Akio Toyoda Akui Mobil Listrik Akan Membuat Pekerja Bidang Otomotif Jadi Pengangguran
Kamis, 16 Oktober 2025 - 07:38 WIB
loading...
Akio Toyoda, FOTO/ Toyota
A
A
A
TOKYO - Ketua Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, telah mengeluarkan peringatan kerasbahwa masa depan industri otomotif yang hanya bergantung pada kendaraan listrik (EV) dapat mengakibatkan lebih dari 5,5 juta warga Jepang kehilangan pekerjaan.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Universitas Nagoya di Jepang, saat peresmian patung untuk mengenang ayahnya, Shoichiro Toyoda, yang merupakan tokoh kunci dalam pengembangan Toyota pascaperang.
“Ada sekitar 5,5 juta orang yang terlibat dalam industri otomotif Jepang. Banyak dari mereka telah lama bekerja di sektor mesin pembakaran internal (ICE). Jika EV menjadi satu-satunya pilihan, termasuk bagi para pemasok, pekerjaan mereka akan hilang,” ujarnya seperti dilansir dari Carscoops.
Toyoda juga menekankan bahwa ia masih mendukung kendaraan bertenaga bensin dan percaya bahwa dunia tidak boleh terlalu cepat meninggalkan teknologi mesin pembakaran internal yang telah terbukti.
Menurut Reuters, pernyataan tersebut sejalan dengan pendiriannya yang kerap mempertanyakan kebijakan pemerintah yang terlalu menekan produsen untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang mendalam.
Pendekatan Seimbang Menuju Netral KarbonAkio Toyoda telah berulang kali menekankan bahwa upaya menuju netralitas karbon tidak harus dicapai hanya melalui kendaraan listrik. Sebaliknya, ia meyakini pendekatan yang lebih seimbang yang melibatkan hibrida, hidrogen, dan mesin pembakaran bersih.
Ia juga sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika semua kendaraan di Jepang bertenaga listrik, negara tersebut dapat menghadapi kekurangan listrik selama musim panas akibat permintaan energi yang berlebihan.
Meskipun mendapat kritik dari beberapa pihak dan investor yang merasa pandangan Toyoda sudah ketinggalan zaman, Toyota kini menikmati keuntungan di pasar global. Sementara produsen lain seperti Ford, GM, dan Volvo mulai mengevaluasi kembali strategi kendaraan listrik mereka karena penurunan permintaan, Toyota telah mencatat penjualan yang kuat melalui jajaran kendaraan hibridanya yang terus berkembang.
Pada tahun 2024, Toyota muncul sebagai produsen kendaraan terlaris di Amerika Serikat, membuktikan bahwa pendekatan “multi-jalur” yang menggabungkan teknologi bensin, hibrida, dan EV masih relevan bagi konsumen umum.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Universitas Nagoya di Jepang, saat peresmian patung untuk mengenang ayahnya, Shoichiro Toyoda, yang merupakan tokoh kunci dalam pengembangan Toyota pascaperang.
“Ada sekitar 5,5 juta orang yang terlibat dalam industri otomotif Jepang. Banyak dari mereka telah lama bekerja di sektor mesin pembakaran internal (ICE). Jika EV menjadi satu-satunya pilihan, termasuk bagi para pemasok, pekerjaan mereka akan hilang,” ujarnya seperti dilansir dari Carscoops.
Toyoda juga menekankan bahwa ia masih mendukung kendaraan bertenaga bensin dan percaya bahwa dunia tidak boleh terlalu cepat meninggalkan teknologi mesin pembakaran internal yang telah terbukti.
Menurut Reuters, pernyataan tersebut sejalan dengan pendiriannya yang kerap mempertanyakan kebijakan pemerintah yang terlalu menekan produsen untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang mendalam.
Pendekatan Seimbang Menuju Netral KarbonAkio Toyoda telah berulang kali menekankan bahwa upaya menuju netralitas karbon tidak harus dicapai hanya melalui kendaraan listrik. Sebaliknya, ia meyakini pendekatan yang lebih seimbang yang melibatkan hibrida, hidrogen, dan mesin pembakaran bersih.
Ia juga sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika semua kendaraan di Jepang bertenaga listrik, negara tersebut dapat menghadapi kekurangan listrik selama musim panas akibat permintaan energi yang berlebihan.
Meskipun mendapat kritik dari beberapa pihak dan investor yang merasa pandangan Toyoda sudah ketinggalan zaman, Toyota kini menikmati keuntungan di pasar global. Sementara produsen lain seperti Ford, GM, dan Volvo mulai mengevaluasi kembali strategi kendaraan listrik mereka karena penurunan permintaan, Toyota telah mencatat penjualan yang kuat melalui jajaran kendaraan hibridanya yang terus berkembang.
Pada tahun 2024, Toyota muncul sebagai produsen kendaraan terlaris di Amerika Serikat, membuktikan bahwa pendekatan “multi-jalur” yang menggabungkan teknologi bensin, hibrida, dan EV masih relevan bagi konsumen umum.
(wbs)
Lihat Juga :