Insentif Mobil LIstrik Dihapus, ICE dan Hybrid Diprediksi Bakal Diuntungkan

Senin, 29 Desember 2025 - 09:29 WIB
loading...
Insentif Mobil LIstrik...
Insentif Mobil LIstrik Dihapus/FOTO> SCMP
A A A
JAKARTA - Insentif mobil listrik bakal disetop oleh pemerintah pada tahun 2026. Penghentian insentif mobil listrik bakal memicu reaksi pasar meskipun sejauh ini masih bersifat wacana.



Rencana tak dilanjutkannya insentif mobil listrik pada 2026 lantaran pemerintah berambisi menggarap proyek mobil nasional. Padahal insentif untuk mobil listrik berbasis baterai ini dapat menarik minat konsumen dalam pembelian.

Insentif mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) telah menghasilkan pertumbuhan pembelian unit dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik tahun 2023 secarawholesales(dari pabrik ke dealer) tercatat sebanyak 17.051 unit. Tahun 2024 naik signifikan dengan 43.188 unit.

Sementara untuk tahun 2025, penjualan mobil listrik periode Januari hingga November saja sudah menuai 82.525 unit.

Adapun insentif mobil listrik yang dinikmati konsumen tahun ini berupa bebas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen, serta bea masuk nol persen bagi mobil listrik impor berstatus CBU (Completely Build Up). Artinya tanpa insentif, harga mobil listrik terancam naik pada 2026.

Bagaimana sikap Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)? Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, tingginya adopsi mobil listrik tidak lepas dari insentif pemerintah, seperti PPN DTP (Dana Tanggung Jawab Pajak) yang membuat harga lebih terjangkau. Dia mengakui penghapusan insentif akan memengaruhi pasar mobil EV.

Untuk kepentingan lebih besar ke depan, mereka berharap ada policy (kebijakan) dari pemerintah yang dapat membantu industri otomotif kembali tumbuh. Di mana penjualan mobil di Indonesia pada 2025 diprediksi gagal mencapai target (860 ribu - 900 ribu unit) hanya mencapai 780 ribu unit.

"Kami berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang berpihak bagi kemajuan industri otomotif. Terlebih penjualan mobil tahun ini secara umum menurun," ujarnya, saat dikonfirmasi media di kawasan Sunter, Jakarta, belum lama ini.

Jongkie menyebutkan Gaikindo menyerahkan sepenuhnya keputusan insentif 2026 kepada pemerintah dan berharap kebijakan terbaik untuk industri otomotif. Industri siap mengikuti kebijakan pemerintah asalkan membantu pertumbuhan pasar.

"Gaikindo bersama para anggota saat ini masih berdiskusi langkah terbaik bagi industri otomotif Indonesia. Pihaknya melalui Kementerian Perindustrian terus memberikan masukan yang diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada industri otomotif," katanya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Rekomendasi
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Bukan Sekadar Batasi...
Bukan Sekadar Batasi Screen Time, Nova Nayla Bagikan Cara Bijak Mindful Parenting
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
Berita Terkini
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved