Kesulitan Kembangkan Mobil Listrik, Fiat Siap Hidupkan Kembali Abarth

Senin, 29 Desember 2025 - 16:08 WIB
loading...
Kesulitan Kembangkan...
Fiat Siap Hidupkan Kembali Abarth. FOTO? AUTO WEEKS
A A A
LONDON - Fiat siap menghidupkan kembali model Abarth bermesin bensin menyusul umpan balik pelanggan bahwa pelanggan menginginkan mobil performa yang dapat dimodifikasi, sesuatu yang semakin sulit dilakukan dengan model listrik (EV).



Menurut laporan dari portal otomotif internasional The Drive, pelanggan setia Abarth sebagian besar adalah penggemar yang suka memodifikasi mobil mereka sendiri, termasuk menyetel mesin, ECU, sistem knalpot, dan suspensi untuk meningkatkan performa.

Namun, pendekatan elektrifikasi penuh dianggap tidak sesuai dengan DNA asli merek performa tersebut. Pelanggan Abarth Menginginkan Mobil yang Dapat Dimodifikasi

Kepala Fiat Eropa, Gaetano Thorel, mengatakan kepada Autocar bahwa pelanggan Abarth menginginkan opsi mesin pembakaran internal karena mereka terbiasa melakukan modifikasi sendiri. Budaya "mengutak-atik" ini telah lama menjadi bagian dari identitas Abarth, terutama di kalangan penggemar berat.

Bagi mereka, mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga platform untuk eksperimen performa dan personalisasi.

Tidak seperti mobil bensin, kendaraan listrik modern dibangun dengan sistem yang lebih tertutup dan sangat bergantung pada perangkat lunak. ECU yang terenkripsi, data OEM yang dikontrol ketat, dan batasan keamanan pabrik membuat modifikasi performa jauh lebih rumit.

Meskipun secara teknis masih ada ruang untuk peningkatan performa pada kendaraan listrik, akses ke sistem kontrol sangat terbatas dan modifikasi apa pun berisiko membatalkan garansi kendaraan.

Artikel ini juga membahas masalah yang lebih besar dalam industri otomotif modern, yaitu tingkat kontrol yang dimiliki produsen atas perangkat lunak dan data kendaraan.

Dahulu, produsen memberikan kelonggaran kepada komunitas modifikasi, tetapi saat ini sebagian besar kendaraan dibangun dengan ekosistem tertutup karena alasan keamanan, biaya, dan kepatuhan terhadap peraturan.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah para produsen benar-benar siap membuka akses bagi konsumen, atau terus mempertahankan kendali penuh atas sistem kendaraan.

Langkah Fiat untuk mempertimbangkan kembali mesin bensin dipandang sebagai pengakuan bahwa elektrifikasi bukanlah jawaban untuk semua segmen.

Bagi merek seperti Abarth, yang dibangun di atas emosi berkendara, suara mesin, dan kebebasan modifikasi, mesin pembakaran internal masih memainkan peran kunci dalam mempertahankan identitas dan komunitas penggemarnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Rekomendasi
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved