Menang di 5 Kelas, Dewa United Monopoli Podium Kejurnas Sukabumi Meski SS2 Batal Akibat Cuaca Ekstrem
Rabu, 12 November 2025 - 10:35 WIB
loading...
Dewa United Motorsports mengamankan gelar Juara Nasional Tim 2025 di Putaran 6 Sukabumi, menegaskan dominasi absolut di berbagai kelas aset kendaraan. Foto: Dewa United
A
A
A
JAKARTA - Entitas balap Dewa United Motorsports (DUM) kembali menegaskan posisi dominannya di pasar Kejuaraan Nasional Sprint Rally. Dalam Putaran 6 yang digelar di Sirkuit Hidzie, Cikembar, Sukabumi, pada 7–9 November 2025, tim ini mencatatkan kinerja impresif di tengah kondisi operasional yang sangat menantang.
Meski status Juara Nasional Tim Sprint Rally 2025 telah dikunci DUM sebelum putaran ini dimulai—mengingat akumulasi poin yang mustahil terkejar oleh kompetitor—manajemen tim tetap menurunkan seluruh aset perelinya untuk tampil maksimal.
Kondisi lintasan yang volatil akibat hujan lebat, yang bahkan memaksa pembatalan Special Stage 2 (SS2), terbukti tidak mampu menghambat laju DUM. Perlombaan yang hanya menyisakan SS1, SS3, dan SS4, justru menjadi ajang pembuktian superioritas manajemen teknis dan aset SDM (pereli) mereka.
Dominasi total ini, di mana DUM memenangkan hampir seluruh kelas utama (RC3, M1, F3, dan R2), memunculkan analisis kritis terhadap keseimbangan kompetisi di Kejuaraan Nasional. Kinerja DUM menunjukkan adanya disparitas signifikan dalam hal persiapan, pendanaan, dan kualitas aset kendaraan dibandingkan tim-tim lainnya.
Kusuma Bagya, selaku Team Director Dewa United Motorsports, menyatakan bahwa kinerja ini adalah hasil dari eksekusi strategi yang presisi.
![Menang di 5 Kelas, Dewa United Monopoli Podium Kejurnas Sukabumi Meski SS2 Batal Akibat Cuaca Ekstrem]()
"Kunci keberhasilan kami adalah persiapan yang matang antara pereli dan penyetelan mobil, serta strategi untuk menghadapi kondisi lintasan yang diguyur hujan. Penyetelan mobil menjadi aspek yang sangat penting untuk meraih hasil maksimal," ujar Kusuma Bagya.
Di segmen premium Kelas RC3, pereli TB Adhi yang mengandalkan aset Ford Fiesta Rally3 (Co-driver: Fahrezi Fadh) berhasil mencatatkan waktu tercepat dan meraih posisi pertama dengan 14:00,1, sekaligus mengamankan gelar juara umum.
"Saya sudah pernah mengikuti speed offroad di Sirkuit Hidzie, Cikembar, sehingga sudah memahami karakter lintasannya. Ketika hujan turun, grip langsung hilang total. Karena itu, penyetelan kaki-kaki dan pemilihan ban menjadi faktor penting," ujar TB Adhi.
Di Kelas M1, Bintang Barlean (Co-driver: Ronan Riwong) menunjukkan resiliensi tinggi. Setelah mengalami kendala teknis (transmisi) pada kendaraan utamanya, Toyota Yaris Proto, Bintang terpaksa menggunakan aset cadangan, yakni Subaru Impreza milik rekan setimnya, Andi Yusrizal. Meski demikian, ia tetap mampu finis di posisi pertama dengan catatan waktu 14:58,3.
"Berkat bantuan dari Andi Yusrizal yang meminjamkan mobilnya, saya bisa kembali turun. Mobil tersebut bahkan digunakan dua kali untuk sesi yang sama," kata Bintang.
![Menang di 5 Kelas, Dewa United Monopoli Podium Kejurnas Sukabumi Meski SS2 Batal Akibat Cuaca Ekstrem]()
Aset yang sama, Subaru Impreza, yang digunakan oleh pemiliknya, Andi Yusrizal (Co-driver: Farrel KHR), masih mampu finis di posisi keempat M1 dengan waktu 18:08,9, membuktikan ketangguhan manajemen aset DUM.
Kinerja dramatis tercatat di Kelas F3, di mana Emmanuelle Amandio (Co-driver: H. Rizky Fauzi) dengan Mitsubishi Lancer GTi mencatatkan comeback signifikan.
"Pada SS3 kami sempat tertinggal 11 detik dari posisi pertama, namun berhasil membalikkan keadaan di SS4 dengan keunggulan 18 detik," jelas Amandio, yang akhirnya finis pertama di F3 dengan waktu 16:08,9.
Di Kelas F1, strategi manajemen risiko diterapkan oleh Krishna Adiyasa (Co-driver: Donny Wardono) yang menggunakan Honda Jazz GK5. Ia berhasil mengamankan posisi kedua dengan waktu 17:59,4. "Kuncinya adalah menjaga ritme. Kalau terlalu cepat, risiko overshoot tinggi," jelas Krishna.
Sementara di Kelas R2, Indie Fiancoko (Co-driver: Agus Yuliono) menjadi yang tercepat menggunakan Toyota Corolla DX bermesin K20, mencatatkan waktu 19:22,5. "Kunci kemenangan adalah menjaga ritme dan bermain aman karena kondisi lintasan yang sangat licin,"tutupIndie.
Meski status Juara Nasional Tim Sprint Rally 2025 telah dikunci DUM sebelum putaran ini dimulai—mengingat akumulasi poin yang mustahil terkejar oleh kompetitor—manajemen tim tetap menurunkan seluruh aset perelinya untuk tampil maksimal.
Kondisi lintasan yang volatil akibat hujan lebat, yang bahkan memaksa pembatalan Special Stage 2 (SS2), terbukti tidak mampu menghambat laju DUM. Perlombaan yang hanya menyisakan SS1, SS3, dan SS4, justru menjadi ajang pembuktian superioritas manajemen teknis dan aset SDM (pereli) mereka.
Dominasi total ini, di mana DUM memenangkan hampir seluruh kelas utama (RC3, M1, F3, dan R2), memunculkan analisis kritis terhadap keseimbangan kompetisi di Kejuaraan Nasional. Kinerja DUM menunjukkan adanya disparitas signifikan dalam hal persiapan, pendanaan, dan kualitas aset kendaraan dibandingkan tim-tim lainnya.
Kusuma Bagya, selaku Team Director Dewa United Motorsports, menyatakan bahwa kinerja ini adalah hasil dari eksekusi strategi yang presisi.

"Kunci keberhasilan kami adalah persiapan yang matang antara pereli dan penyetelan mobil, serta strategi untuk menghadapi kondisi lintasan yang diguyur hujan. Penyetelan mobil menjadi aspek yang sangat penting untuk meraih hasil maksimal," ujar Kusuma Bagya.
Di segmen premium Kelas RC3, pereli TB Adhi yang mengandalkan aset Ford Fiesta Rally3 (Co-driver: Fahrezi Fadh) berhasil mencatatkan waktu tercepat dan meraih posisi pertama dengan 14:00,1, sekaligus mengamankan gelar juara umum.
"Saya sudah pernah mengikuti speed offroad di Sirkuit Hidzie, Cikembar, sehingga sudah memahami karakter lintasannya. Ketika hujan turun, grip langsung hilang total. Karena itu, penyetelan kaki-kaki dan pemilihan ban menjadi faktor penting," ujar TB Adhi.
Di Kelas M1, Bintang Barlean (Co-driver: Ronan Riwong) menunjukkan resiliensi tinggi. Setelah mengalami kendala teknis (transmisi) pada kendaraan utamanya, Toyota Yaris Proto, Bintang terpaksa menggunakan aset cadangan, yakni Subaru Impreza milik rekan setimnya, Andi Yusrizal. Meski demikian, ia tetap mampu finis di posisi pertama dengan catatan waktu 14:58,3.
"Berkat bantuan dari Andi Yusrizal yang meminjamkan mobilnya, saya bisa kembali turun. Mobil tersebut bahkan digunakan dua kali untuk sesi yang sama," kata Bintang.

Aset yang sama, Subaru Impreza, yang digunakan oleh pemiliknya, Andi Yusrizal (Co-driver: Farrel KHR), masih mampu finis di posisi keempat M1 dengan waktu 18:08,9, membuktikan ketangguhan manajemen aset DUM.
Kinerja dramatis tercatat di Kelas F3, di mana Emmanuelle Amandio (Co-driver: H. Rizky Fauzi) dengan Mitsubishi Lancer GTi mencatatkan comeback signifikan.
"Pada SS3 kami sempat tertinggal 11 detik dari posisi pertama, namun berhasil membalikkan keadaan di SS4 dengan keunggulan 18 detik," jelas Amandio, yang akhirnya finis pertama di F3 dengan waktu 16:08,9.
Di Kelas F1, strategi manajemen risiko diterapkan oleh Krishna Adiyasa (Co-driver: Donny Wardono) yang menggunakan Honda Jazz GK5. Ia berhasil mengamankan posisi kedua dengan waktu 17:59,4. "Kuncinya adalah menjaga ritme. Kalau terlalu cepat, risiko overshoot tinggi," jelas Krishna.
Sementara di Kelas R2, Indie Fiancoko (Co-driver: Agus Yuliono) menjadi yang tercepat menggunakan Toyota Corolla DX bermesin K20, mencatatkan waktu 19:22,5. "Kunci kemenangan adalah menjaga ritme dan bermain aman karena kondisi lintasan yang sangat licin,"tutupIndie.
(dan)
Lihat Juga :