Honda di Japan Mobility Show 2025: Antara Gemuruh Masa Depan dan Bayangan Tradisi yang Sulit Ditinggalkan
Rabu, 01 Oktober 2025 - 11:37 WIB
loading...
Honda siap unjuk gigi dengan memamerkan berbagai inovasi di Japan Mobility Show 2025. Foto: Honda
A
A
A
TOKYO - Di tengah gemuruh sorotan dunia yang tertuju pada masa depan mobilitas, Honda Motor Co., Ltd. bersiap menggelar "peragaan kekuatan" di Japan Mobility Show 2025, yang akan dibuka untuk pers pada 29-30 Oktober dan publik pada 31 Oktober hingga 9 November.
Dengan empat world premiere menjanjikan, raksasa otomotif ini berambisi menampilkan visi komprehensifnya tentang "The Power of Dreams"—mulai dari jalanan, lautan, hingga angkasa.
Namun, di balik narasi ambisius ini, Honda menghadapi tantangan besar: bagaimana menyeimbangkan warisan teknologi internal combustion engine (ICE) yang legendaris dengan tuntutan revolusi elektrifikasi yang kini menggebrak industri.
Apakah pameran ini akan menjadi bukti adaptasi brilian, atau justru menampilkan Honda yang masih gamang di antara dua dunia?
![Honda di Japan Mobility Show 2025: Antara Gemuruh Masa Depan dan Bayangan Tradisi yang Sulit Ditinggalkan]()
Prototipe SUV Honda 0 Series (World Premiere): SUV baru yang akan memperluas lini "Honda 0 Series", diklaim akan memungkinkan lebih banyak orang merasakan nilai seri ini. Ini adalah langkah krusial Honda untuk mempercepat transisi elektrifikasi mereka. Pertanyaan besarnya, apakah SUV ini akan membawa inovasi yang signifikan atau hanya sekadar penambahan model di tengah pasar SUV listrik yang sudah jenuh?
![Honda di Japan Mobility Show 2025: Antara Gemuruh Masa Depan dan Bayangan Tradisi yang Sulit Ditinggalkan]()
Prototipe EV Ringkas (World Premiere): Dikembangkan dengan mengejar "kesenangan berkendara" khas Honda, prototipe ini sedang diuji coba di Jepang, Inggris, dan negara-negara Asia. Honda menjanjikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan kepraktisan luar biasa. Sebuah upaya untuk membuktikan bahwa mobil listrik tidak selalu membosankan, namun apakah ini cukup untuk menyaingi dominasi produsen lain di segmen EV ringkas?
Model Konsep Sepeda Motor Listrik (World Premiere): Honda berjanji sepeda motor listrik ini akan "menentang ide-ide konvensional" dan memberikan kejutan serta pengalaman baru. Ini adalah medan perang penting bagi Honda, mengingat dominasi mereka di pasar sepeda motor konvensional. Apakah mereka siap menggebrak atau hanya menampilkan inovasi yang tertahan?
Prototipe Honda e-MTB (World Premiere): Setelah konsepnya dipamerkan pada 2023, kini hadir versi produksi sepeda gunung listrik kelas atas ini. Dengan konsep "Ride Natural, Reach New Peaks", Honda ingin menyasar segmen electric mountain bike yang sedang berkembang. Sebuah langkah niche yang menunjukkan diversifikasi Honda di luar otomotif mainstream.
Di Antara Listrik dan Tradisi: Sebuah Dilema
Selain world premiere yang futuristik, Honda juga menampilkan model-model yang baru saja diluncurkan di pasar Jepang, menunjukkan transisi yang masih belum sepenuhnya lepas dari akarnya:
All-new Honda Prelude (Mulai dijual 5 September 2025 di Jepang): Sebuah nama legendaris kembali dari masa lalu. Prelude terbaru ini menggendong sistem hybrid e:HEV Honda yang lebih canggih. Honda menyebutnya sebagai "pembuka" bagi model sport spesial masa depan di era elektrifikasi. Ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa "kesenangan berkendara" bisa tetap hidup dengan sentuhan elektrifikasi, tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran.
