Mengejutkan, Data 800.000 Mobil Menunjukkan Plug-in Hybrid Ternyata Sama Kotornya dengan Bensin
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Ilusi Mode Listrik: Bahkan saat dioperasikan dalam mode "listrik", laporan menemukan bahwa mesin bensin tetap menyala untuk menopang motor listrik selama hampir sepertiga (1/3) dari jarak yang ditempuh.
SofĂa Navas Gohlke, peneliti di Transport and Environment dan salah satu penulis laporan, menyatakan:
"Emisi di dunia nyata terus naik, sementara emisi resmi terus turun. Kesenjangan ini semakin parah dan ini adalah masalah nyata. Akibatnya, PHEV menghasilkan polusi yang hampir sama banyaknya dengan mobil bensin."
Penghindaran Denda Korporasi: Laporan menghitung bahwa klaim emisi yang direkayasa rendah ini telah memungkinkan empat grup produsen mobil besar untuk menghindari potensi denda lebih dari 5 miliar Euro (Rp86 triliun) antara tahun 2021 dan 2023.
Angka ini merupakan subsidi tersembunyi yang didapat dari celah regulasi.
Beban Konsumen: Konsumen yang membeli PHEV dengan asumsi efisiensi bahan bakar yang tinggi ternyata harus membayar sekitar 500 Euro (Rp8,6 juta) lebih mahal per tahun untuk biaya operasional (bahan bakar) dibandingkan ekspektasi yang diciptakan oleh uji laboratorium.
SofĂa Navas Gohlke, peneliti di Transport and Environment dan salah satu penulis laporan, menyatakan:
"Emisi di dunia nyata terus naik, sementara emisi resmi terus turun. Kesenjangan ini semakin parah dan ini adalah masalah nyata. Akibatnya, PHEV menghasilkan polusi yang hampir sama banyaknya dengan mobil bensin."
Implikasi Finansial dan Risiko Regulasi
Data ini memiliki konsekuensi finansial langsung yang sangat besar, baik bagi korporasi maupun konsumen.Penghindaran Denda Korporasi: Laporan menghitung bahwa klaim emisi yang direkayasa rendah ini telah memungkinkan empat grup produsen mobil besar untuk menghindari potensi denda lebih dari 5 miliar Euro (Rp86 triliun) antara tahun 2021 dan 2023.
Angka ini merupakan subsidi tersembunyi yang didapat dari celah regulasi.
Beban Konsumen: Konsumen yang membeli PHEV dengan asumsi efisiensi bahan bakar yang tinggi ternyata harus membayar sekitar 500 Euro (Rp8,6 juta) lebih mahal per tahun untuk biaya operasional (bahan bakar) dibandingkan ekspektasi yang diciptakan oleh uji laboratorium.
Lihat Juga :