Bukan Cuma Jagoan Otomotif, FIFGROUP Ungkap Alasan Gencar Biayai UMKM Tanpa Bunga
Kamis, 30 Oktober 2025 - 10:30 WIB
loading...
Di tengah kesuksesan transaksi otomotif yang tembus Rp7,9 miliar di IMOS 2025 belum lama ini, FIFGROUP secara agresif melakukan diversifikasi strategis dengan menyasar sektor UMKM. Foto: FIFGROUP
A
A
A
JAKARTA - PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTs Astra International Tbk (ASII) dan pilar utama Astra Financial, mengonfirmasi langkah strategis diversifikasi portofolio pembiayaan di luar sektor otomotif.
Kendati baru mencatatkan kinerja solid di segmen otomotif, perseroan secara paralel memperkuat penetrasi ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilai sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar yang menantang. Perseroan sebelumnya sukses membukukan transaksi Rp7,9 miliar pada ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 (25-28 September 2025), atau mencatatkan kenaikan 16% dibanding capaian IMOS 2024 senilai Rp6,8 miliar. Total unit yang dibiayai mencapai 311 unit, naik 1,6% dari 306 unit tahun lalu.
Namun, di sisi lain, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengindikasikan adanya tekanan pada pasar otomotif roda dua akibat penurunan daya beli dan kondisi ekonomi nasional.
Dalam konteks inilah, FIFGROUP secara agresif menggarap sektor UMKM, yang memiliki kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja nasional. Sektor ini menghadapi tantangan likuiditas akibat tren suku bunga tinggi
dan terbatasnya akses pembiayaan formal.
Hingga 2025, program ini telah menyalurkan total pembiayaan senilai Rp13 miliar yang menjangkau lebih dari 3.600 pelaku UMKM.
Khusus 2025, perseroan mengalokasikan pinjaman tanpa bunga senilai total Rp2,9 miliar yang didistribusikan kepada 770 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Peluncuran program 2025 ini telah resmi digelar dalam acara Kick Off pada 30 Juni 2025 lalu.
"Melalui Program Dana Bergulir ini, FIFGROUP ingin hadir sebagai Teman Meraih Impian yang mendampingi pelaku usaha untuk tumbuh bersama,” ujar Esther.
Strategi FIFGROUP tidak berhenti pada penyaluran modal. Perseroan secara aktif membangun ekosistem pendukung melalui "UMKM Development Journey 2025".
Environment Social Responsibility (ESR) and Sustainability Management Department Head FIFGROUP, Sujono, menegaskan fokus program ini adalah peningkatan kapasitas.
"Hal ini berisi rangkaian pelatihan bagi pelaku UMKM binaan untuk meningkatkan kapasitas usaha dari sisi digitalisasi hingga pengembangan merek,” kata Sujono.
"Branding and Packaging": Menghadirkan Coach Candra Winata (Founder DIGIBOX Warriors) untuk meningkatkan nilai jual produk melalui strategi kemasan dan storytelling.
Yoyo Bolen: Setelah 3 tahun pembinaan, kini mencatat omzet stabil Rp50 juta – Rp120 juta per bulan.
Dapur Lestari: Setelah 10 tahun pembinaan, kini memiliki omzet Rp20 juta – Rp30 juta per bulan.
Di sinilah letak strategi komersial FIFGROUP. UMKM yang telah terbukti tumbuh dan bankable melalui program CSR Dana Bergulir, selanjutnya diarahkan untuk mengakses lini pembiayaan komersial perusahaan yang baru, yakni FINATRA.
FINATRA adalah brand service FIFGROUP yang secara khusus menyasar pembiayaan usaha mikro.
Perseroan mengonfirmasi bahwa dua UMKM binaan (dari program dana bergulir) telah berhasil mengakses pembiayaan reguler FINATRA senilai Rp25 juta untuk kebutuhan ekspansi usaha.
Kendati baru mencatatkan kinerja solid di segmen otomotif, perseroan secara paralel memperkuat penetrasi ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilai sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar yang menantang. Perseroan sebelumnya sukses membukukan transaksi Rp7,9 miliar pada ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 (25-28 September 2025), atau mencatatkan kenaikan 16% dibanding capaian IMOS 2024 senilai Rp6,8 miliar. Total unit yang dibiayai mencapai 311 unit, naik 1,6% dari 306 unit tahun lalu.
Namun, di sisi lain, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengindikasikan adanya tekanan pada pasar otomotif roda dua akibat penurunan daya beli dan kondisi ekonomi nasional.
Dalam konteks inilah, FIFGROUP secara agresif menggarap sektor UMKM, yang memiliki kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja nasional. Sektor ini menghadapi tantangan likuiditas akibat tren suku bunga tinggi
dan terbatasnya akses pembiayaan formal.
Inkubasi Melalui Dana Bergulir Tanpa Bunga
Sebagai motor penggerak penetrasi ini, FIFGROUP mengandalkan Program Dana Bergulir yang telah berjalan sejak 2016. Program ini dirancang sebagai inisiator Corporate Social Responsibility (CSR) di bawah pilar FIFGROUP Sejahtera.Hingga 2025, program ini telah menyalurkan total pembiayaan senilai Rp13 miliar yang menjangkau lebih dari 3.600 pelaku UMKM.
Khusus 2025, perseroan mengalokasikan pinjaman tanpa bunga senilai total Rp2,9 miliar yang didistribusikan kepada 770 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Peluncuran program 2025 ini telah resmi digelar dalam acara Kick Off pada 30 Juni 2025 lalu.
"Melalui Program Dana Bergulir ini, FIFGROUP ingin hadir sebagai Teman Meraih Impian yang mendampingi pelaku usaha untuk tumbuh bersama,” ujar Esther.
Strategi FIFGROUP tidak berhenti pada penyaluran modal. Perseroan secara aktif membangun ekosistem pendukung melalui "UMKM Development Journey 2025".
Environment Social Responsibility (ESR) and Sustainability Management Department Head FIFGROUP, Sujono, menegaskan fokus program ini adalah peningkatan kapasitas.
"Hal ini berisi rangkaian pelatihan bagi pelaku UMKM binaan untuk meningkatkan kapasitas usaha dari sisi digitalisasi hingga pengembangan merek,” kata Sujono.
Pelatihan spesifik yang telah digelar meliputi:
"UMKM Go Digital": Bekerja sama dengan Grab Indonesia, membekali UMKM untuk memanfaatkan platform digital seperti GrabFood dan GrabMart sebagai kanal pemasaran dan distribusi."Branding and Packaging": Menghadirkan Coach Candra Winata (Founder DIGIBOX Warriors) untuk meningkatkan nilai jual produk melalui strategi kemasan dan storytelling.
Hasil Nyata dan Corong Akuisisi Komersial (FINATRA)
Program inkubasi ini terbukti menghasilkan UMKM yang "naik kelas". Dua contoh sukses yang dipaparkan adalah:Yoyo Bolen: Setelah 3 tahun pembinaan, kini mencatat omzet stabil Rp50 juta – Rp120 juta per bulan.
Dapur Lestari: Setelah 10 tahun pembinaan, kini memiliki omzet Rp20 juta – Rp30 juta per bulan.
Di sinilah letak strategi komersial FIFGROUP. UMKM yang telah terbukti tumbuh dan bankable melalui program CSR Dana Bergulir, selanjutnya diarahkan untuk mengakses lini pembiayaan komersial perusahaan yang baru, yakni FINATRA.
FINATRA adalah brand service FIFGROUP yang secara khusus menyasar pembiayaan usaha mikro.
Perseroan mengonfirmasi bahwa dua UMKM binaan (dari program dana bergulir) telah berhasil mengakses pembiayaan reguler FINATRA senilai Rp25 juta untuk kebutuhan ekspansi usaha.
(dan)
Lihat Juga :