N-ONE e: (Mulai dijual 12 September 2025 di Jepang): Sebuah mini-EV yang mewarisi desain menggemaskan dan kabin lapang dari Honda N360—cikal bakal mobil penumpang Honda. N-ONE e: menjanjikan kekuatan dan ketenangan khas EV. Model ini adalah pertaruhan Honda di segmen kei car listrik Jepang yang sangat kompetitif, di mana praktis dan harga terjangkau menjadi kunci.
CB1000F / CB1000F SE (Model Produksi Terencana): Honda belum sepenuhnya meninggalkan penggemar sepeda motor sport tradisional. Dua model baru dalam seri CB ini, CB1000F dan
CB1000F SE, akan dipamerkan, melanjutkan warisan "standar yang terus berkembang untuk sepeda motor sport". Ini adalah pengakuan bahwa meski masa depan adalah listrik, ada sebagian besar pasar yang masih mencintai deru mesin konvensional.
Menjelajah Luar Angkasa: Ambisi Karbon Netral yang Spektakuler
Yang paling mencolok dari visi jangka panjang Honda adalah ambisi mereka di luar angkasa.
Perusahaan ini akan memamerkan model eksperimental roket berkelanjutan yang berhasil melakukan uji peluncuran dan pendaratan di Hokkaido pada Juni 2025. Roket ini dikembangkan dengan teknologi yang memungkinkan daur ulang serta penggunaan bahan bakar terbarukan, sebagai bagian dari visi Honda menuju masyarakat karbon netral.
"Honda terus menghadapi tantangan untuk memperbesar kemungkinan bagi manusia dan masyarakat melalui produk dan layanannya," demikian narasi perusahaan yang ambisius.
Pameran Honda di Japan Mobility Show 2025 adalah paradoks. Di satu sisi, ada visi roket dan kendaraan listrik yang berani, menunjukkan komitmen terhadap masa depan hijau.
Di sisi lain, ada upaya keras untuk mempertahankan warisan dan "kesenangan berkendara" yang lekat dengan mesin konvensional.
Pertanyaannya, apakah Honda akan mampu menyatukan kedua dunia ini secara harmonis, ataukah mereka akan terus terombang-ambing antara kejayaan masa lalu dan tuntutan masa depan yang serba listrik? Panggung Tokyo akan menjadi saksi.
Dengan empat world premiere menjanjikan, raksasa otomotif ini berambisi menampilkan visi komprehensifnya tentang "The Power of Dreams"—mulai dari jalanan, lautan, hingga angkasa.
Namun, di balik narasi ambisius ini, Honda menghadapi tantangan besar: bagaimana menyeimbangkan warisan teknologi internal combustion engine (ICE) yang legendaris dengan tuntutan revolusi elektrifikasi yang kini menggebrak industri.
Apakah pameran ini akan menjadi bukti adaptasi brilian, atau justru menampilkan Honda yang masih gamang di antara dua dunia?
Empat Debut Dunia: Janji Keunggulan yang Diuji Realitas
Sorotan utama Honda akan tertuju pada empat model konsep dan prototipe yang pertama kali diperkenalkan ke publik global:
Prototipe SUV Honda 0 Series (World Premiere): SUV baru yang akan memperluas lini "Honda 0 Series", diklaim akan memungkinkan lebih banyak orang merasakan nilai seri ini. Ini adalah langkah krusial Honda untuk mempercepat transisi elektrifikasi mereka. Pertanyaan besarnya, apakah SUV ini akan membawa inovasi yang signifikan atau hanya sekadar penambahan model di tengah pasar SUV listrik yang sudah jenuh?

Prototipe EV Ringkas (World Premiere): Dikembangkan dengan mengejar "kesenangan berkendara" khas Honda, prototipe ini sedang diuji coba di Jepang, Inggris, dan negara-negara Asia. Honda menjanjikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan kepraktisan luar biasa. Sebuah upaya untuk membuktikan bahwa mobil listrik tidak selalu membosankan, namun apakah ini cukup untuk menyaingi dominasi produsen lain di segmen EV ringkas?
