Tou You Toyota Bawa Misi Mobility for All dan Carbon Neutrality ke Indonesia
Kamis, 30 Oktober 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Mulai dari kendaraan untuk entry buyer sampai premium, mobil untuk kebutuhan penumpang dan komersial, yang juga terdiri dari berbagai jenis kendaraan seperti MPV, SUV, dan Sedan.
Multi Pathway Strategy telah dilaksanakan oleh Toyota Indonesia sejak menghadirkan Prius Hybrid di tahun 2009. Kendaraan elektrifikasi (xEV) lainnya mulai turut diperkenalkan, seperti Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Saat ini, Hybrid merupakan xEV Toyota yang paling relevan dan diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.
Namun tidak semua orang dapat beralih ke xEV mengingat demografi wilayah dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda. No One Left Behind, solusi energi seperti energi terbarukan yang memanfaatkan sumber daya alam memiliki potensi nyata untuk diterapkan saat ini.
Toyota Indonesia menyambut baik inisiatif Pemerintah Republik Indonesia untuk memajukan penggunaan energi terbarukan, termasuk bioethanol E5 dan biodiesel B40, sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.
Toyota menyadari bahwa untuk mencapai keberhasilan ini, diperlukan kesiapan yang menyeluruh, yang mencakup ekosistem yang kuat untuk bahan baku, produksi, distribusi, dan kompatibilitas kendaraan.
Toyota berkomitmen untuk memastikan bahwa semua produk kami dapat menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, mendukung keberlanjutan dan tujuan mobilitas yang lebih hijau di Indonesia.
“Keberagaman dapur pacu dan sumber energi, memberi masyarakat kebebasan memilih solusi mobilitas rendah emisi Toyota yang sesuai dengan lifestyle, kebutuhan, dan daya belinya. Pemilihannya juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal, sumber energi yang tersedia, dan keberadaan infrastruktur pendukung. Kami juga menghadirkan ragam kendaraan elektrifikasi yang dapat dipilih oleh masyarakat. Sehingga, mempermudah upaya mengurangi emisi dalam kehidupan sehari-hari dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi,” jelas Vice President Director PT. Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.
Strategi Toyota dimulai dengan aksi nyata di bidang mobilitas, energi, dan data, termasuk pengembangan solusi mobilitas baru serta proyek percontohan untuk menekan emisi CO₂. Melalui berbagai proyek, Toyota berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat inovasi dan kemitraan berkelanjutan.
PT TAM telah menjalin kerjasama dengan Pertamina Patra Niaga dan Serasi Autoraya (SERA) dalam uji coba penggunaan bioethanol E10 pada kendaraan Toyota untuk mempelajari efektivitas pengurangan emisi, efisiensi biaya operasional, serta dampaknya terhadap performa mesin dan ekosistem bisnis berbasis data.
Multi Pathway Strategy telah dilaksanakan oleh Toyota Indonesia sejak menghadirkan Prius Hybrid di tahun 2009. Kendaraan elektrifikasi (xEV) lainnya mulai turut diperkenalkan, seperti Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Saat ini, Hybrid merupakan xEV Toyota yang paling relevan dan diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.
Namun tidak semua orang dapat beralih ke xEV mengingat demografi wilayah dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda. No One Left Behind, solusi energi seperti energi terbarukan yang memanfaatkan sumber daya alam memiliki potensi nyata untuk diterapkan saat ini.
Toyota Indonesia menyambut baik inisiatif Pemerintah Republik Indonesia untuk memajukan penggunaan energi terbarukan, termasuk bioethanol E5 dan biodiesel B40, sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.
Toyota menyadari bahwa untuk mencapai keberhasilan ini, diperlukan kesiapan yang menyeluruh, yang mencakup ekosistem yang kuat untuk bahan baku, produksi, distribusi, dan kompatibilitas kendaraan.
Toyota berkomitmen untuk memastikan bahwa semua produk kami dapat menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, mendukung keberlanjutan dan tujuan mobilitas yang lebih hijau di Indonesia.
“Keberagaman dapur pacu dan sumber energi, memberi masyarakat kebebasan memilih solusi mobilitas rendah emisi Toyota yang sesuai dengan lifestyle, kebutuhan, dan daya belinya. Pemilihannya juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal, sumber energi yang tersedia, dan keberadaan infrastruktur pendukung. Kami juga menghadirkan ragam kendaraan elektrifikasi yang dapat dipilih oleh masyarakat. Sehingga, mempermudah upaya mengurangi emisi dalam kehidupan sehari-hari dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi,” jelas Vice President Director PT. Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.
Strategi Toyota dimulai dengan aksi nyata di bidang mobilitas, energi, dan data, termasuk pengembangan solusi mobilitas baru serta proyek percontohan untuk menekan emisi CO₂. Melalui berbagai proyek, Toyota berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat inovasi dan kemitraan berkelanjutan.
PT TAM telah menjalin kerjasama dengan Pertamina Patra Niaga dan Serasi Autoraya (SERA) dalam uji coba penggunaan bioethanol E10 pada kendaraan Toyota untuk mempelajari efektivitas pengurangan emisi, efisiensi biaya operasional, serta dampaknya terhadap performa mesin dan ekosistem bisnis berbasis data.
(wbs)
Lihat Juga :