Gurita Geely di 2026: Target TKDN 60 Persen, Produksi 60 Mobil Per Hari dan 80 Diler Baru
Rabu, 21 Januari 2026 - 07:34 WIB
loading...
Jajaran manajemen Geely Auto Indonesia saat memaparkan peta jalan strategis 2026 di Tangerang, Selasa (20/1/2026), yang menargetkan peningkatan komponen lokal hingga 60 persen dan perluasan jaringan ke 80 lokasi. Foto: Geely Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Memasuki tahun kedua pasca-kembali ke pasar otomotif Tanah Air, Geely Auto Indonesia tidak memilih langkah konservatif. Sebaliknya, raksasa otomotif asal Hangzhou, China ini langsung tancap gas dengan strategi agresif yang menyasar jantung industri: pendalaman lokalisasi produksi.
Dalam pengumuman strategisnya di Tangerang, Selasa (20/1/2026), Geely menetapkan target ambisius untuk mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen, angka yang diproyeksikan akan menempatkan mereka sebagai merek otomotif China dengan kandungan lokal tertinggi di Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan sinyal kuat komitmen jangka panjang Geely untuk mengakar di ekosistem industri nasional.
Setelah resmi beroperasi kembali pada awal 2025, tahun 2026 dicanangkan sebagai fase akselerasi pertumbuhan yang bertumpu pada tiga pilar utama: inovasi produk, kapasitas produksi, dan infrastruktur layanan.
Industrialisasi dan Target TKDN 60 Persen
Vice President of Geely Automobile International Corporation, Evin Ye, menegaskan bahwa lokalisasi adalah kunci keberlanjutan bisnis. "Tahun ini, kami terus memperkuat komitmen tersebut melalui peningkatan TKDN hingga 60 persen untuk produk yang telah dirakit lokal. Kami menargetkan Geely menjadi brand otomotif China dengan TKDN tertinggi di pasar Indonesia," ujar Evin.
Realisasi target ini didukung oleh fasilitas perakitan di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat.
Pabrik ini kini menjadi denyut nadi operasional Geely dengan kapasitas produksi mencapai 60 kendaraan per hari.
Tiga model andalan telah masuk jalur perakitan lokal, yakni Geely EX2, Geely EX5, dan Starray EM-i.
Keputusan untuk memproduksi model-model ini di dalam negeri memberikan keuntungan ganda: menekan biaya produksi agar harga jual lebih kompetitif, sekaligus mempercepat ketersediaan unit bagi konsumen.
Fenomena EX2 dan Ekspansi Premium
Di sisi produk, strategi Geely terlihat menyasar dua segmen sekaligus: pasar massal (volume maker) dan ceruk premium.
Untuk pasar massal, Geely EX2 menjadi primadona baru. Sejak keran pemesanan (pre-booking) dibuka pada November lalu, model kompak yang didesain untuk mobilitas perkotaan ini telah mencatatkan angka pemesanan lebih dari 1.500 unit.
Respons pasar yang positif ini menjadi validasi bahwa desain atraktif dan fungsionalitas EX2 relevan dengan kebutuhan kaum urban Indonesia.
Peta jalan produk 2026 pun resmi diawali dengan pengumuman harga pasti model ini, yang diharapkan dapat mengonversi minat tinggi tersebut menjadi angka penjualan riil.
Namun, Geely tidak berhenti di segmen entry-level. Memanfaatkan kekuatan Geely Holding sebagai grup otomotif global, mereka memastikan kehadiran dua merek premium: Zeekr dan Lynk & Co.
Masuknya kedua jenama ini bukan sekadar menambah varian, melainkan strategi korporasi untuk menawarkan solusi mobilitas komprehensif.
Zeekr akan mengisi segmen kendaraan listrik performa tinggi dengan teknologi mutakhir, sementara Lynk & Co membidik pasar yang menginginkan perpaduan gaya hidup dan konektivitas modern.
Targetnya, pada akhir 2026, jumlah ini akan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 80 lokasi diler resmi.
Perluasan ini krusial untuk menjamin ketenangan pikiran konsumen (peace of mind). Mengusung filosofi user-first, Geely juga memperkenalkan program "Geely Care+", sebuah standarisasi layanan purnajual global yang menjamin pengalaman kepemilikan premium.
Dengan kombinasi strategi lokalisasi komponen yang tinggi, portofolio produk yang lengkap dari mobil kota hingga premium, serta jaringan layanan yang menjangkau pelosok nusantara, Geely mengirimkan pesan tegas: mereka datang kembali bukan untuk sekadar meramaikan pasar, melainkan untuk menjadi pemain utama yang menentukan arah industri otomotif nasional.
Dalam pengumuman strategisnya di Tangerang, Selasa (20/1/2026), Geely menetapkan target ambisius untuk mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen, angka yang diproyeksikan akan menempatkan mereka sebagai merek otomotif China dengan kandungan lokal tertinggi di Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan sinyal kuat komitmen jangka panjang Geely untuk mengakar di ekosistem industri nasional.
Setelah resmi beroperasi kembali pada awal 2025, tahun 2026 dicanangkan sebagai fase akselerasi pertumbuhan yang bertumpu pada tiga pilar utama: inovasi produk, kapasitas produksi, dan infrastruktur layanan.
Industrialisasi dan Target TKDN 60 Persen
![Gurita Geely di 2026: Target TKDN 60 Persen, Produksi 60 Mobil Per Hari dan 80 Diler Baru]()
Vice President of Geely Automobile International Corporation, Evin Ye, menegaskan bahwa lokalisasi adalah kunci keberlanjutan bisnis. "Tahun ini, kami terus memperkuat komitmen tersebut melalui peningkatan TKDN hingga 60 persen untuk produk yang telah dirakit lokal. Kami menargetkan Geely menjadi brand otomotif China dengan TKDN tertinggi di pasar Indonesia," ujar Evin.
Realisasi target ini didukung oleh fasilitas perakitan di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat.
Pabrik ini kini menjadi denyut nadi operasional Geely dengan kapasitas produksi mencapai 60 kendaraan per hari.
Tiga model andalan telah masuk jalur perakitan lokal, yakni Geely EX2, Geely EX5, dan Starray EM-i.
Keputusan untuk memproduksi model-model ini di dalam negeri memberikan keuntungan ganda: menekan biaya produksi agar harga jual lebih kompetitif, sekaligus mempercepat ketersediaan unit bagi konsumen.
Fenomena EX2 dan Ekspansi Premium
![Gurita Geely di 2026: Target TKDN 60 Persen, Produksi 60 Mobil Per Hari dan 80 Diler Baru]()
Di sisi produk, strategi Geely terlihat menyasar dua segmen sekaligus: pasar massal (volume maker) dan ceruk premium.
Untuk pasar massal, Geely EX2 menjadi primadona baru. Sejak keran pemesanan (pre-booking) dibuka pada November lalu, model kompak yang didesain untuk mobilitas perkotaan ini telah mencatatkan angka pemesanan lebih dari 1.500 unit.
Respons pasar yang positif ini menjadi validasi bahwa desain atraktif dan fungsionalitas EX2 relevan dengan kebutuhan kaum urban Indonesia.
Peta jalan produk 2026 pun resmi diawali dengan pengumuman harga pasti model ini, yang diharapkan dapat mengonversi minat tinggi tersebut menjadi angka penjualan riil.
Namun, Geely tidak berhenti di segmen entry-level. Memanfaatkan kekuatan Geely Holding sebagai grup otomotif global, mereka memastikan kehadiran dua merek premium: Zeekr dan Lynk & Co.
Masuknya kedua jenama ini bukan sekadar menambah varian, melainkan strategi korporasi untuk menawarkan solusi mobilitas komprehensif.
Zeekr akan mengisi segmen kendaraan listrik performa tinggi dengan teknologi mutakhir, sementara Lynk & Co membidik pasar yang menginginkan perpaduan gaya hidup dan konektivitas modern.
Infrastruktur Layanan: Menuju 80 Diler
Agresivitas produk diimbangi dengan perluasan jaringan fisik yang masif. Hingga saat ini, Geely telah mengoperasikan 35 diler yang tersebar di Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatera, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.Targetnya, pada akhir 2026, jumlah ini akan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 80 lokasi diler resmi.
Perluasan ini krusial untuk menjamin ketenangan pikiran konsumen (peace of mind). Mengusung filosofi user-first, Geely juga memperkenalkan program "Geely Care+", sebuah standarisasi layanan purnajual global yang menjamin pengalaman kepemilikan premium.
Dengan kombinasi strategi lokalisasi komponen yang tinggi, portofolio produk yang lengkap dari mobil kota hingga premium, serta jaringan layanan yang menjangkau pelosok nusantara, Geely mengirimkan pesan tegas: mereka datang kembali bukan untuk sekadar meramaikan pasar, melainkan untuk menjadi pemain utama yang menentukan arah industri otomotif nasional.
(dan)
Lihat Juga :