Nissan dan Honda Kembali Negosiasi demi Kemitraan Baru
Selasa, 02 Desember 2025 - 08:20 WIB
loading...
Nissan dan Honda. FOTO/ EV Drive
A
A
A
TOKYO - Nissan dan Honda dilaporkan kembali ke meja perundingan setelah upaya awal untuk mencapai kesepakatan merger atau kemitraan modal gagal awal tahun ini.
Menjelang akhir tahun 2025, kedua merek Jepang ini kembali menjajaki kemungkinan kemitraan baru.
CEO Nissan, Ivan Espinosa, mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa mereka sedang mendiskusikan proyek kendaraan bersama dengan Honda yang ditujukan untuk pasar AS. Proyek ini masih dalam tahap awal, tetapi berpotensi melibatkan pengembangan platform kendaraan dan sistem powertrain bersama.
AS merupakan pasar terbesar bagi Honda dan Nissan. Namun, Nissan saat ini menghadapi penurunan penjualan yang signifikan karena kurangnya model hibrida.
Honda memiliki keunggulan dalam teknologi hibrida yang kuat di pasar. Situasi ini memberikan peluang bagi Nissan untuk memanfaatkan keahlian Honda guna meningkatkan penjualan kembali.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pabrik-pabrik Honda di AS saat ini tidak digunakan secara optimal. Kolaborasi dengan Nissan dapat memulihkan tingkat utilisasi pabrik dan mengurangi kerugian.
Nissan juga dilaporkan mempertimbangkan untuk memproduksi truk pikap di pabrik Honda sebagai bagian dari perundingan tersebut.
Mengingat situasi kedua perusahaan saat ini, bergabungnya kedua perusahaan bisa menjadi langkah penting untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Satu-satunya pertanyaan sekarang adalah apakah negosiasi kali ini akhirnya akan mencapai kesepakatan atau kembali menemui jalan buntu.
Menjelang akhir tahun 2025, kedua merek Jepang ini kembali menjajaki kemungkinan kemitraan baru.
CEO Nissan, Ivan Espinosa, mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa mereka sedang mendiskusikan proyek kendaraan bersama dengan Honda yang ditujukan untuk pasar AS. Proyek ini masih dalam tahap awal, tetapi berpotensi melibatkan pengembangan platform kendaraan dan sistem powertrain bersama.
AS merupakan pasar terbesar bagi Honda dan Nissan. Namun, Nissan saat ini menghadapi penurunan penjualan yang signifikan karena kurangnya model hibrida.
Honda memiliki keunggulan dalam teknologi hibrida yang kuat di pasar. Situasi ini memberikan peluang bagi Nissan untuk memanfaatkan keahlian Honda guna meningkatkan penjualan kembali.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pabrik-pabrik Honda di AS saat ini tidak digunakan secara optimal. Kolaborasi dengan Nissan dapat memulihkan tingkat utilisasi pabrik dan mengurangi kerugian.
Nissan juga dilaporkan mempertimbangkan untuk memproduksi truk pikap di pabrik Honda sebagai bagian dari perundingan tersebut.
Mengingat situasi kedua perusahaan saat ini, bergabungnya kedua perusahaan bisa menjadi langkah penting untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Satu-satunya pertanyaan sekarang adalah apakah negosiasi kali ini akhirnya akan mencapai kesepakatan atau kembali menemui jalan buntu.
(wbs)
Lihat Juga :