General Motors Ciptakan Pelek Mobil Berteknologi Supercanggih
Senin, 06 Oktober 2025 - 20:09 WIB
loading...
Pelek Mobil Berteknologi Supercanggih GM. FOTO/ DOK GENERAL MOTORS
A
A
A
NEW YORK - General Motors (GM) baru-baru ini mengajukan paten untuk teknologi pelek baru yang menggabungkan logam dan material komposit.
Menurut dokumen yang diterbitkan oleh Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada 10 Oktober, desain ini berpotensi mengurangi bobot dan biaya material, sehingga membuka peluang untuk pelek yang lebih inovatif dan ekonomis.
BACA JUGA - Hummer Dilecehkan Iran, General Motors Hadirkan EMCV
Kebanyakan pelek kendaraan produksi saat ini diproduksi seluruhnya dari aluminium atau baja, baik melalui proses pengecoran maupun penempaan. Namun, GM mengusulkan pendekatan dua komponen di mana laras pelek masih terbuat dari logam, sementara permukaan pelek dan jari-jarinya menggunakan FRP (polimer yang diperkuat serat) komposit yang dapat mengandung serat karbon.
Uniknya, jari-jari pelek ini juga dapat dirancang berongga, sehingga memungkinkan penambahan sisipan logam untuk meningkatkan kekuatan struktural.
Komponen logam dan komposit dapat disambungkan melalui perekat, pengencang logam, atau teknik over-molding di mana material komposit dicetak langsung ke laras logam dengan material mengalir ke dalam slot atau lubang yang tersedia.
Beberapa mobil performa tinggi seperti Chevrolet Corvette Z06 sudah menawarkan velg serat karbon penuh yang lebih ringan daripada velg logam. Namun, GM yakin bahwa desain hibrida ini dapat memberikan ketahanan benturan yang lebih baik dan lebih mudah diperbaiki karena bagian laras yang paling rentan rusak masih terbuat dari logam.
Selain itu, GM menekankan bahwa jenis velg ini tetap dapat terlihat seperti velg serat karbon penuh, dan bahkan memberikan kebebasan desain yang lebih besar kepada para desainer, termasuk kemungkinan untuk menonjolkan jari-jari dengan sentuhan akhir serat karbon alami.
Meskipun ide ini dipandang sebagai kompromi yang cerdas antara kekuatan logam dan keunggulan ringan serat karbon, perlu dicatat bahwa pengajuan paten bukanlah jaminan bahwa produk tersebut akan memasuki jalur produksi. Untuk saat ini, ini masih sekadar konsep teknologi yang bisa menjadi bagian dari pelek otomotif masa depan jika GM mengejarnya.
Menurut dokumen yang diterbitkan oleh Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada 10 Oktober, desain ini berpotensi mengurangi bobot dan biaya material, sehingga membuka peluang untuk pelek yang lebih inovatif dan ekonomis.
BACA JUGA - Hummer Dilecehkan Iran, General Motors Hadirkan EMCV
Kebanyakan pelek kendaraan produksi saat ini diproduksi seluruhnya dari aluminium atau baja, baik melalui proses pengecoran maupun penempaan. Namun, GM mengusulkan pendekatan dua komponen di mana laras pelek masih terbuat dari logam, sementara permukaan pelek dan jari-jarinya menggunakan FRP (polimer yang diperkuat serat) komposit yang dapat mengandung serat karbon.
Uniknya, jari-jari pelek ini juga dapat dirancang berongga, sehingga memungkinkan penambahan sisipan logam untuk meningkatkan kekuatan struktural.
Komponen logam dan komposit dapat disambungkan melalui perekat, pengencang logam, atau teknik over-molding di mana material komposit dicetak langsung ke laras logam dengan material mengalir ke dalam slot atau lubang yang tersedia.
Beberapa mobil performa tinggi seperti Chevrolet Corvette Z06 sudah menawarkan velg serat karbon penuh yang lebih ringan daripada velg logam. Namun, GM yakin bahwa desain hibrida ini dapat memberikan ketahanan benturan yang lebih baik dan lebih mudah diperbaiki karena bagian laras yang paling rentan rusak masih terbuat dari logam.
Selain itu, GM menekankan bahwa jenis velg ini tetap dapat terlihat seperti velg serat karbon penuh, dan bahkan memberikan kebebasan desain yang lebih besar kepada para desainer, termasuk kemungkinan untuk menonjolkan jari-jari dengan sentuhan akhir serat karbon alami.
Meskipun ide ini dipandang sebagai kompromi yang cerdas antara kekuatan logam dan keunggulan ringan serat karbon, perlu dicatat bahwa pengajuan paten bukanlah jaminan bahwa produk tersebut akan memasuki jalur produksi. Untuk saat ini, ini masih sekadar konsep teknologi yang bisa menjadi bagian dari pelek otomotif masa depan jika GM mengejarnya.
(wbs)
Lihat Juga :