Populasi Motor Tembus 112 Juta Unit: Indonesia Nomor 2 Dunia, Kalahkan China dan Vietnam
Senin, 05 Januari 2026 - 21:02 WIB
loading...
Lautan sepeda motor memadati jalanan Jakarta pada jam sibuk; dengan populasi 112 juta unit, Indonesia kini menempati peringkat kedua dunia sebagai negara pengguna sepeda motor terbanyak setelah India. Foto: Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia mengukuhkan status sebagai salah satu raksasa otomotif roda dua terbesar di muka bumi pada 2025; dengan populasi sepeda motor menembus angka 112 juta unit.
Negeri ini bertengger di posisi kedua dunia, hanya kalah dari India namun sukses mengasapi China yang ekonominya jauh lebih besar.
Data global terbaru 2025 melukiskan peta dominasi Asia yang tak terbantahkan dalam budaya berkendara roda dua.
India memimpin klasemen global dengan total armada mencapai 221 juta unit. Indonesia menyusul di posisi kedua dengan 112 juta unit, angka yang mencerminkan bahwa hampir setiap dua penduduk Indonesia memiliki satu sepeda motor.
China harus puas di posisi ketiga dengan 85 juta unit, diikuti oleh Vietnam dengan 58 juta unit dan Thailand di angka 22 juta unit.
Negara-negara lain seperti Pakistan (18 juta), Malaysia (15 juta), Brazil dan Nigeria (masing-masing 14 juta), serta Filipina (13 juta) melengkapi daftar sepuluh besar, menegaskan bahwa sepeda motor adalah nadi mobilitas negara berkembang.
Proyeksi 2025 menempatkan Indonesia sebagai produsen sepeda motor terbesar ketiga di dunia dengan volume produksi sekitar 9,7 juta unit.
India masih menjadi pabrik terbesar dunia dengan produksi 23,2 juta unit, disusul China dengan 19 juta unit. Vietnam menguntit di posisi keempat dengan output 4,3 juta unit.
Secara regional, pasar ASEAN menunjukkan tren pertumbuhan positif di awal 2025, terutama didorong oleh ekonomi yang kuat di Indonesia dan Filipina.
Kontras dengan Asia, pasar Eropa justru mengalami kelesuan. Negara-negara maju seperti Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris mencatatkan penurunan registrasi kendaraan baru secara keseluruhan dalam sembilan bulan pertama tahun 2025.
Oktober 2025 menjadi bulan paling "wangi" bagi para dealer dengan rekor penjualan bulanan tertinggi mencapai 590.362 unit. Meski sempat terjadi perlambatan pada November dengan angka turun ke 523.591 unit, capaian tersebut masih tumbuh positif 2,1 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan tahunan di angka 6,4 hingga 6,7 juta unit.
Dalam hal selera, konsumen Indonesia tidak banyak berubah. Skuter matik (skutik) masih menjadi primadona mutlak.
Honda Beat kokoh sebagai motor "sejuta umat" yang paling banyak dimiliki, menawarkan fungsionalitas dan efisiensi. Namun, pergeseran gaya hidup kelas menengah terlihat dari tingginya permintaan model skutik bongsor seperti Yamaha NMAX dan Aerox, serta Honda Vario dan Scoopy.
Berbeda nasib dengan mobil listrik yang sedang naik daun, pasar motor listrik di Indonesia justru mengalami free fall atau kejatuhan bebas yang menyakitkan di tahun 2025.
Data pasar menunjukkan penurunan penjualan yang ekstrem hingga 80 persen. Penurunan drastis ini menyebabkan stok unit menumpuk di gudang-gudang distributor.
Di saat kesadaran lingkungan meningkat dan pasar global mulai melirik elektrifikasi, konsumen roda dua di Indonesia tampaknya masih enggan beralih dari kenyamanan dan kepraktisan motor bensin konvensional.
Infrastruktur penukaran baterai yang belum merata, harga jual kembali yang belum teruji, serta ketangguhan motor bensin dalam melibas topografi Indonesia disinyalir masih menjadi benteng penghalang utama adopsi motor listrik.
Tahun 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia adalah "surga" bagi industri sepeda motor konvensional, namun masih menjadi "neraka" bagi penetrasi motor listrik roda dua.
Negeri ini bertengger di posisi kedua dunia, hanya kalah dari India namun sukses mengasapi China yang ekonominya jauh lebih besar.
