Pasar EV RI Meroket 4 Kali Lipat, BYD Kuasai Lebih dari 52 Persen Pangsa Pasar Nasional

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB
loading...
Pasar EV RI Meroket...
Mobil listrik BYD Atto 1 siap didistribusikan ke konsumen; model hatchback ini menjadi kontributor utama lonjakan pasar EV Indonesia sebesar 4 kali lipat pada tahun 2025. Foto: BYD Indonesia.
A A A
JAKARTA - Lanskap otomotif Indonesia sedang mengalami perubahan besar di penghujung 2025. Di tengah tantangan industri otomotif konvensional yang melambat, segmen kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) justru mencatat anomali pertumbuhan fantastis: melonjak hingga 4x lipat hanya dalam 2 tahun.

Fenomena ini tidak terjadi secara organik. Tapi, didorong oleh gelombang agresif dari raksasa teknologi asal Shenzhen, BYD, yang kini sukses menguasai lebih dari separuh kue pasar mobil listrik nasional.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per November 2025 menyebut, penetrasi EV yang hanya berkisar 2 hingga 3 persen pada 2023, merangkak naik ke 5 persen di 2024, dan meledak hingga menyentuh angka 12 persen menjelang akhir 2025.

Jika digabungkan dengan kendaraan Plug-in Hybrid (PHEV) dan Hybrid (HEV) yang pangsa pasarnya naik dari 6 persen menjadi 9 persen, jelas terlihat bahwa selera konsumen Tanah Air telah berubah radikal menuju mobilitas hijau.

Puncaknya terjadi pada Oktober dan November 2025, di mana penjualan EV menembus angka 13.000 unit atau setara 18 persen dari total penjualan mobil di seluruh Indonesia dalam periode tersebut. Artinya 2 dari 10 konsumen sudah mulai beralih ke kendaraan listrik dimana permintaan pasar ini didominasi oleh kendaraan listrik BYD.

Peningkatan ini membawa Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan EV yang tercepat di sejumlah negara Asia Tenggara saat ini

BYD Mengubah Peta: Dari Sedan hingga MPV Keluarga
Lonjakan penjualan mobil listrik berkorelasi langsung dengan penetrasi model-model BYD yang mengisi kekosongan di hampir semua segmen krusial. BYD tidak hanya masuk ke pasar, mereka menciptakan pasar baru.

Sepanjang Januari-Desember 2025, BYD mencatatkan penjualan lebih dari 54.100 unit. Angka ini lantas merepresentasikan lebih dari 52 persen pangsa pasar EV nasional.

Sebagai komparasi betapa masifnya angka ini: total penjualan seluruh merek mobil listrik di Indonesia sepanjang 2024 "hanya" mencapai 43.000 unit.

Artinya, kinerja penjualan BYD sendirian dalam 11 bulan di 2025 telah melampaui total pasar EV nasional tahun sebelumnya.

Dampak kehadiran BYD terasa signifikan di tiga segmen utama. Pertama, segmen Low Hatchback yang cukup stagnan, menjadi tumbuh dua kali lipat pada periode Januari-November 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu. Katalis utamanya adalah BYD Atto 1, fenomenal model yang berhasil memikat pasar massal.

Kedua, segmen Sedan yang kerap dianggap "mati suri" di Indonesia, kembali bergairah sejak masuknya BYD Seal pada 2024.

Ketiga, segmen High MPV mencatat kenaikan drastis sebesar 70 persen. Kehadiran Denza D9, sub-brand mewah dari BYD, berhasil mendobrak dominasi pemain lama di kelas mobil keluarga premium. Bahkan segmen High SUV pun turut terkerek naik 20 persen berkat kontribusi model-model SUV modern BYD seperti BYD Sealion 7.

Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menegaskan bahwa strategi perusahaan memang dirancang untuk mengisi seluruh lini kebutuhan mobilitas masyarakat.

”BYD hadir bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi untuk memberikan solusi mobilitas menyeluruh. Portofolio kami yang lengkap di hampir semua segmen mulai dari city car lincah, hatchback modern, SUV tangguh, hingga MPV keluarga adalah bukti keseriusan kami. Kami ingin memastikan bahwa setiap segmen masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap teknologi kendaraan listrik terbaik dunia," ujar Luther.

Suara Generasi Baru: Hemat Biaya hingga 70 Persen
Penerimaan terhadap produk BYD didorong oleh rasionalitas ekonomi dan gaya hidup, terutama di kalangan Generasi Z. Rani, 27, seorang pekerja kreatif di Jakarta Selatan yang menggunakan BYD Atto 1, mewakili pergeseran pola pikir ini.

“Buat saya yang mobilitasnya tinggi, Atto 1 itu game changer. Desainnya relevan banget sama gaya anak muda, compact tapi canggih. Yang paling bikin puas itu efisiensinya. Hitungan biaya operasional bulanan saya turun drastis, mungkin sekitar 50 sampai 70 persen lebih hemat dibanding waktu masih pakai mobil bensin city car lama saya. Jadi, bujet bensin bisa dialihkan ke tabungan atau traveling," ungkap Rani.

Testimoni pengguna seperti Rani seolah memperkuat persepsi publik bahwa mobil listrik bukan lagi barang mewah yang ribet, melainkan solusi ekonomis yang nyata.

Fondasi Teknologi: Pasukan 122.000 Insinyur Gerakan Inovasi
Dominasi BYD di Indonesia tidak lepas dari raksasa teknologi yang menopangnya di kantor pusat. BYD bukan sekadar perakit mobil; mereka adalah perusahaan teknologi.

Dengan dukungan lebih dari 122.000 tenaga ahli R&D, BYD mengajukan rata-rata 19 paten setiap hari kerja. Total paten yang diajukan telah melebihi 65.000, dengan 39.000 di antaranya telah disetujui.

Inovasi seperti Blade Battery yang terkenal aman, e-platform yang efisien, hingga teknologi pengisian daya super cepat Megawatt-Charging, adalah hasil dari investasi intelektual tersebut.

Teknologi ini kini dinikmati oleh konsumen di 117 negara melalui 14 juta unit kendaraan BYD yang tersebar di seluruh dunia, termasuk ribuan unit yang kini memadati jalanan Jakarta hingga Surabaya.

Tahun 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia telah siap beralih ke era elektrifikasi, dan BYD telah memposisikan dirinya sebagai nakhoda utama dalam perjalanan transformasi tersebut.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Belum Berniat ke Listrik,...
Belum Berniat ke Listrik, Aston Martin Berjuang Mempertahankan Mesin V12
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Hyundai Pamer Ioniq...
Hyundai Pamer Ioniq V Berdesain Cyberpunk dengan Jarak Tempuh 620 km
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Rekomendasi
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Berita Terkini
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Akhirnya! Hino Buka...
Akhirnya! Hino Buka Dealer di Banyuwangi, Perkuat Jalur Logistik Menuju Bali
Hadirkan Semangat Piala...
Hadirkan Semangat Piala Dunia 2026, Valvoline Mengapresiasi Penggemar Bola dan Mekanik
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Mayoritas Motor Listrik...
Mayoritas Motor Listrik Honda Akan Segera Diproduksi di Vietnam
Infografis
Investor AI Sebut Chat...
Investor AI Sebut Chat GPT-4 Lebih Berbahaya dari Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved