Penyakit Kambuhan yang Meresahkan: Ford Tarik Kembali 1,9 Juta Mobil Akibat Kamera Mundur yang Mendadak Buta
Rabu, 17 September 2025 - 19:37 WIB
loading...
Ford melakukan recall jutaan mobilnya akibat ada masalah dengan kamera mundur. Foto: Reuters
A
A
A
AMERIKA - Kamera mundur seharusnya jadi "mata ketiga" bagi pengemudi. Janji teknologi untuk memberikan rasa aman saat bermanuver di ruang sempit.
Namun, apa jadinya jika mata ketiga itu tiba-tiba menjadi buta, menampilkan gambar terbalik, atau menyajikan realitas yang terdistorsi?
Skenario mimpi buruk inilah yang kini menghantui hampir dua juta pemilik kendaraan Ford di seluruh dunia.
Pada Selasa kemarin, raksasa otomotif asal Amerika Serikat itu mengumumkan penarikan kembali (recall) secara massal terhadap 1,9 juta unit kendaraannya.
enyebabnya satu: sebuah penyakit kambuhan pada sistem kamera mundur yang terbukti membahayakan.
Ini bukan sekadar gangguan teknis minor. Kegagalan fungsi krusial ini tercatat telah menyebabkan setidaknya 18 kecelakaan.
Dan dengan lebih dari 44.123 keluhan garansi yang masuk dari seluruh dunia, jelas bahwa ini adalah masalah sistemik yang telah lama berakar. Lebih dari itu, ini adalah puncak dari sebuah saga kegagalan yang panjang dan mahal bagi Ford.
Lincoln MKC dan Lincoln Navigator
Mustang
Seri truk heavy-duty: F-250, F-350, F-450, F-550
SUV dan Crossover: Expedition dan Edge
Van komersial: Transit, Transit Connect, dan Econoline
Mari kita lihat jejaknya:
Tahun 2020: Ford pertama kali melakukan recall untuk masalah serupa, mencakup 620.246 kendaraan.
Agustus 2021: Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) membuka investigasi resmi, mencurigai Ford tidak bertindak cukup cepat.
2022 & Maret 2024: Ford memperluas cakupan recall awal, namun hanya menambahkan sekitar 24.000 unit.
April 2025: Recall lain diumumkan, kali ini untuk 160.000 kendaraan model tahun 2015.
Puncak dari saga ini terjadi pada November lalu, ketika Ford akhirnya setuju untuk membayar denda perdata sebesar USD165 juta (sekitar Rp2,64 triliun) setelah investigasi NHTSA menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut memang gagal melakukan penarikan kembali secara tepat waktu.
Akar masalah ini ditelusuri hingga ke pemasok komponen asal Kanada, Magna International, yang kini juga harus menarik kembali lebih dari 250.000 unit kamera yang telah mereka pasok untuk Ford dan Stellantis.
Meskipun Ford menyatakan bahwa diler akan memeriksa dan mengganti kamera yang rusak bagi semua pemilik yang terdampak, kerusakan yang lebih besar mungkin sudah terjadi—bukan hanya pada 18 kendaraan yang mengalami kecelakaan, tetapi juga pada kepercayaan konsumen.
Kasus ini menjadi sebuah pelajaran pahit di era otomotif modern: secanggih apa pun teknologi keselamatan yang ditawarkan, satu komponen yang cacat, diperparah oleh respons korporat yang lamban, dapat meruntuhkan janji keamanan tersebut dalamskalaglobal.
Namun, apa jadinya jika mata ketiga itu tiba-tiba menjadi buta, menampilkan gambar terbalik, atau menyajikan realitas yang terdistorsi?
Skenario mimpi buruk inilah yang kini menghantui hampir dua juta pemilik kendaraan Ford di seluruh dunia.
Pada Selasa kemarin, raksasa otomotif asal Amerika Serikat itu mengumumkan penarikan kembali (recall) secara massal terhadap 1,9 juta unit kendaraannya.
enyebabnya satu: sebuah penyakit kambuhan pada sistem kamera mundur yang terbukti membahayakan.
Ini bukan sekadar gangguan teknis minor. Kegagalan fungsi krusial ini tercatat telah menyebabkan setidaknya 18 kecelakaan.
Dan dengan lebih dari 44.123 keluhan garansi yang masuk dari seluruh dunia, jelas bahwa ini adalah masalah sistemik yang telah lama berakar. Lebih dari itu, ini adalah puncak dari sebuah saga kegagalan yang panjang dan mahal bagi Ford.
Siapa Saja yang Terdampak?
Gelombang penarikan kembali ini mencakup jajaran model yang sangat luas yang diproduksi antara tahun 2015 hingga 2019. Daftar panjang tersebut meliputi:Lincoln MKC dan Lincoln Navigator
Mustang
Seri truk heavy-duty: F-250, F-350, F-450, F-550
SUV dan Crossover: Expedition dan Edge
Van komersial: Transit, Transit Connect, dan Econoline
Truk pikap Ranger
Sebaran geografisnya pun tak kalah masif, dengan 1,45 juta kendaraan di Amerika Serikat, 122.000 di Kanada, dan sekitar 300.000 unit tersebar di pasar-pasar lainnya.Jejak Kegagalan yang Panjang dan Mahal
Yang membuat kasus ini semakin meresahkan adalah fakta bahwa ini bukanlah masalah baru. Ford telah bergelut dengan isu kamera mundur ini selama bertahun-tahun, dan regulator AS menuduh respons mereka terlalu lambat.Mari kita lihat jejaknya:
Tahun 2020: Ford pertama kali melakukan recall untuk masalah serupa, mencakup 620.246 kendaraan.
Agustus 2021: Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) membuka investigasi resmi, mencurigai Ford tidak bertindak cukup cepat.
2022 & Maret 2024: Ford memperluas cakupan recall awal, namun hanya menambahkan sekitar 24.000 unit.
April 2025: Recall lain diumumkan, kali ini untuk 160.000 kendaraan model tahun 2015.
Puncak dari saga ini terjadi pada November lalu, ketika Ford akhirnya setuju untuk membayar denda perdata sebesar USD165 juta (sekitar Rp2,64 triliun) setelah investigasi NHTSA menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut memang gagal melakukan penarikan kembali secara tepat waktu.
Akar masalah ini ditelusuri hingga ke pemasok komponen asal Kanada, Magna International, yang kini juga harus menarik kembali lebih dari 250.000 unit kamera yang telah mereka pasok untuk Ford dan Stellantis.
Meskipun Ford menyatakan bahwa diler akan memeriksa dan mengganti kamera yang rusak bagi semua pemilik yang terdampak, kerusakan yang lebih besar mungkin sudah terjadi—bukan hanya pada 18 kendaraan yang mengalami kecelakaan, tetapi juga pada kepercayaan konsumen.
Kasus ini menjadi sebuah pelajaran pahit di era otomotif modern: secanggih apa pun teknologi keselamatan yang ditawarkan, satu komponen yang cacat, diperparah oleh respons korporat yang lamban, dapat meruntuhkan janji keamanan tersebut dalamskalaglobal.
(dan)
Lihat Juga :