Ajang Pamer Koleksi Mobil Langka, JTDM 2025 Digelar
Selasa, 11 November 2025 - 16:47 WIB
loading...
Ajang JTDM 2025 digelar di Jakarta. FOTO/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ajang Jakarta Two Doors Meet (JTDM) 2025 di Lapangan Parkir Stadion Aquatic Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 22 November 2025.
Event ini menjadi momentum bersejarah bagi komunitas mobil dua pintu Indonesia. Untuk pertama kalinya, Star Coupe Owners Indonesia (SCOI) menghadirkan ajang temu akbar bagi para pemilik dan penggemar kendaraan coupe dan cabriolet dari berbagai daerah.
President SCOI, Novie Kresna mengatakan, JTDM 2025 hadir sebagai bukti nyata bagaimana komunitas otomotif Indonesia tumbuh semakin solid dan berkelas. Bukan sekadar pamer mobil mewah, acara ini menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi terhadap desain, karakter, dan budaya otomotif dua pintu yang selama ini menjadi simbol gaya hidup eksklusif.
“Jakarta Two Doors Meet merupakan inisiatif yang lahir dari semangat komunitas dua pintu di Indonesia. Kami berharap JTDM menjadi ajang rutin yang mempererat hubungan antarpecinta otomotif, sekaligus memperkuat ekosistem car culture nasional,” ujar Novie Kresna dalam press conference di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dia menuturkan mengusung konsep car culture meet-up, JTDM 2025 mengundang seluruh pemilik coupe dan cabriolet berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati atmosfer otomotif dalam suasana santai namun elegan.
Dihelat pula VIP Car Showcase, menampilkan koleksi langka, seperti Mercedes-Benz Pagoda, Honda NSX, McLaren, hingga sejumlah exotic coupe lainnya.
"Bagi para pemilik kendaraan dua pintu, inilah momen yang tidak boleh dilewatkan. Pendaftaran peserta gratis. Bahkan, 100 pendaftar pertama akan mendapatkan kaos edisi khusus JTDM 2025 sebagai bentuk apresiasi," kata Novie.
Yudistira Novianto Utomo, ketua pelaksana JTDM 2025 yang juga CEO 3ccomm dan anggota SCOI, acara ini bukan hanya sekadar ajang kumpul komunitas, melainkan simbol kolaborasi antara dunia industri dan semangat komunitas otomotif.
“JTDM diharapkan menjadi wadah yang inklusif bagi seluruh pemilik kendaraan dua pintu untuk saling bertukar inspirasi, menikmati atmosfer otomotif, serta membangun jaringan yang lebih luas di industri ini,” kata Yudistira.
Event ini menjadi momentum bersejarah bagi komunitas mobil dua pintu Indonesia. Untuk pertama kalinya, Star Coupe Owners Indonesia (SCOI) menghadirkan ajang temu akbar bagi para pemilik dan penggemar kendaraan coupe dan cabriolet dari berbagai daerah.
President SCOI, Novie Kresna mengatakan, JTDM 2025 hadir sebagai bukti nyata bagaimana komunitas otomotif Indonesia tumbuh semakin solid dan berkelas. Bukan sekadar pamer mobil mewah, acara ini menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi terhadap desain, karakter, dan budaya otomotif dua pintu yang selama ini menjadi simbol gaya hidup eksklusif.
“Jakarta Two Doors Meet merupakan inisiatif yang lahir dari semangat komunitas dua pintu di Indonesia. Kami berharap JTDM menjadi ajang rutin yang mempererat hubungan antarpecinta otomotif, sekaligus memperkuat ekosistem car culture nasional,” ujar Novie Kresna dalam press conference di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dia menuturkan mengusung konsep car culture meet-up, JTDM 2025 mengundang seluruh pemilik coupe dan cabriolet berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati atmosfer otomotif dalam suasana santai namun elegan.
Dihelat pula VIP Car Showcase, menampilkan koleksi langka, seperti Mercedes-Benz Pagoda, Honda NSX, McLaren, hingga sejumlah exotic coupe lainnya.
"Bagi para pemilik kendaraan dua pintu, inilah momen yang tidak boleh dilewatkan. Pendaftaran peserta gratis. Bahkan, 100 pendaftar pertama akan mendapatkan kaos edisi khusus JTDM 2025 sebagai bentuk apresiasi," kata Novie.
Yudistira Novianto Utomo, ketua pelaksana JTDM 2025 yang juga CEO 3ccomm dan anggota SCOI, acara ini bukan hanya sekadar ajang kumpul komunitas, melainkan simbol kolaborasi antara dunia industri dan semangat komunitas otomotif.
“JTDM diharapkan menjadi wadah yang inklusif bagi seluruh pemilik kendaraan dua pintu untuk saling bertukar inspirasi, menikmati atmosfer otomotif, serta membangun jaringan yang lebih luas di industri ini,” kata Yudistira.
(wbs)
Lihat Juga :