisnis untuk beralih ke solid-state menjadi lebih sulit.
Namun, satu hal yang pasti: perlombaan menuju "cawan suci" ini sedang berlangsung, dan untuk saat ini, garis start dan garis depan perlombaan itu berlokasidiChina.
Ini bukanlah fiksi ilmiah, melainkan janji yang coba diwujudkan melalui teknologi baterai solid-state—inovasi yang oleh para ilmuwan dijuluki sebagai "cawan suci" (holy grail) di dunia kendaraan listrik.
Perlombaan global untuk menjadi yang pertama mengkomersialkan teknologi ini tengah berlangsung sengit. Kuncinya adalah mengganti elektrolit cair yang ada di baterai lithium-ion saat ini dengan material padat.
Secara teori, ini akan menciptakan baterai yang lebih padat energi, lebih aman, dan lebih cepat diisi. Namun, memproduksinya secara massal tanpa cacat adalah tantangan teknis yang luar biasa.
Dan dalam perlombaan berisiko tinggi ini, satu negara telah melesat jauh di depan: China.
Garis Depan Perlombaan: Realitas di Jalanan China
Jika Anda ingin melihat masa depan teknologi ini, jangan lihat ke Silicon Valley atau Jerman, tapi lihatlah ke jalanan di China. Di sana, mobil-mobil dengan baterai semi-solid-state—sebuah teknologi jembatan yang menggunakan elektrolit mirip gel—sudah bisa dibeli dan dikendarai oleh konsumen.Lembaga riset BloombergNEF mencatat bahwa 83% dari kapasitas manufaktur baterai solid-state saat ini dan yang terencana terkonsentrasi di China. Berikut adalah beberapa mobil yang menjadi bukti nyata keunggulan mereka:

1. Nio ET7/ET5: Pada akhir 2023, pendiri Nio, William Li, secara dramatis mengendarai sedan ET7 sejauh lebih dari 1.044 kilometer dalam sekali cas di tengah suhu dingin yang ekstrem. Mobil itu ditenagai baterai semi-solid-state 150 kWh dengan kepadatan energi 360 Wh/kg. Uniknya, baterai ini bisa disewa harian oleh pemilik Nio, memungkinkan mereka menggunakan baterai standar untuk harian dan menukarnya dengan baterai canggih ini untuk perjalanan jauh.
.jpg)
2. IM Motors L6: Merek mewah dari raksasa otomotif SAIC Motors ini menantang Tesla Model 3 dengan teknologi superior. Varian tertingginya dibekali baterai semi-solid-state 133 kWh yang mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km. Dengan arsitektur 900-volt, ia bisa menambah jarak tempuh 400 km hanya dalam 12 menit pengisian daya. Harganya pun kompetitif, berkisar antara 230.000 hingga 330.000 yuan (sekitar Rp 575 juta - Rp 825 juta).

3. MG4: Merek Inggris yang dimiliki SAIC ini siap meluncurkan mobil listrik massal pertama dengan baterai semi-solid-state tahun ini. Harganya sangat terjangkau, antara 73.800 hingga 105.800 yuan (sekitar Rp 184 juta - Rp 264 juta), membuktikan bahwa teknologi ini tidak lagi eksklusif untuk mobil mewah.

4. Voyah Passion: Merek premium dari Dongfeng Motor ini sudah meluncurkan sedan dengan baterai semi-solid-state 82 kWh sejak 2023, yang mampu menempuh jarak 580 km. Harganya berada di kisaran 322.900 hingga 432.000 yuan (sekitar Rp 807 juta - Rp 1,08 miliar).
Respons dari Barat: Purwarupa di Garasi Raksasa
Sementara China sudah menjual mobilnya, para raksasa otomotif Barat baru memasuki tahap "pemanasan" dengan purwarupa canggih yang dijadwalkan untuk diuji coba tahun depan.
1. Mercedes-Benz EQS (Demo): Bekerja sama dengan Factorial Energy, Mercedes telah memamerkan prototipe EQS dengan baterai semi-solid-state yang diklaim mampu meningkatkan jangkauan hingga 25% tanpa menambah ukuran atau berat baterai.

2. Dodge Charger Daytona EV (Demo): Induk perusahaan Dodge, Stellantis, juga bekerja sama dengan Factorial untuk menguji baterai dengan kepadatan energi 375 Wh/kg yang dapat mengisi daya dari 15-90% dalam 18 menit.

3. BMW i7 (Demo): BMW mengambil langkah lebih jauh dengan mulai menguji coba purwarupa i7 yang ditenagai baterai full solid-state dari perusahaan rintisan Solid Power. Ini adalah salah satu pengujian baterai padat murni pertama oleh pabrikan besar.
Strategi Jangka Panjang: Raksasa Jepang yang Hati-hati
Pabrikan Jepang dan Korea, meskipun memegang banyak paten kunci (Toyota adalah pemegang paten terbanyak), memilih strategi yang lebih hati-hati dengan target komersialisasi pada periode 2027-2030.Toyota: Berjanji akan meluncurkan mobil dengan baterai solid-state pada 2027-2028 dengan jangkauan lebih dari 1.000 km dan waktu pengisian kurang dari 10 menit. Namun, kemungkinan teknologi ini akan debut pada mobil hybrid mereka terlebih dahulu.

Honda & Nissan: Keduanya juga menargetkan paruh kedua dekade ini, dengan fokus pada pengembangan internal untuk menekan biaya dan menghilangkan mineral mahal seperti kobalt.
Sebuah Realitas yang Kompleks
Meskipun hype-nya luar biasa, jalan menuju adopsi massal masih panjang. BloombergNEF memproyeksikan baterai solid-state hanya akan memenuhi 10% dari permintaan global pada 2035.Selain itu, teknologi baterai lithium-ion yang ada saat ini terus membaik dan menjadi lebih murah, membuat kasus bisnis untuk beralih ke solid-state menjadi lebih sulit.
Namun, satu hal yang pasti: perlombaan menuju "cawan suci" ini sedang berlangsung, dan untuk saat ini, garis start dan garis depan perlombaan itu berlokasidiChina.
(dan)
Lihat Juga :