Honda di Japan Mobility Show 2025: Antara Gemuruh Masa Depan dan Bayangan Tradisi yang Sulit Ditinggalkan
Rabu, 01 Oktober 2025 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Model Konsep Sepeda Motor Listrik (World Premiere): Honda berjanji sepeda motor listrik ini akan "menentang ide-ide konvensional" dan memberikan kejutan serta pengalaman baru. Ini adalah medan perang penting bagi Honda, mengingat dominasi mereka di pasar sepeda motor konvensional. Apakah mereka siap menggebrak atau hanya menampilkan inovasi yang tertahan?
Prototipe Honda e-MTB (World Premiere): Setelah konsepnya dipamerkan pada 2023, kini hadir versi produksi sepeda gunung listrik kelas atas ini. Dengan konsep "Ride Natural, Reach New Peaks", Honda ingin menyasar segmen electric mountain bike yang sedang berkembang. Sebuah langkah niche yang menunjukkan diversifikasi Honda di luar otomotif mainstream.
Di Antara Listrik dan Tradisi: Sebuah Dilema
Selain world premiere yang futuristik, Honda juga menampilkan model-model yang baru saja diluncurkan di pasar Jepang, menunjukkan transisi yang masih belum sepenuhnya lepas dari akarnya:
All-new Honda Prelude (Mulai dijual 5 September 2025 di Jepang): Sebuah nama legendaris kembali dari masa lalu. Prelude terbaru ini menggendong sistem hybrid e:HEV Honda yang lebih canggih. Honda menyebutnya sebagai "pembuka" bagi model sport spesial masa depan di era elektrifikasi. Ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa "kesenangan berkendara" bisa tetap hidup dengan sentuhan elektrifikasi, tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran.
N-ONE e: (Mulai dijual 12 September 2025 di Jepang): Sebuah mini-EV yang mewarisi desain menggemaskan dan kabin lapang dari Honda N360—cikal bakal mobil penumpang Honda. N-ONE e: menjanjikan kekuatan dan ketenangan khas EV. Model ini adalah pertaruhan Honda di segmen kei car listrik Jepang yang sangat kompetitif, di mana praktis dan harga terjangkau menjadi kunci.
CB1000F / CB1000F SE (Model Produksi Terencana): Honda belum sepenuhnya meninggalkan penggemar sepeda motor sport tradisional. Dua model baru dalam seri CB ini, CB1000F dan
CB1000F SE, akan dipamerkan, melanjutkan warisan "standar yang terus berkembang untuk sepeda motor sport". Ini adalah pengakuan bahwa meski masa depan adalah listrik, ada sebagian besar pasar yang masih mencintai deru mesin konvensional.
Prototipe Honda e-MTB (World Premiere): Setelah konsepnya dipamerkan pada 2023, kini hadir versi produksi sepeda gunung listrik kelas atas ini. Dengan konsep "Ride Natural, Reach New Peaks", Honda ingin menyasar segmen electric mountain bike yang sedang berkembang. Sebuah langkah niche yang menunjukkan diversifikasi Honda di luar otomotif mainstream.
Di Antara Listrik dan Tradisi: Sebuah Dilema
![Honda di Japan Mobility Show 2025: Antara Gemuruh Masa Depan dan Bayangan Tradisi yang Sulit Ditinggalkan]()
Selain world premiere yang futuristik, Honda juga menampilkan model-model yang baru saja diluncurkan di pasar Jepang, menunjukkan transisi yang masih belum sepenuhnya lepas dari akarnya:
All-new Honda Prelude (Mulai dijual 5 September 2025 di Jepang): Sebuah nama legendaris kembali dari masa lalu. Prelude terbaru ini menggendong sistem hybrid e:HEV Honda yang lebih canggih. Honda menyebutnya sebagai "pembuka" bagi model sport spesial masa depan di era elektrifikasi. Ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa "kesenangan berkendara" bisa tetap hidup dengan sentuhan elektrifikasi, tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran.
N-ONE e: (Mulai dijual 12 September 2025 di Jepang): Sebuah mini-EV yang mewarisi desain menggemaskan dan kabin lapang dari Honda N360—cikal bakal mobil penumpang Honda. N-ONE e: menjanjikan kekuatan dan ketenangan khas EV. Model ini adalah pertaruhan Honda di segmen kei car listrik Jepang yang sangat kompetitif, di mana praktis dan harga terjangkau menjadi kunci.
CB1000F / CB1000F SE (Model Produksi Terencana): Honda belum sepenuhnya meninggalkan penggemar sepeda motor sport tradisional. Dua model baru dalam seri CB ini, CB1000F dan
CB1000F SE, akan dipamerkan, melanjutkan warisan "standar yang terus berkembang untuk sepeda motor sport". Ini adalah pengakuan bahwa meski masa depan adalah listrik, ada sebagian besar pasar yang masih mencintai deru mesin konvensional.
Lihat Juga :