NHTSA Ungkap Peredaran Airbag Palsu dari China
Kamis, 25 September 2025 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
Para investigator mengklaim inflator perusahaan tersebut mengandung bahan kimia tidak stabil yang dapat terbakar saat digunakan, menyebabkan kantung udara mengembang secara tiba-tiba dan tak terkendali.
Menurut The Wall Street Journal (WSJ), yang pertama kali melaporkan investigasi ini, NHTSA telah mengaitkan DTN dengan tujuh insiden dan lima kematian yang melibatkan inflator kantung udara. Salah satu kematian terjadi pada awal Juli. Diketahui bahwa banyak bengkel dan teknisi mobil telah mengimpor inflator airbag murah ini dari luar negeri.
WSJ juga melaporkan bahwa produk DTN adalah tiruan yang hampir sepenuhnya meniru komponen asli, tetapi dijual dengan harga yang jauh lebih rendah, sepersepuluh dari harga asli.
"Produk palsu ini seringkali dibuat dengan bahan berkualitas rendah dan lebih rentan terhadap kegagalan karena hanya meniru rekayasa yang digunakan pada komponen asli," ujar Bob Stewart, presiden Dewan Anti-Pemalsuan Otomotif dan manajer perlindungan merek global di General Motors, kepada WSJ.
Isu ini pertama kali menarik perhatian publik di AS ketika keluarga Destiny Byassee, seorang perempuan berusia 22 tahun, mengajukan gugatan di Florida. Ibu muda itu tewas dalam kecelakaan saat mengemudi dengan kecepatan hanya 30 mph (48 km/jam) dengan Chevrolet Malibu 2020 miliknya.
Menurut The Wall Street Journal (WSJ), yang pertama kali melaporkan investigasi ini, NHTSA telah mengaitkan DTN dengan tujuh insiden dan lima kematian yang melibatkan inflator kantung udara. Salah satu kematian terjadi pada awal Juli. Diketahui bahwa banyak bengkel dan teknisi mobil telah mengimpor inflator airbag murah ini dari luar negeri.
WSJ juga melaporkan bahwa produk DTN adalah tiruan yang hampir sepenuhnya meniru komponen asli, tetapi dijual dengan harga yang jauh lebih rendah, sepersepuluh dari harga asli.
"Produk palsu ini seringkali dibuat dengan bahan berkualitas rendah dan lebih rentan terhadap kegagalan karena hanya meniru rekayasa yang digunakan pada komponen asli," ujar Bob Stewart, presiden Dewan Anti-Pemalsuan Otomotif dan manajer perlindungan merek global di General Motors, kepada WSJ.
Isu ini pertama kali menarik perhatian publik di AS ketika keluarga Destiny Byassee, seorang perempuan berusia 22 tahun, mengajukan gugatan di Florida. Ibu muda itu tewas dalam kecelakaan saat mengemudi dengan kecepatan hanya 30 mph (48 km/jam) dengan Chevrolet Malibu 2020 miliknya.
Lihat Juga :