Kisah Tragis Kuburan Mobil di China: Ribuan Mobil Baru Dibiarkan Berkarat Akibat Perang Harga

Rabu, 17 September 2025 - 20:15 WIB
loading...
Kisah Tragis Kuburan...
Gambaran kuburan mobil listrik di China, dimana tidak ada yang mau membeli mobil listrik bekas. Foto: ist
A A A
CHENGDU, CHINA - Di sebuah pusat perbelanjaan di pinggiran kota Chengdu, ada sebuah showroom dengan pemandangan unik. Deretan mobil Audi buatan lokal diobral dengan diskon 50%. Lalu, SUV tujuh penumpang dari pabrikan FAW dijual seharga USD22.300 (sekitar Rp357 juta), lebih dari 60% di bawah harga resminya.

Bagaimana mungkin sebuah mobil baru dijual dengan harga serendah ini? Jawabannya sederhana, tapi amun mengerikan: karena China memiliki terlalu banyak mobil.

Ini adalah sisi gelap yang tak terungkap dari kisah sukses spektakuler China dalam menaklukkan dunia otomotif.
Kebijakan pemerintah yang ambisius, yang mendorong target produksi di atas permintaan pasar sebenarnya, telah berhasil menciptakan raksasa industri.

Namun kini, raksasa itu tengah kelaparan dan mulai "memakan dirinya sendiri."

Resep Bencana: Target Produksi di Atas Logika Pasar
Kisah Tragis Kuburan Mobil di China: Ribuan Mobil Baru Dibiarkan Berkarat Akibat Perang Harga

Kekacauan ini berawal dari ambisi Beijing. Sebuah cetak biru kebijakan pada 2017 menetapkan target gila: memproduksi 35 juta kendaraan per tahun pada 2025.

Tergoda oleh subsidi dan didorong oleh tekanan politik, setiap pemerintah provinsi berlomba-lomba membangun pabrik mobil.

“Ketika ada arahan dari Beijing bahwa ini adalah industri strategis, setiap gubernur provinsi menginginkan pabrik mobil," kata Rupert Mitchell, analis yang pernah bekerja di sebuah startup EV China.

Hasilnya? Sebuah bencana kelebihan kapasitas. Menurut data, kapasitas pabrik mobil di China kini mampu memproduksi dua kali lipat dari 27,5 juta mobil yang mereka buat tahun lalu. Akibatnya, perang harga yang brutal dan merusak kini telah memasuki tahun ketiganya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Berita Terkini
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved