Jurang Antara Target dan Realita: Gaikindo Ngotot Tembus 900 Ribu Unit, Berharap Obat Mujarab dari Pemerintah

Selasa, 30 September 2025 - 08:09 WIB
loading...
Jurang Antara Target...
Gaikindo tetap optimistis jika penjualan mobil di 2025 bisa mencapai 900 ribu unit dengan syarat tertentu. Foto: Geely Indonesia
A A A
JAKARTA - Di tengah data penjualan mobil nasional yang menunjukkan sinyal bahaya dengan tren penurunan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) justru mengambil sikap berani. Mereka bersikukuh mempertahankan target penjualan ambisius di angka 900 ribu unit untuk 2025.

Sikap optimistis ini dipegang teguh, meskipun jurang antara target dan realita di lapangan tampak semakin menganga lebar.

Ini adalah pertaruhan besar yang kini menggantungkan harapan pada "obat mujarab" dari pemerintah.

Optimisme vs Kalkulator

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengakui bahwa pasar otomotif saat ini penuh dengan tantangan. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk merevisi target yang telah ditetapkan. Baginya, menjaga nada positif adalah keharusan.

"Tidak ada (revisi target), masih tetap. Soal tercapai atau tidak tercapai, kita usahakan terus. Karena kita kan harus bikin tune positif," kata Kukuh di Jakarta, baru-baru ini.

Akan tetapi, kalkulator berbicara lain. Data penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) sepanjang Januari hingga Agustus 2025 tercatat hanya 500.951 unit. Angka ini tidak hanya jauh dari target, tetapi juga anjlok 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 560.552 unit.

Secara matematis, ini berarti industri harus menjual sekitar 400.000 unit mobil dalam empat bulan terakhir (September-Desember) untuk mencapai target 900 ribu.

Artinya, rata-rata penjualan per bulan harus menyentuh angka 100.000 unit.

Ini adalah "misi mustahil", mengingat fakta bahwa sepanjang tahun ini, penjualan bulanan bahkan tidak pernah mampu menembus angka 70.000 unit.

Jangankan target 900 ribu, mengejar angka penjualan tahun lalu yang "hanya" 865.753 unit pun tampaknya akan menjadi perjuangan yang sangat berat.

Menanti 'Obat Mujarab' Pendorong Daya Beli

Lantas, apa dasar optimisme Gaikindo? Jawabannya bukan terletak pada kondisi pasar saat ini, melainkan pada harapan akan adanya intervensi dari pemerintah.

Kukuh secara terbuka mengakui bahwa industri sangat membutuhkan stimulus untuk kembali menggairahkan daya beli masyarakat.

"Kalau ada obat mujarab yang segera bisa memberikan kondisi yang lebih baik, pastinya kita bisa naik. Mungkin kita tunggu kebijakan insentif jangka pendek hingga menengah ya, 2-3 tahun supaya ini segera naik," tuturnya.

Pernyataan ini mengubah optimisme Gaikindo dari prediksi pasar menjadi sebuah lobi kebijakan. Target 900 ribu unit yang mereka pertahankan kini terdengar bukan sebagai ramalan, melainkan sebagai sebuah seruan dan pengingat bagi pemerintah bahwa tanpa adanya "obat mujarab" berupa insentif, roda industri otomotif berisiko melambatlebihjauh.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barisan Mobil Terbaru...
Barisan Mobil Terbaru yang Akan Tampil di GIIAS 2026 Diumumkan
Data GAIKINDO 2026:...
Data GAIKINDO 2026: Sinyal Bahaya bagi Produsen yang Lambat Beradaptasi dengan Listrik
Geliat EV Menguat, BYD...
Geliat EV Menguat, BYD Bidik Peran Strategis di Pasar Indonesia
Gaikindo: Aturan TKDN...
Gaikindo: Aturan TKDN Mobil Listrik Tetap 40 Persen hingga 2026, Ini Dampaknya!
Pasar Mobil Berdarah,...
Pasar Mobil Berdarah, Ketua Gaikindo Baru Ngotot Target 850 Ribu Unit: Optimisme Buta atau Strategi Jitu?
Industri Otomotif Teriak...
Industri Otomotif Teriak Minta Bantuan: Mimpi Jual 1 Juta Mobil hanya Bisa Tercapai dengan Diskon Pajak
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Rekomendasi
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Berita Terkini
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved