Audi Luncurkan Livery Konsep Formula 1 Jelang Debut 2026
Kamis, 13 November 2025 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Dua pembalap Sauber yang ada, Nico Hülkenberg dan Gabriel Bortoleto, akan tetap berada di jajaran pembalap Audi untuk musim 2026. Hülkenberg, yang meraih podium pertamanya di Silverstone tahun ini, menggambarkan atmosfer di dalam tim sangat positif dan antusias. Sementara itu, Bortoleto menggambarkan partisipasinya dalam proyek Audi F1 sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan", bahkan menyebut idola utamanya, Ayrton Senna, sebagai inspirasi yang luar biasa.
Proyek ini dipimpin oleh mantan Kepala Tim Ferrari, Mattia Binotto, yang memiliki lebih dari tiga dekade pengalaman di Formula 1. Ia menyatakan bahwa tujuan jangka panjang Audi adalah memperjuangkan gelar juara dunia pada tahun 2030.
“Proyek Audi F1 adalah salah satu proyek paling menarik di dunia olahraga. Formula 1 bukan sekadar balapan, melainkan perjalanan menuju kesuksesan. Untuk menjadi juara, dibutuhkan waktu, orang yang tepat, dan pola pikir yang didasarkan pada peningkatan berkelanjutan,” kata Binotto.
Sementara itu, Jonathan Wheatley, mantan direktur olahraga Red Bull yang kini memimpin operasional Audi, menekankan bahwa kesuksesan tim tidak bergantung pada keajaiban, melainkan pada tim yang saling percaya. “Nico dan Gabi mencerminkan semangat itu. Mereka balapan dengan penuh semangat dan keinginan untuk belajar di setiap putaran,” ujarnya.
Dengan semangat inovasi dan tradisi teknik Jerman, Audi telah menegaskan bahwa mereka tidak ingin hanya menjadi peserta biasa di Formula 1. Seperti yang dikatakan Döllner, "Pada tahun 2030, kami ingin berjuang untuk gelar Juara Dunia Formula 1."
Proyek ini dipimpin oleh mantan Kepala Tim Ferrari, Mattia Binotto, yang memiliki lebih dari tiga dekade pengalaman di Formula 1. Ia menyatakan bahwa tujuan jangka panjang Audi adalah memperjuangkan gelar juara dunia pada tahun 2030.
“Proyek Audi F1 adalah salah satu proyek paling menarik di dunia olahraga. Formula 1 bukan sekadar balapan, melainkan perjalanan menuju kesuksesan. Untuk menjadi juara, dibutuhkan waktu, orang yang tepat, dan pola pikir yang didasarkan pada peningkatan berkelanjutan,” kata Binotto.
Sementara itu, Jonathan Wheatley, mantan direktur olahraga Red Bull yang kini memimpin operasional Audi, menekankan bahwa kesuksesan tim tidak bergantung pada keajaiban, melainkan pada tim yang saling percaya. “Nico dan Gabi mencerminkan semangat itu. Mereka balapan dengan penuh semangat dan keinginan untuk belajar di setiap putaran,” ujarnya.
Dengan semangat inovasi dan tradisi teknik Jerman, Audi telah menegaskan bahwa mereka tidak ingin hanya menjadi peserta biasa di Formula 1. Seperti yang dikatakan Döllner, "Pada tahun 2030, kami ingin berjuang untuk gelar Juara Dunia Formula 1."
(wbs)
Lihat Juga :