Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!
Rabu, 05 November 2025 - 21:04 WIB
loading...
Kunjungan ke Honda Collection Hall Motegi yang baru direnovasi per 1 Maret 2025 mengungkap filosofi inti Soichiro Honda di balik H-Mark, simbol kebanggaan yang sempat hilang pada 1981 dan memicu intervensi sang pendiri. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
TOCHIGI - Honda Collection Hall (HCH), museum arsip korporat Honda Motor Co., Ltd. yang berlokasi di dalam kompleks Mobility Resort Motegi, Prefektur Tochigi, telah kembali beroperasi penuh pasca-renovasi besar.
Dibuka kembali secara resmi pada 1 Maret 2025, ini menandai pembaruan besar-besaran pertama fasilitas tersebut sejak didirikan pada 1998.
SindoNews, yang sudah beberapa kali mengunjungi HCH, cukup takjub dengan perubahan yang terjadi. Rasanya setiap lantai dari bangunan 3 tingkat itu disegarkan.
![Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!]()
Pameran baru ini, yang dioperasikan oleh anak perusahaan Honda Mobilityland, kini mengusung konsep "Story Exhibits".
Sepertinya, Honda tidak ingin museum ini hanya menjadi tempat untuk “pamer produk”. Lewat pembaruan ini, Honda ingin agar pengunjung ikut larut dalam sejarah, cerita, suka-duka, dan perjuangan dari pendiri Soichiro Honda dan juga perkembangan merek Honda itu sendiri.
Konsep baru ini membagi sejarah "Mimpi dan Tantangan" (Dreams and Challenges) Honda ke dalam empat era sejarah, menampilkan sekitar 170 kendaraan pilihan dari total 350 item koleksi yang telah direstorasi penuh.
Namun, di luar deretan produk motor dan mobil Honda, kunjungan ke HCH mengungkap narasi fundamental yang membentuk identitas korporat perusahaan: filosofi di balik logo "H-Mark".
Intervensi Soichiro Honda: Kisah H-Mark yang Hilang
Sebuah sudut pameran khusus di HCH menyoroti sejarah di balik identitas merek terkuat Honda.
Penggunaan 'H-mark' pertama kali tercatat pada T360, truk dan kendaraan roda empat pertama Honda.
Menariknya, logo 'H' yang menonjol di kap mesin itu memiliki fungsi ganda: selain sebagai identitas, cetakan timbul yang dalam (deep relief) juga dirancang untuk "membantu meningkatkan rigiditas kap mesin".
Pameran tersebut mengabadikan instruksi langsung dari sang pendiri, Soichiro Honda, yang menjadi inti dari filosofi merek:
"Make that H-mark bigger so people can drive with pride and let others know it's a Honda!" (“Buat tanda H itu lebih besar agar orang bisa berkendara dengan bangga dan membuat orang lain tahu itu adalah Honda!”)
![Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!]()
Meskipun model selanjutnya seperti Honda 1300 dan Civic mengadopsi versi yang lebih ramping, ada perubahan yang sangat besar.
Pameran tersebut mencatat: "Untuk periode singkat sekitar tahun 1981, model-model tertentu seperti Prelude generasi pertama dirilis tanpa H-mark yang terlihat."
Langkah ini segera memicu intervensi dari Soichiro Honda, yang saat itu menjabat sebagai penasihat utama perusahaan. Soichiro "sangat menyarankan" bahwa mobil "membutuhkan beberapa tanda untuk mengidentifikasinya sebagai Honda dalam sekejap."
"Keputusan tersebut memicu kebijakan korporat yang berlaku hingga hari ini: 'dibuat keputusan untuk menempelkan H-mark ke semua model di masa mendatang'."
![Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!]()
1. Era Awal (Sepeda Motor): Dimulai dari mesin tempel sepeda Type A "Bata-Bata" (1947), sepeda motor pertama Dream D-Type (1949), dan model legendaris Super Cub C100 (1958)—kendaraan bermotor yang paling banyak diproduksi di dunia.
![Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!]()
2. Era Balap (Roda Dua & Empat): Termasuk motor balap RC Series dari era Grand Prix 1960-an dan mobil Formula 1 pertama Honda, RA272 (pemenang GP Meksiko 1965).
![Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!]()
3. Era Inovasi Massal (Mobil): Diwakili oleh Seri S (S500/S600/S800), Civic (1972) dengan mesin CVCC yang inovatif, dan supercar harian NSX (1990).
![Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!]()
4. Era Masa Depan (Robotika & Aviasi): Pameran menyoroti robot humanoid ikonik ASIMO, prekursor P-Series, mobilitas pribadi UNI-CUB, dan pengembangan HondaJet dengan desain unik OTWEM (Over-The-Wing Engine Mount).
Dibuka kembali secara resmi pada 1 Maret 2025, ini menandai pembaruan besar-besaran pertama fasilitas tersebut sejak didirikan pada 1998.
SindoNews, yang sudah beberapa kali mengunjungi HCH, cukup takjub dengan perubahan yang terjadi. Rasanya setiap lantai dari bangunan 3 tingkat itu disegarkan.

