Mobil Patroli Polisi Tanpa Pengemudi Berotak AI Diperkenalkan di Miami
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 20:29 WIB
loading...
Mobil canggih polisi. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
MIAMI - Masa depan patroli polisi kini semakin dekat dengan kenyataan. Departemen Sheriff Miami-Dade (MDSO) memperkenalkan kendaraan patroli otonom pertama di Amerika Serikat, Police Unmanned Ground (PUG) Patrol Partner.
Kendaraan ini diresmikan di Supercars Room Miami awal pekan ini, menandai langkah maju yang besar dalam penggunaan teknologi tanpa pengemudi dalam penegakan hukum.
Untuk saat ini, PUG akan beroperasi di bawah Biro Urusan Masyarakat MDSO dan akan berfungsi sebagai alat keterlibatan masyarakat, bukan untuk penegakan hukum. PUG akan bertugas menghadiri acara publik untuk mengumpulkan masukan publik sebelum dipertimbangkan untuk patroli yang sebenarnya.
Kendaraan ini dibangun di atas platform Ford Explorer Police Interceptor Utility, kendaraan patroli paling populer di Amerika.
Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat menangani tugas-tugas rutin seperti kewaspadaan situasional, pelaporan insiden, dan patroli di area perumahan dan komersial.
Teknologi ini dikembangkan oleh Perrone Robotics yang berbasis di Virginia dan terhubung secara real-time ke basis data penegak hukum, sistem pembaca plat nomor, dan platform analisis kejahatan.
Selain itu, PUG juga dilengkapi dengan kamera 360 derajat, sistem pencitraan termal, tampilan head-up augmented reality (AR), dan drone tertambat untuk pengawasan udara langsung.
Meskipun belum ada detail resmi mengenai mesin PUG, model dasar Ford Explorer Police Interceptor Utility yang beredar di pasaran saat ini ditawarkan dengan tiga pilihan mesin:
3.3L V6 (285 hp)
3.3L V6 Hybrid (318 hp)
3.0L EcoBoost V6 (400 hp)
Semua varian dilengkapi dengan penggerak semua roda (AWD) dan layar digital 12,3 inci dengan speedometer bersertifikat.
Program percontohan ini akan berlangsung selama 12 bulan, memantau tingkat respons, keselamatan petugas, efisiensi pencegahan kejahatan, dan kepercayaan publik.
Proyek ini dikembangkan tanpa pendanaan publik, melalui upaya Policing Lab nirlaba, sebuah kelompok pakar keamanan, teknologi, dan riset.
Jika disetujui untuk penggunaan permanen, biaya per unit diperkirakan antara USD150.000 dan USD200.000.
Untuk saat ini, PUG akan beroperasi di rute patroli yang ditentukan sebagai simbol kehadiran polisi dan saluran informasi kepada masyarakat. Layar jendela dapat digunakan untuk menyampaikan pesan publik, misalnya, untuk memperingatkan warga di zona evakuasi saat terjadi topan.
PUG juga dapat mendukung petugas di lokasi kejadian dengan kemampuan pengenalan biometrik lapangan, pemrosesan identitas di lokasi kejadian, dan liputan udara langsung melalui drone.
Langkah ini tidak hanya menandai evolusi dalam dunia penegakan hukum, tetapi juga membuka babak baru menuju penggunaan kendaraan patroli otonom sebagai bagian dari pasukan keamanan masa depan.
Kendaraan ini diresmikan di Supercars Room Miami awal pekan ini, menandai langkah maju yang besar dalam penggunaan teknologi tanpa pengemudi dalam penegakan hukum.
Untuk saat ini, PUG akan beroperasi di bawah Biro Urusan Masyarakat MDSO dan akan berfungsi sebagai alat keterlibatan masyarakat, bukan untuk penegakan hukum. PUG akan bertugas menghadiri acara publik untuk mengumpulkan masukan publik sebelum dipertimbangkan untuk patroli yang sebenarnya.
Kendaraan ini dibangun di atas platform Ford Explorer Police Interceptor Utility, kendaraan patroli paling populer di Amerika.
Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat menangani tugas-tugas rutin seperti kewaspadaan situasional, pelaporan insiden, dan patroli di area perumahan dan komersial.
Teknologi ini dikembangkan oleh Perrone Robotics yang berbasis di Virginia dan terhubung secara real-time ke basis data penegak hukum, sistem pembaca plat nomor, dan platform analisis kejahatan.
Selain itu, PUG juga dilengkapi dengan kamera 360 derajat, sistem pencitraan termal, tampilan head-up augmented reality (AR), dan drone tertambat untuk pengawasan udara langsung.
Meskipun belum ada detail resmi mengenai mesin PUG, model dasar Ford Explorer Police Interceptor Utility yang beredar di pasaran saat ini ditawarkan dengan tiga pilihan mesin:
3.3L V6 (285 hp)
3.3L V6 Hybrid (318 hp)
3.0L EcoBoost V6 (400 hp)
Semua varian dilengkapi dengan penggerak semua roda (AWD) dan layar digital 12,3 inci dengan speedometer bersertifikat.
Program percontohan ini akan berlangsung selama 12 bulan, memantau tingkat respons, keselamatan petugas, efisiensi pencegahan kejahatan, dan kepercayaan publik.
Proyek ini dikembangkan tanpa pendanaan publik, melalui upaya Policing Lab nirlaba, sebuah kelompok pakar keamanan, teknologi, dan riset.
Jika disetujui untuk penggunaan permanen, biaya per unit diperkirakan antara USD150.000 dan USD200.000.
Untuk saat ini, PUG akan beroperasi di rute patroli yang ditentukan sebagai simbol kehadiran polisi dan saluran informasi kepada masyarakat. Layar jendela dapat digunakan untuk menyampaikan pesan publik, misalnya, untuk memperingatkan warga di zona evakuasi saat terjadi topan.
PUG juga dapat mendukung petugas di lokasi kejadian dengan kemampuan pengenalan biometrik lapangan, pemrosesan identitas di lokasi kejadian, dan liputan udara langsung melalui drone.
Langkah ini tidak hanya menandai evolusi dalam dunia penegakan hukum, tetapi juga membuka babak baru menuju penggunaan kendaraan patroli otonom sebagai bagian dari pasukan keamanan masa depan.
(wbs)
Lihat Juga :