BYD Lengkapi Armada, Kini Mampu Mengekspor 1 Juta Mobil per Tahun
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 08:07 WIB
loading...
BYD Lengkapi Armada. FOTO/ Daily
A
A
A
BEIJING - BYD t erus memperkuat posisinya sebagai raksasa otomotif global dengan berhasil menyelesaikan armada delapan kapal pengangkut kendaraan (RoRo).
BACA JUGA - BYD Denza D9: Kecanggihan BYD, Kenyamanan Alphard, dan Kelegaan Staria
Hal ini memungkinkan perusahaan mencapai kapasitas ekspor lebih dari 1 juta mobil per tahun. Kapal terakhir, BYD Jinan, mulai beroperasi minggu lalu setelah diserahterimakan secara resmi.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, BYD telah berhasil menyelesaikan seluruh armada lautnya, yang terdiri dari:
BYD Explorer No.1
BYD Hefei
BYD Changzhou
BYD Shenzhen
BYD Xi’an
BYD Changsha
BYD Zhengzhou
BYD Jinan
Setiap kapal memiliki kapasitas antara 7.200 dan 9.000 mobil. Misalnya, BYD Hefei saat ini sedang membongkar kendaraan di Eropa, sementara BYD Xi’an diperkirakan akan tiba di Barcelona minggu ini.
Menariknya, ekspor BYD kini tak hanya dari pabrik-pabrik di China. Untuk pertama kalinya, BYD Zhengzhou, dengan kapasitas 7.000 kendaraan, mengirimkan mobil setir kanan (RHD) dari pabrik BYD di Thailand langsung ke Inggris, sebelum menuju Belgia. Keuntungan utama dari strategi ini adalah Thailand tidak dikenakan tarif tambahan sebesar 17% yang diberlakukan Uni Eropa (UE) untuk mobil listrik buatan Tiongkok, di samping pajak sebesar 10% yang sudah ada.
Selain itu, BYD juga memperluas operasi globalnya dengan:
Pabrik di Brasil (hatchback Seagull pertama selesai dibangun pada Juli 2025)
Pabrik perakitan di Uzbekistan (beroperasi sejak Juni 2024)
Pabrik di Hongaria (Szeged, dijadwalkan beroperasi penuh pada 2026)
Proyek pabrik EV di Pakistan (beroperasi mulai 2026)
Sebagian besar pabrik di luar negeri ini menggunakan sistem knock-down kit (KD), di mana komponen kendaraan didatangkan dari China untuk dirakit di lokasi. Namun, BYD bersikeras ingin meningkatkan tingkat lokalisasi produksi.
Di pasar domestik, BYD mengalami penurunan penjualan sebesar 22% pada bulan Agustus (284.005 unit). Namun, penjualan luar negeri melonjak 157% menjadi 80.813 unit, sehingga meredam penurunan di pasar Tiongkok.
Untuk tahun 2025, BYD menargetkan 20% penjualannya berasal dari pasar di luar China, dengan target 1 juta unit. Dari Januari hingga September tahun ini saja, BYD telah mencatat 697.072 unit penjualan di luar negeri, mendekati target tahunan.
BACA JUGA - BYD Denza D9: Kecanggihan BYD, Kenyamanan Alphard, dan Kelegaan Staria
Hal ini memungkinkan perusahaan mencapai kapasitas ekspor lebih dari 1 juta mobil per tahun. Kapal terakhir, BYD Jinan, mulai beroperasi minggu lalu setelah diserahterimakan secara resmi.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, BYD telah berhasil menyelesaikan seluruh armada lautnya, yang terdiri dari:
BYD Explorer No.1
BYD Hefei
BYD Changzhou
BYD Shenzhen
BYD Xi’an
BYD Changsha
BYD Zhengzhou
BYD Jinan
Setiap kapal memiliki kapasitas antara 7.200 dan 9.000 mobil. Misalnya, BYD Hefei saat ini sedang membongkar kendaraan di Eropa, sementara BYD Xi’an diperkirakan akan tiba di Barcelona minggu ini.
Menariknya, ekspor BYD kini tak hanya dari pabrik-pabrik di China. Untuk pertama kalinya, BYD Zhengzhou, dengan kapasitas 7.000 kendaraan, mengirimkan mobil setir kanan (RHD) dari pabrik BYD di Thailand langsung ke Inggris, sebelum menuju Belgia. Keuntungan utama dari strategi ini adalah Thailand tidak dikenakan tarif tambahan sebesar 17% yang diberlakukan Uni Eropa (UE) untuk mobil listrik buatan Tiongkok, di samping pajak sebesar 10% yang sudah ada.
Selain itu, BYD juga memperluas operasi globalnya dengan:
Pabrik di Brasil (hatchback Seagull pertama selesai dibangun pada Juli 2025)
Pabrik perakitan di Uzbekistan (beroperasi sejak Juni 2024)
Pabrik di Hongaria (Szeged, dijadwalkan beroperasi penuh pada 2026)
Proyek pabrik EV di Pakistan (beroperasi mulai 2026)
Sebagian besar pabrik di luar negeri ini menggunakan sistem knock-down kit (KD), di mana komponen kendaraan didatangkan dari China untuk dirakit di lokasi. Namun, BYD bersikeras ingin meningkatkan tingkat lokalisasi produksi.
Di pasar domestik, BYD mengalami penurunan penjualan sebesar 22% pada bulan Agustus (284.005 unit). Namun, penjualan luar negeri melonjak 157% menjadi 80.813 unit, sehingga meredam penurunan di pasar Tiongkok.
Untuk tahun 2025, BYD menargetkan 20% penjualannya berasal dari pasar di luar China, dengan target 1 juta unit. Dari Januari hingga September tahun ini saja, BYD telah mencatat 697.072 unit penjualan di luar negeri, mendekati target tahunan.
(wbs)
Lihat Juga :