Pameran baru ini, yang dioperasikan oleh anak perusahaan Honda Mobilityland, kini mengusung konsep "Story Exhibits".
Sepertinya, Honda tidak ingin museum ini hanya menjadi tempat untuk “pamer produk”. Lewat pembaruan ini, Honda ingin agar pengunjung ikut larut dalam sejarah, cerita, suka-duka, dan perjuangan dari pendiri Soichiro Honda dan juga perkembangan merek Honda itu sendiri.
Konsep baru ini membagi sejarah "Mimpi dan Tantangan" (Dreams and Challenges) Honda ke dalam empat era sejarah, menampilkan sekitar 170 kendaraan pilihan dari total 350 item koleksi yang telah direstorasi penuh.
Namun, di luar deretan produk motor dan mobil Honda, kunjungan ke HCH mengungkap narasi fundamental yang membentuk identitas korporat perusahaan: filosofi di balik logo "H-Mark".
Intervensi Soichiro Honda: Kisah H-Mark yang Hilang
![Mengunjungi Museum Honda di Motegi: Ketika Soichiro Honda Marah Saat Logo H Hilang dari Mobil!]()
Sebuah sudut pameran khusus di HCH menyoroti sejarah di balik identitas merek terkuat Honda.
Penggunaan 'H-mark' pertama kali tercatat pada T360, truk dan kendaraan roda empat pertama Honda.
Menariknya, logo 'H' yang menonjol di kap mesin itu memiliki fungsi ganda: selain sebagai identitas, cetakan timbul yang dalam (deep relief) juga dirancang untuk "membantu meningkatkan rigiditas kap mesin".
Pameran tersebut mengabadikan instruksi langsung dari sang pendiri, Soichiro Honda, yang menjadi inti dari filosofi merek:
"Make that H-mark bigger so people can drive with pride and let others know it's a Honda!" (“Buat tanda H itu lebih besar agar orang bisa berkendara dengan bangga dan membuat orang lain tahu itu adalah Honda!”)

Meskipun model selanjutnya seperti Honda 1300 dan Civic mengadopsi versi yang lebih ramping, ada perubahan yang sangat besar.
Pameran tersebut mencatat: "Untuk periode singkat sekitar tahun 1981, model-model tertentu seperti Prelude generasi pertama dirilis tanpa H-mark yang terlihat."
Langkah ini segera memicu intervensi dari Soichiro Honda, yang saat itu menjabat sebagai penasihat utama perusahaan. Soichiro "sangat menyarankan" bahwa mobil "membutuhkan beberapa tanda untuk mengidentifikasinya sebagai Honda dalam sekejap."
"Keputusan tersebut memicu kebijakan korporat yang berlaku hingga hari ini: 'dibuat keputusan untuk menempelkan H-mark ke semua model di masa mendatang'."
Dari 'Bata-Bata' hingga ASIMO
Filosofi identitas ini melandasi seluruh koleksi HCH yang kini ditampilkan dalam pameran baru. Pengunjung dapat melacak evolusi DNA "Challenging Spirit" Honda melalui data dan tonggak sejarah berikut:
1. Era Awal (Sepeda Motor): Dimulai dari mesin tempel sepeda Type A "Bata-Bata" (1947), sepeda motor pertama Dream D-Type (1949), dan model legendaris Super Cub C100 (1958)—kendaraan bermotor yang paling banyak diproduksi di dunia.

2. Era Balap (Roda Dua & Empat): Termasuk motor balap RC Series dari era Grand Prix 1960-an dan mobil Formula 1 pertama Honda, RA272 (pemenang GP Meksiko 1965).

3. Era Inovasi Massal (Mobil): Diwakili oleh Seri S (S500/S600/S800), Civic (1972) dengan mesin CVCC yang inovatif, dan supercar harian NSX (1990).

4. Era Masa Depan (Robotika & Aviasi): Pameran menyoroti robot humanoid ikonik ASIMO, prekursor P-Series, mobilitas pribadi UNI-CUB, dan pengembangan HondaJet dengan desain unik OTWEM (Over-The-Wing Engine Mount).
(dan)
Lihat Juga :