Data global terbaru 2025 melukiskan peta dominasi Asia yang tak terbantahkan dalam budaya berkendara roda dua.
India memimpin klasemen global dengan total armada mencapai 221 juta unit. Indonesia menyusul di posisi kedua dengan 112 juta unit, angka yang mencerminkan bahwa hampir setiap dua penduduk Indonesia memiliki satu sepeda motor.
China harus puas di posisi ketiga dengan 85 juta unit, diikuti oleh Vietnam dengan 58 juta unit dan Thailand di angka 22 juta unit.
Negara-negara lain seperti Pakistan (18 juta), Malaysia (15 juta), Brazil dan Nigeria (masing-masing 14 juta), serta Filipina (13 juta) melengkapi daftar sepuluh besar, menegaskan bahwa sepeda motor adalah nadi mobilitas negara berkembang.
Tulang Punggung Produksi Dunia
Tidak hanya jago kandang dalam hal konsumsi, Indonesia juga memantapkan posisinya sebagai basis produksi global yang vital.Proyeksi 2025 menempatkan Indonesia sebagai produsen sepeda motor terbesar ketiga di dunia dengan volume produksi sekitar 9,7 juta unit.
India masih menjadi pabrik terbesar dunia dengan produksi 23,2 juta unit, disusul China dengan 19 juta unit. Vietnam menguntit di posisi keempat dengan output 4,3 juta unit.
Secara regional, pasar ASEAN menunjukkan tren pertumbuhan positif di awal 2025, terutama didorong oleh ekonomi yang kuat di Indonesia dan Filipina.
Kontras dengan Asia, pasar Eropa justru mengalami kelesuan. Negara-negara maju seperti Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris mencatatkan penurunan registrasi kendaraan baru secara keseluruhan dalam sembilan bulan pertama tahun 2025.
Honda Beat Masih Raja
Melihat lebih dekat ke aspal Indonesia, kinerja penjualan domestik sepanjang Januari hingga November 2025 menunjukkan grafik yang dinamis namun tetap solid. Secara kumulatif, penjualan motor nasional telah mencapai angka 5,95 juta unit, mencatatkan pertumbuhan tipis dibandingkan tahun sebelumnya (Year on Year/YoY).Oktober 2025 menjadi bulan paling "wangi" bagi para dealer dengan rekor penjualan bulanan tertinggi mencapai 590.362 unit. Meski sempat terjadi perlambatan pada November dengan angka turun ke 523.591 unit, capaian tersebut masih tumbuh positif 2,1 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan tahunan di angka 6,4 hingga 6,7 juta unit.
Dalam hal selera, konsumen Indonesia tidak banyak berubah. Skuter matik (skutik) masih menjadi primadona mutlak.
Honda Beat kokoh sebagai motor "sejuta umat" yang paling banyak dimiliki, menawarkan fungsionalitas dan efisiensi. Namun, pergeseran gaya hidup kelas menengah terlihat dari tingginya permintaan model skutik bongsor seperti Yamaha NMAX dan Aerox, serta Honda Vario dan Scoopy.
Motor Listrik: Ambruk 80 Persen
Sayangnya, di tengah gemerlap penjualan motor bensin, awan kelabu justru menyelimuti segmen kendaraan listrik roda dua.Berbeda nasib dengan mobil listrik yang sedang naik daun, pasar motor listrik di Indonesia justru mengalami free fall atau kejatuhan bebas yang menyakitkan di tahun 2025.
Data pasar menunjukkan penurunan penjualan yang ekstrem hingga 80 persen. Penurunan drastis ini menyebabkan stok unit menumpuk di gudang-gudang distributor.
Di saat kesadaran lingkungan meningkat dan pasar global mulai melirik elektrifikasi, konsumen roda dua di Indonesia tampaknya masih enggan beralih dari kenyamanan dan kepraktisan motor bensin konvensional.
Infrastruktur penukaran baterai yang belum merata, harga jual kembali yang belum teruji, serta ketangguhan motor bensin dalam melibas topografi Indonesia disinyalir masih menjadi benteng penghalang utama adopsi motor listrik.
Tahun 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia adalah "surga" bagi industri sepeda motor konvensional, namun masih menjadi "neraka" bagi penetrasi motor listrik roda dua.
(dan)
Lihat Juga :