Honda Konfirmasi Studi Pasar Mini EV Super One, Namun Tegaskan Fokus Tetap di Produksi Lokal dan Segmen 7-Seater

Sabtu, 01 November 2025 - 05:52 WIB
loading...
Honda Konfirmasi Studi...
Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor, Shugo Watanabe, membeberkan strategi Honda kedepannya. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
TOKYO - PT Honda Prospect Motor (HPM) buka suara terkait dengan Honda Super One, mini EV atau mobil listrik mini yang baru saja dikenalkan di ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025.

Perusahaan mengkonfirmasi adanya rencana studi pasar untuk model tersebut. Namun menegaskan bahwa strategi jangka panjang untuk memenangkan persaingan di Indonesia tetap bertumpu pada produksi lokal (CKD) dan penguasaan segmen bervolume tinggi.

Wacana untuk mendatangkan Honda Super One secara utuh (CBU) dari Jepang, saat ini masih dalam tahap evaluasi respons konsumen.

Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor, Shugo Watanabe, menyatakan bahwa PT HPM akan mengambil langkah terukur.

”Dalam tahap awal mungkin kami akan melakukan tes pasar terlebih dahulu terhadap Honda Super One, melihat seperti apa responsnya,” ungkap Shugo Watanabe.

HPM menyadari tantangan signifikan pada struktur harga CBU. Watanabe secara terbuka mengakui bahwa regulasi pajak importasi yang tinggi di Indonesia menjadi hambatan utama bagi Honda Super One untuk dapat bersaing secara efektif.

Sebagai pembanding, model Honda N-One e: di Jepang saat ini dipasarkan di kisaran harga 2.699.400 yen hingga 3.198.800 yen, atau setara dengan Rp300 juta hingga Rp350 juta di Jepang.

Mengingat Honda Super One diposisikan di atas N-One e:, ditambah beban pajak impor CBU, harga jual mobil tersebut di Indonesia diperkirakan dapat menembus angka Rp400 jutaan.

Pada titik harga tersebut, Honda Super One akan berhadapan langsung dengan pabrikan China yang agresif di segmen serupa, misalnya Aion UT ataupun GWM Ora 03. Dengan harga yang diproyeksikan, daya saing Super One dinilai kurang kompetitif untuk bersaing di pasar yang sensitif terhadap harga.

Pergeseran Fokus: Kunci Kompetitif di Produksi Lokal (CKD)
Honda Konfirmasi Studi Pasar Mini EV Super One, Namun Tegaskan Fokus Tetap di Produksi Lokal dan Segmen 7-Seater

Watanabe menegaskan bahwa studi pasar Super One tidak menggeser filosofi inti HPM. Kunci untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan kepemimpinan pasar di Indonesia adalah melalui lokalisasi produksi.

“Kami sadar bahwa untuk bisa menang di Indonesia adalah produksi lokal,” bebernya.

Ia menjelaskan bahwa transisi ke produksi CKD (Completely Knocked Down) membutuhkan skala keekonomian yang hanya dapat dicapai melalui volume penjualan yang besar untuk menjustifikasi biaya investasi pabrik.

Honda Super One—dengan status CBU dan potensi harga premiumnya—kemungkinan besar tidak akan menjadi produk yang tepat untuk strategi volume.

HPM mengindikasikan bahwa fokus pengembangan produk baru akan diarahkan pada segmen yang telah terbukti menjadi 'volume maker'. “Ya, khususnya di kelas mobil 7-seater, yang sebelumnya sudah ada Honda Mobilio dan BR-V,” ungkap Watanabe.

Watanabe mengkonfirmasi bahwa HPM saat ini sedang dalam proses pengembangan produk baru yang dirancang khusus untuk menyasar segmen 7-seater di Indonesia.

Langkah ini diambil setelah mengevaluasi portofolio 7-seater CBU yang ada saat ini, seperti Honda Step WGN e:HEV.

Meskipun bersaing di segmen premium melawan Nissan Serena e-Power dan Toyota Voxy, status CBU dan performa penjualan yang kurang menggembirakan memperkuat argumen perusahaan untuk fokus pada pengembangan 7-seater berbasisproduksilokal.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mampukah Super One Meniru...
Mampukah Super One Meniru Sukses Gila Honda Prelude di Indonesia?
Pertarungan Sengit di...
Pertarungan Sengit di Kandang Sendiri: Siasat Nissan dan Honda Menangkis Invasi BYD Racco di Jepang
Bukan Jualan Murah:...
Bukan Jualan Murah: Begini Cara Honda Sindir Mobil Listrik Tiongkok Lewat Super One
Sinyal Kuat Honda: Super...
Sinyal Kuat Honda: Super One Mulai Cicipi Aspal dan Macet Jakarta, Siap Tantang Dominasi Mobil Listrik China?
Menguji DNA Honda di...
Menguji DNA Honda di Era Elektrifikasi: Review Eksklusif Honda Super One & Honda Prelude Hybrid
Melihat Langsung Laboratorium...
Melihat Langsung Laboratorium Penelitian Etanol raBit di Fukushima
Rekomendasi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved