Toyota Serius Bidik Pasar UTV dengan Proyek Scion 01
Jum'at, 12 Desember 2025 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari 50 persen komponen siap pakai
Sasis diferensial dan transfer case yang dikembangkan secara khusus
Meskipun agresif dengan putaran turbo yang kuat, model ini bergerak dengan tenang pada putaran rendah, yang cukup tidak biasa untuk UTV berperforma tinggi.
Konsep awalnya adalah untuk empat kursi, tetapi Toyota mengakui bahwa versi dua kursi tanpa sistem hibrida juga sedang dipertimbangkan jika model ini masuk ke tahap produksi.
Kepala insinyur proyek Scion 01, Don Federico, menjelaskan bahwa Toyota telah berinvestasi besar-besaran dalam mengembangkan konsep ini. Toyota yakin dapat membawa standar daya tahan dan keandalan otomotif ke dunia UTV, yang sering dikritik karena masalah daya tahan jangka panjangnya.
Federico juga membahas mengapa mereka tidak menggunakan sistem penggerak otomotif komersial yang dapat bertahan hingga 100.000 mil. Tujuannya adalah untuk menghasilkan UTV yang lebih jarang mengalami kerusakan, lebih jarang melakukan perawatan, dan lebih sering digunakan untuk off-road.
Harga Jual dan Masalah Jaringan Layanan Masih Belum Jelas Meskipun Toyota serius, beberapa pertanyaan kunci masih belum dijawab.
Semua ini akan menentukan arah Scion 01, apakah akan menjadi model nyata atau tetap menjadi konsep.
Toyota juga mempertimbangkan untuk memasuki dunia balap off-road sebagai platform pengujian. Melalui balap, Toyota dapat mengumpulkan data daya tahan dan kinerja, kemudian meningkatkan konfigurasi sebelum ditawarkan kepada pengguna sebenarnya.
Dari sekadar konsep di atas kertas, Scion 01 kini telah bertransformasi menjadi proyek yang semakin solid. Di pasar yang semakin tertarik pada kendaraan off-road ekstrem, UTV mungkin menjadi peluang baru bagi Toyota untuk menciptakan produk yang unik, bertenaga tinggi, dan tahan lama. Jika terus dikembangkan, Scion 01 berpotensi menjadi salah satu UTV yang paling matang dan andal di pasaran.
Sasis diferensial dan transfer case yang dikembangkan secara khusus
Meskipun agresif dengan putaran turbo yang kuat, model ini bergerak dengan tenang pada putaran rendah, yang cukup tidak biasa untuk UTV berperforma tinggi.
Konsep awalnya adalah untuk empat kursi, tetapi Toyota mengakui bahwa versi dua kursi tanpa sistem hibrida juga sedang dipertimbangkan jika model ini masuk ke tahap produksi.
Kepala insinyur proyek Scion 01, Don Federico, menjelaskan bahwa Toyota telah berinvestasi besar-besaran dalam mengembangkan konsep ini. Toyota yakin dapat membawa standar daya tahan dan keandalan otomotif ke dunia UTV, yang sering dikritik karena masalah daya tahan jangka panjangnya.
Federico juga membahas mengapa mereka tidak menggunakan sistem penggerak otomotif komersial yang dapat bertahan hingga 100.000 mil. Tujuannya adalah untuk menghasilkan UTV yang lebih jarang mengalami kerusakan, lebih jarang melakukan perawatan, dan lebih sering digunakan untuk off-road.
Harga Jual dan Masalah Jaringan Layanan Masih Belum Jelas Meskipun Toyota serius, beberapa pertanyaan kunci masih belum dijawab.
Semua ini akan menentukan arah Scion 01, apakah akan menjadi model nyata atau tetap menjadi konsep.
Toyota juga mempertimbangkan untuk memasuki dunia balap off-road sebagai platform pengujian. Melalui balap, Toyota dapat mengumpulkan data daya tahan dan kinerja, kemudian meningkatkan konfigurasi sebelum ditawarkan kepada pengguna sebenarnya.
Dari sekadar konsep di atas kertas, Scion 01 kini telah bertransformasi menjadi proyek yang semakin solid. Di pasar yang semakin tertarik pada kendaraan off-road ekstrem, UTV mungkin menjadi peluang baru bagi Toyota untuk menciptakan produk yang unik, bertenaga tinggi, dan tahan lama. Jika terus dikembangkan, Scion 01 berpotensi menjadi salah satu UTV yang paling matang dan andal di pasaran.
(wbs)
Lihat Juga :