Lampu Kuning Industri Otomotif: Penjualan Motor di Indonesia Kembali Lesu pada Agustus 2025
Rabu, 10 September 2025 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, anomali ini tidak menular ke pasar ekspor. Pengiriman motor secara utuh (CBU) ke luar negeri pada Agustus 2025 hanya mencapai 47.446 unit, anjlok 5,19 persen. Penurunan yang lebih dalam bahkan terjadi pada ekspor terurai (CKD) yang merosot 10,3 persen dan ekspor komponen yang turun 2,04 persen.
Februari: 581.277
Maret: 541.684
April: 406.691
Mei: 505.350
Juni: 509.326
Juli: 587.048
Agustus: 578.041
Februari: 43.899
Maret: 49.998
April: 38.254
Mei: 49.618
Juni: 46.096
Juli: 50.042
Agustus: 47.446
Hingga saat ini, data AISI tidak merinci model spesifik yang merajai penjualan. Namun, peta kekuatan di pasar domestik masih belum berubah: skuter matik tetap menjadi raja jalanan, diikuti oleh motor bebek, dan motor sport di posisi ketiga. Sementara untuk pasar ekspor, permintaan antara motor sport dan skutik cenderung lebih seimbang.
Penurunan penjualan di bulan Agustus ini, ditambah dengan tren negatif sepanjang tahun, menjadi pertanda yang perlu diwaspadai. Ia memunculkan pertanyaan kritis mengenai kondisi daya beli masyarakat dan iklim ekonomi secara keseluruhan menjelang kuartal terakhirtahunini.
Peta Penjualan Sepanjang Tahun 2025
Untuk melihat pasang surut pasar otomotif roda dua di Indonesia, berikut adalah rapor penjualan dari bulan ke bulan sepanjang tahun 2025:Penjualan Domestik (Unit)
Januari: 560.301Februari: 581.277
Maret: 541.684
April: 406.691
Mei: 505.350
Juni: 509.326
Juli: 587.048
Agustus: 578.041
Penjualan Ekspor CBU (Unit)
Januari: 40.878Februari: 43.899
Maret: 49.998
April: 38.254
Mei: 49.618
Juni: 46.096
Juli: 50.042
Agustus: 47.446
Hingga saat ini, data AISI tidak merinci model spesifik yang merajai penjualan. Namun, peta kekuatan di pasar domestik masih belum berubah: skuter matik tetap menjadi raja jalanan, diikuti oleh motor bebek, dan motor sport di posisi ketiga. Sementara untuk pasar ekspor, permintaan antara motor sport dan skutik cenderung lebih seimbang.
Penurunan penjualan di bulan Agustus ini, ditambah dengan tren negatif sepanjang tahun, menjadi pertanda yang perlu diwaspadai. Ia memunculkan pertanyaan kritis mengenai kondisi daya beli masyarakat dan iklim ekonomi secara keseluruhan menjelang kuartal terakhirtahunini.
(dan)
Lihat Juga :