Subaru STI Listrik dan Hybrid Siap Tampil di Japan Mobility Show 2025
Kamis, 16 Oktober 2025 - 23:22 WIB
loading...
Subaru STI Listrik dan Hybrid Siap Tampil di Japan Mobility Show 2025. FOTO/ SUBARU
A
A
A
JAKARTA - Setelah hampir lima tahun tanpa kehadiran versi STI, Subaru kini memberikan tanda-tanda bahwa era baru untuk model performa tinggi akan segera dimulai kembali.
Di Japan Mobility Show akhir Oktober nanti, Subaru akan memperkenalkan dua konsep bertema STI – satu sepenuhnya bertenaga listrik, sementara yang lainnya tetap menggunakan mesin boxer ikonis Subaru sebagai basisnya.
Meskipun Subaru dikenal sering menggoda penggemar dengan model konsep yang jarang diproduksi, kali ini tanda-tandanya terlihat lebih meyakinkan.
Dua model yang akan ditampilkan adalah Performance-E STI Concept dan Performance-B STI Concept, masing-masing menggambarkan dua arah berbeda untuk masa depan STI.
Model Performance-E STI disebut-sebut mewakili masa depan segmen performa Subaru yang menggabungkan desain yang menarik dengan kepraktisan sehari-hari.
Gambar yang baru dirilis menunjukkan bagian depan dengan lampu depan tipis, mirip dengan desain Tesla Model 3, dan bentuk hatchback yang menandai perubahan dari tradisi sedan WRX selama bertahun-tahun.
Sementara itu, Konsep Performance-B STI mengambil pendekatan yang lebih konvensional namun tetap agresif.
Berdasarkan bentuknya, model ini menyerupai WRX atau Levorg, mobil station wagon performa tinggi yang dijual di Jepang, dengan sayap belakang yang besar dan garis atap yang panjang.
Subaru mengatakan model ini "menyeimbangkan tenaga dan kepraktisan" dan "secara fleksibel menggabungkan teknologi yang ada," termasuk mesin boxer dan sistem penggerak semua roda simetris. Indikasi bahwa mesin tersebut digunakan sebagai "basis" jelas menandakan sistem hibrida.
Dengan tren saat ini di mana beberapa produsen mulai melonggarkan target mereka untuk kendaraan listrik penuh, langkah Subaru dipandang strategis.
Penggunaan sistem hibrida tidak hanya mengurangi tekanan standar emisi global, tetapi juga memberi Subaru kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat STI dalam bentuk yang lebih modern dan berkelanjutan.
Namun, jika memang benar proyek STI generasi baru pernah dihentikan, proses menghidupkannya kembali mungkin membutuhkan waktu.
Namun, rumor tentang pengembangan model STI baru yang telah beredar sejak tahun lalu kini tampaknya semakin menguat.
Mungkin, salah satu dari dua model konsep di Jepang akan menjadi petunjuk kebangkitan legendaris STI yang telah dinantikan oleh para penggemar di seluruh dunia.
Di Japan Mobility Show akhir Oktober nanti, Subaru akan memperkenalkan dua konsep bertema STI – satu sepenuhnya bertenaga listrik, sementara yang lainnya tetap menggunakan mesin boxer ikonis Subaru sebagai basisnya.
Meskipun Subaru dikenal sering menggoda penggemar dengan model konsep yang jarang diproduksi, kali ini tanda-tandanya terlihat lebih meyakinkan.
Dua model yang akan ditampilkan adalah Performance-E STI Concept dan Performance-B STI Concept, masing-masing menggambarkan dua arah berbeda untuk masa depan STI.
Model Performance-E STI disebut-sebut mewakili masa depan segmen performa Subaru yang menggabungkan desain yang menarik dengan kepraktisan sehari-hari.
Gambar yang baru dirilis menunjukkan bagian depan dengan lampu depan tipis, mirip dengan desain Tesla Model 3, dan bentuk hatchback yang menandai perubahan dari tradisi sedan WRX selama bertahun-tahun.
Sementara itu, Konsep Performance-B STI mengambil pendekatan yang lebih konvensional namun tetap agresif.
Berdasarkan bentuknya, model ini menyerupai WRX atau Levorg, mobil station wagon performa tinggi yang dijual di Jepang, dengan sayap belakang yang besar dan garis atap yang panjang.
Subaru mengatakan model ini "menyeimbangkan tenaga dan kepraktisan" dan "secara fleksibel menggabungkan teknologi yang ada," termasuk mesin boxer dan sistem penggerak semua roda simetris. Indikasi bahwa mesin tersebut digunakan sebagai "basis" jelas menandakan sistem hibrida.
Dengan tren saat ini di mana beberapa produsen mulai melonggarkan target mereka untuk kendaraan listrik penuh, langkah Subaru dipandang strategis.
Penggunaan sistem hibrida tidak hanya mengurangi tekanan standar emisi global, tetapi juga memberi Subaru kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat STI dalam bentuk yang lebih modern dan berkelanjutan.
Namun, jika memang benar proyek STI generasi baru pernah dihentikan, proses menghidupkannya kembali mungkin membutuhkan waktu.
Namun, rumor tentang pengembangan model STI baru yang telah beredar sejak tahun lalu kini tampaknya semakin menguat.
Mungkin, salah satu dari dua model konsep di Jepang akan menjadi petunjuk kebangkitan legendaris STI yang telah dinantikan oleh para penggemar di seluruh dunia.
(wbs)
Lihat Juga :