Pasar Mobil Listrik AS Tertinggal dari China & Eropa Akibat Perang Politik
Selasa, 07 Oktober 2025 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Di Inggris, penjualan mobil listrik dan hibrida sudah mencapai hampir 30% dari total penjualan mobil baru tahun lalu.
Di Eropa, angkanya mencapai satu dari lima mobil yang terjual (sekitar 20%).
Dan di China, pasar mobil terbesar di dunia, angkanya sungguh mencengangkan: hampir separuh (mendekati 50%) dari total penjualan tahun lalu adalah mobil listrik, dan diperkirakan akan menjadi mayoritas tahun ini.
Negara-negara lain seperti Norwegia dan Nepal bahkan memiliki tingkat adopsi yang lebih tinggi lagi. Amerika, dengan segala kekuatan ekonominya, tampak seperti raksasa yang tertidur.
Dijegal oleh Politik dan Harga Selangit
Analis menunjuk dua biang keladi utama: dukungan pemerintah yang lemah dan perang politik internal. Di satu sisi, pemerintahan Joe Biden mati-matian mendorong adopsi mobil listrik dengan target ambisius: separuh dari total penjualan mobil pada tahun 2030 harus listrik.
Miliaran dolar digelontorkan untuk membangun stasiun pengisian daya dan subsidi USD7.500 diberikan sebagai "gula-gula" bagi pembeli.
Namun, di sisi lain, Donald Trump secara terbuka melawan kebijakan ini. Ia menyebut perubahan iklim sebagai "penipuan" dan berjanji akan menghapus banyak kebijakan pro-EV, termasuk subsidi USD7.500. "Kami katakan... Anda tidak akan dipaksa untuk membuat semua mobil itu," kata Trump musim panas ini. "Anda bisa membuatnya, tetapi biarkan pasar yang menilainya."
Masalah kedua adalah harga. Mobil listrik di Amerika masih merupakan barang mewah. Pada Agustus, harga transaksi rata-rata untuk mobil listrik adalah lebih dari Rp950 juta, sekitar 16% lebih mahal dari rata-rata semua mobil.
Di Eropa, angkanya mencapai satu dari lima mobil yang terjual (sekitar 20%).
Dan di China, pasar mobil terbesar di dunia, angkanya sungguh mencengangkan: hampir separuh (mendekati 50%) dari total penjualan tahun lalu adalah mobil listrik, dan diperkirakan akan menjadi mayoritas tahun ini.
Negara-negara lain seperti Norwegia dan Nepal bahkan memiliki tingkat adopsi yang lebih tinggi lagi. Amerika, dengan segala kekuatan ekonominya, tampak seperti raksasa yang tertidur.
Dijegal oleh Politik dan Harga Selangit
![Pasar Mobil Listrik AS Tertinggal dari China & Eropa Akibat Perang Politik]()
Analis menunjuk dua biang keladi utama: dukungan pemerintah yang lemah dan perang politik internal. Di satu sisi, pemerintahan Joe Biden mati-matian mendorong adopsi mobil listrik dengan target ambisius: separuh dari total penjualan mobil pada tahun 2030 harus listrik. .jpg)
Miliaran dolar digelontorkan untuk membangun stasiun pengisian daya dan subsidi USD7.500 diberikan sebagai "gula-gula" bagi pembeli.
Namun, di sisi lain, Donald Trump secara terbuka melawan kebijakan ini. Ia menyebut perubahan iklim sebagai "penipuan" dan berjanji akan menghapus banyak kebijakan pro-EV, termasuk subsidi USD7.500. "Kami katakan... Anda tidak akan dipaksa untuk membuat semua mobil itu," kata Trump musim panas ini. "Anda bisa membuatnya, tetapi biarkan pasar yang menilainya."
Masalah kedua adalah harga. Mobil listrik di Amerika masih merupakan barang mewah. Pada Agustus, harga transaksi rata-rata untuk mobil listrik adalah lebih dari Rp950 juta, sekitar 16% lebih mahal dari rata-rata semua mobil.
Lihat Juga :