Model Konsep Sepeda Motor Listrik (World Premiere): Honda berjanji sepeda motor listrik ini akan "menentang ide-ide konvensional" dan memberikan kejutan serta pengalaman baru. Ini adalah medan perang penting bagi Honda, mengingat dominasi mereka di pasar sepeda motor konvensional. Apakah mereka siap menggebrak atau hanya menampilkan inovasi yang tertahan?
Prototipe Honda e-MTB (World Premiere): Setelah konsepnya dipamerkan pada 2023, kini hadir versi produksi sepeda gunung listrik kelas atas ini. Dengan konsep "Ride Natural, Reach New Peaks", Honda ingin menyasar segmen electric mountain bike yang sedang berkembang. Sebuah langkah niche yang menunjukkan diversifikasi Honda di luar otomotif mainstream.
Di Antara Listrik dan Tradisi: Sebuah Dilema
![Honda di Japan Mobility Show 2025: Antara Gemuruh Masa Depan dan Bayangan Tradisi yang Sulit Ditinggalkan]()
Selain world premiere yang futuristik, Honda juga menampilkan model-model yang baru saja diluncurkan di pasar Jepang, menunjukkan transisi yang masih belum sepenuhnya lepas dari akarnya:
All-new Honda Prelude (Mulai dijual 5 September 2025 di Jepang): Sebuah nama legendaris kembali dari masa lalu. Prelude terbaru ini menggendong sistem hybrid e:HEV Honda yang lebih canggih. Honda menyebutnya sebagai "pembuka" bagi model sport spesial masa depan di era elektrifikasi. Ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa "kesenangan berkendara" bisa tetap hidup dengan sentuhan elektrifikasi, tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran.
N-ONE e: (Mulai dijual 12 September 2025 di Jepang): Sebuah mini-EV yang mewarisi desain menggemaskan dan kabin lapang dari Honda N360—cikal bakal mobil penumpang Honda. N-ONE e: menjanjikan kekuatan dan ketenangan khas EV. Model ini adalah pertaruhan Honda di segmen kei car listrik Jepang yang sangat kompetitif, di mana praktis dan harga terjangkau menjadi kunci.
CB1000F / CB1000F SE (Model Produksi Terencana): Honda belum sepenuhnya meninggalkan penggemar sepeda motor sport tradisional. Dua model baru dalam seri CB ini, CB1000F dan
CB1000F SE, akan dipamerkan, melanjutkan warisan "standar yang terus berkembang untuk sepeda motor sport". Ini adalah pengakuan bahwa meski masa depan adalah listrik, ada sebagian besar pasar yang masih mencintai deru mesin konvensional.
Menjelajah Luar Angkasa: Ambisi Karbon Netral yang Spektakuler
![Honda di Japan Mobility Show 2025: Antara Gemuruh Masa Depan dan Bayangan Tradisi yang Sulit Ditinggalkan]()
Yang paling mencolok dari visi jangka panjang Honda adalah ambisi mereka di luar angkasa. 
Perusahaan ini akan memamerkan model eksperimental roket berkelanjutan yang berhasil melakukan uji peluncuran dan pendaratan di Hokkaido pada Juni 2025. Roket ini dikembangkan dengan teknologi yang memungkinkan daur ulang serta penggunaan bahan bakar terbarukan, sebagai bagian dari visi Honda menuju masyarakat karbon netral.
"Honda terus menghadapi tantangan untuk memperbesar kemungkinan bagi manusia dan masyarakat melalui produk dan layanannya," demikian narasi perusahaan yang ambisius.
Pameran Honda di Japan Mobility Show 2025 adalah paradoks. Di satu sisi, ada visi roket dan kendaraan listrik yang berani, menunjukkan komitmen terhadap masa depan hijau.
Di sisi lain, ada upaya keras untuk mempertahankan warisan dan "kesenangan berkendara" yang lekat dengan mesin konvensional.
Pertanyaannya, apakah Honda akan mampu menyatukan kedua dunia ini secara harmonis, ataukah mereka akan terus terombang-ambing antara kejayaan masa lalu dan tuntutan masa depan yang serba listrik? Panggung Tokyo akan menjadi saksi.
(dan)
Lihat Juga :