Tanda-Tanda Pasar Bangkit? Penjualan Motor Oktober 2025 Naik Tipis 4,08 Persen
Senin, 10 November 2025 - 10:33 WIB
loading...
Pasar sepeda motor nasional menunjukkan stabilitas dengan penjualan 590.326 unit pada Oktober 2025, naik 4,08 persen dari bulan sebelumnya dan menjaga optimisme AISI untuk target 6,7 juta unit tahun ini. Foto: SIS
A
A
A
JAKARTA - Pasar sepeda motor nasional menunjukkan tanda-tanda stabilitas di tengah kondisi ekonomi yang disebut-sebut masih dalam tahap pelemahan. Data terbaru yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan pada Oktober 2025 berhasil mencapai 590.326 unit.
Angka ini menunjukkan adanya tren positif dari bulan ke bulan. Tercatat, penjualan Oktober 2025 naik 4,08 persen dibandingkan dengan pencapaian September 2025 yang berada di angka 567.173 unit.
Jika ditarik lebih jauh, kinerja pasar di bulan Oktober tahun ini juga jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Data AISI menunjukkan adanya pertumbuhan 8,4 persen dibandingkan Oktober 2024, yang pada saat itu mencatatkan distribusi sebesar 544.392 unit.
Namun, secara kumulatif atau total penjualan sepanjang tahun, peningkatannya masih terbilang tipis.
Total penjualan sepeda motor dari Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 5.427.253 unit. Angka ini hanya naik tipis 0,19 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 5.416.888 unit.
Meski peningkatannya tidak signifikan, AISI menilai angka ini menunjukkan bahwa pasar sepeda motor di Indonesia masih tergolong stabil.
Peluncuran sejumlah model baru dari berbagai pabrikan diyakini menjadi salah satu faktor yang membantu mendongkrak penjualan secara perlahan.
Sayangnya, data AISI tersebut tidak memberikan rincian mengenai segmen motor mana yang menjadi penyumbang terbesar, apakah dari segmen skuter matik, sport, atau motor bebek.
Ketua Umum AISI, Johannes Loman, dalam keterangannya di Jakarta beberapa waktu lalu, menegaskan optimismenya.
"AISI masih menetapkan target seperti yang ditetapkan akhir tahun lalu, yaitu 6,4 juta sampai 6,7 juta unit," ujar Loman.
Menurut Loman, optimisme ini didukung oleh sejumlah faktor yang diperkirakan membaik di sisa tahun ini.
"Kami juga melihat bahwa panen itu diperkirakan lebih baik di semester kedua. Harapan saya, pemerintah juga akan melakukan spending (belanja) yang lebih besar di semester II/2025, sehingga akan membuat ekonomi bergerak lebih positif,"tutupnya.
Angka ini menunjukkan adanya tren positif dari bulan ke bulan. Tercatat, penjualan Oktober 2025 naik 4,08 persen dibandingkan dengan pencapaian September 2025 yang berada di angka 567.173 unit.
Jika ditarik lebih jauh, kinerja pasar di bulan Oktober tahun ini juga jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Data AISI menunjukkan adanya pertumbuhan 8,4 persen dibandingkan Oktober 2024, yang pada saat itu mencatatkan distribusi sebesar 544.392 unit.
Namun, secara kumulatif atau total penjualan sepanjang tahun, peningkatannya masih terbilang tipis.
Total penjualan sepeda motor dari Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 5.427.253 unit. Angka ini hanya naik tipis 0,19 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 5.416.888 unit.
Meski peningkatannya tidak signifikan, AISI menilai angka ini menunjukkan bahwa pasar sepeda motor di Indonesia masih tergolong stabil.
Peluncuran sejumlah model baru dari berbagai pabrikan diyakini menjadi salah satu faktor yang membantu mendongkrak penjualan secara perlahan.
Sayangnya, data AISI tersebut tidak memberikan rincian mengenai segmen motor mana yang menjadi penyumbang terbesar, apakah dari segmen skuter matik, sport, atau motor bebek.
Optimisme Capai Target 2025
Dengan data yang stabil ini, AISI optimistis target penjualan yang telah dicanangkan untuk tahun 2025 dapat tercapai. Seperti diketahui, asosiasi meyakini penjualan sepeda motor tahun ini dapat ditutup di angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.Ketua Umum AISI, Johannes Loman, dalam keterangannya di Jakarta beberapa waktu lalu, menegaskan optimismenya.
"AISI masih menetapkan target seperti yang ditetapkan akhir tahun lalu, yaitu 6,4 juta sampai 6,7 juta unit," ujar Loman.
Menurut Loman, optimisme ini didukung oleh sejumlah faktor yang diperkirakan membaik di sisa tahun ini.
"Kami juga melihat bahwa panen itu diperkirakan lebih baik di semester kedua. Harapan saya, pemerintah juga akan melakukan spending (belanja) yang lebih besar di semester II/2025, sehingga akan membuat ekonomi bergerak lebih positif,"tutupnya.
(dan)
Lihat Juga :