Penyakit Kambuhan yang Meresahkan: Ford Tarik Kembali 1,9 Juta Mobil Akibat Kamera Mundur yang Mendadak Buta
Rabu, 17 September 2025 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Agustus 2021: Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) membuka investigasi resmi, mencurigai Ford tidak bertindak cukup cepat.
2022 & Maret 2024: Ford memperluas cakupan recall awal, namun hanya menambahkan sekitar 24.000 unit.
April 2025: Recall lain diumumkan, kali ini untuk 160.000 kendaraan model tahun 2015.
Puncak dari saga ini terjadi pada November lalu, ketika Ford akhirnya setuju untuk membayar denda perdata sebesar USD165 juta (sekitar Rp2,64 triliun) setelah investigasi NHTSA menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut memang gagal melakukan penarikan kembali secara tepat waktu.
Akar masalah ini ditelusuri hingga ke pemasok komponen asal Kanada, Magna International, yang kini juga harus menarik kembali lebih dari 250.000 unit kamera yang telah mereka pasok untuk Ford dan Stellantis.
Meskipun Ford menyatakan bahwa diler akan memeriksa dan mengganti kamera yang rusak bagi semua pemilik yang terdampak, kerusakan yang lebih besar mungkin sudah terjadi—bukan hanya pada 18 kendaraan yang mengalami kecelakaan, tetapi juga pada kepercayaan konsumen.
Kasus ini menjadi sebuah pelajaran pahit di era otomotif modern: secanggih apa pun teknologi keselamatan yang ditawarkan, satu komponen yang cacat, diperparah oleh respons korporat yang lamban, dapat meruntuhkan janji keamanan tersebut dalamskalaglobal.
2022 & Maret 2024: Ford memperluas cakupan recall awal, namun hanya menambahkan sekitar 24.000 unit.
April 2025: Recall lain diumumkan, kali ini untuk 160.000 kendaraan model tahun 2015.
Puncak dari saga ini terjadi pada November lalu, ketika Ford akhirnya setuju untuk membayar denda perdata sebesar USD165 juta (sekitar Rp2,64 triliun) setelah investigasi NHTSA menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut memang gagal melakukan penarikan kembali secara tepat waktu.
Akar masalah ini ditelusuri hingga ke pemasok komponen asal Kanada, Magna International, yang kini juga harus menarik kembali lebih dari 250.000 unit kamera yang telah mereka pasok untuk Ford dan Stellantis.
Meskipun Ford menyatakan bahwa diler akan memeriksa dan mengganti kamera yang rusak bagi semua pemilik yang terdampak, kerusakan yang lebih besar mungkin sudah terjadi—bukan hanya pada 18 kendaraan yang mengalami kecelakaan, tetapi juga pada kepercayaan konsumen.
Kasus ini menjadi sebuah pelajaran pahit di era otomotif modern: secanggih apa pun teknologi keselamatan yang ditawarkan, satu komponen yang cacat, diperparah oleh respons korporat yang lamban, dapat meruntuhkan janji keamanan tersebut dalamskalaglobal.
(dan)
Lihat Juga :