Honda Prelude Bawa Fitur S+ Shift yang Bikin Mobil Hybrid Terasa Nakal
Jum'at, 23 Januari 2026 - 21:36 WIB
loading...
Di tengah gempuran mobil listrik murni yang menawarkan akselerasi instan namun seringkali terasa steril dan hampa, Honda mengambil jalur berbeda. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Honda Prelude terbaru tampil memukau dengan siluet coupe aerodinamis, menandai era baru mobil sport hybrid yang tidak mengorbankan kesenangan berkendara.
Mobil sport 2 pintu itu resmi membuka pemesanan di Indonesia, membawa angin segar bagi pasar otomotif nasional lewat mesin hybrid 2.0L bertenaga 203 PS dan teknologi S+ Shift yang dirancang untuk mengembalikan "jiwa" pada kendaraan elektrifikasi.
![Honda Prelude Bawa Fitur S+ Shift yang Bikin Mobil Hybrid Terasa Nakal]()
Di tengah gempuran mobil listrik murni yang menawarkan akselerasi instan namun seringkali terasa steril dan hampa, Honda mengambil jalur berbeda.
Pabrikan asal Jepang ini tidak sekadar menjual efisiensi bahan bakar atau angka nol emisi. Mereka menjual metafora biologis: "+1°C".
Filosofi ini bukanlah kode teknis rumit, melainkan ukuran sederhana dari peningkatan suhu tubuh manusia saat mengalami kegembiraan.
Honda ingin Prelude menaikkan suhu tubuh pengemudinya melalui keterlibatan emosional. Bukan kesenangan yang vulgar dan liar, melainkan kenikmatan presisi—sebuah dialog antara manusia dan mesin yang sering hilang di era baterai.
S+ Shift: Melawan Kehampaan E-CVT
Penggemar otomotif (petrolhead) acap mengeluhkan hilangnya sensasi perpindahan gigi pada mobil hybrid atau listrik yang menggunakan transmisi CVT atau single-gear. Honda menjawab kegelisahan ini dengan fitur S+ Shift.
Sistem ini adalah antitesis dari kehalusan mobil listrik biasa. Meski menggunakan transmisi e-CVT yang secara teknis tidak memiliki gigi bertingkat, Honda merekayasa sistem ini untuk mensimulasikan 8 percepatan virtual (8 virtual gears).
![Honda Prelude Bawa Fitur S+ Shift yang Bikin Mobil Hybrid Terasa Nakal]()
Melalui paddle shifter di balik kemudi, pengendara dapat "mengoper" gigi selayaknya mobil sport konvensional. Hasilnya adalah respons throttle yang lebih hidup. Sistem ini tidak hanya memanipulasi putaran mesin, tetapi juga menyinkronkan suara mesin saat akselerasi maupun deselerasi, lengkap dengan visual takometer yang agresif.
Dalam mode Sport, pengemudi memegang kendali penuh atas gigi virtual ini. Honda berhasil menciptakan ilusi mekanikal yang meyakinkan: hentakan perpindahan gigi terasa nyata, membuat mobil hybrid ini tidak terasa seperti "mesin cuci berjalan", melainkan sebuah instrumen olahraga yang komunikatif.
Namun, logika pasar Honda bermain cerdik di sini. Jika Civic Type R adalah "pisau dapur" yang sangat tajam dan agresif untuk sirkuit, Prelude diposisikan sebagai "pisau serbaguna".
Karakter suspensinya disetel ulang untuk menjadi Grand Tourer yang ramah. Ia tetap ringan, stabil, dan tajam, namun cukup nyaman untuk digunakan harian tanpa menyiksa punggung pengemudi.
Langkah ini strategis untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas: mereka yang menginginkan performa sporty namun membutuhkan kenyamanan mobil harian.
Kehadiran Prelude bukan sekadar pelengkap lini produk. Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, menegaskan posisi vital model ini.
"Prelude hadir sebagai wajah awal mobil elektrifikasi Honda di Indonesia. Melalui model ini, kami ingin menghadirkan mobil sport hybrid yang tetap mempertahankan karakter Honda yang menyenangkan untuk dikendarai," ujar Billy.
Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi Honda, elektrifikasi tidak boleh membunuh kesenangan berkendara (fun to drive).
Bedah Spesifikasi Lengkap
Di balik kap mesinnya, Prelude menyimpan dapur pacu yang kompleks namun bertenaga. Berikut adalah rincian data spesifikasi teknis tanpa terkecuali:
Mesin Bensin: 2.0L Direct Injection, In-line 4 Cylinder (2000 cc).
Tenaga Mesin: 139 PS pada 6.000 rpm.
Torsi Mesin: 177 Nm pada 4.500 rpm.
Motor Listrik: Output maksimum 184 PS pada rentang 5.000-6.000 rpm.
Torsi Motor Listrik: 315 Nm pada rentang 0-2.000 rpm (torsi instan khas motor listrik).
Total Power System: 203 PS.
Transmisi: Electric Continuously Variable Transmission (e-CVT) dengan simulasi S+ Shift.
Baterai: Lithium-ion.
Suspensi Depan: Dual Axis McPherson Strut (meningkatkan stabilitas kemudi).
Suspensi Belakang: Multilink (menjamin kenyamanan dan pengendalian roda belakang yang presisi).
Dengan kombinasi spesifikasi tersebut, Honda Prelude menawarkan paket lengkap: efisiensi hybrid, performa setara mobil sport 2.0L konvensional, dan sensasi berkendara yang melibatkan emosi pengemudinya.
Mobil sport 2 pintu itu resmi membuka pemesanan di Indonesia, membawa angin segar bagi pasar otomotif nasional lewat mesin hybrid 2.0L bertenaga 203 PS dan teknologi S+ Shift yang dirancang untuk mengembalikan "jiwa" pada kendaraan elektrifikasi.

Di tengah gempuran mobil listrik murni yang menawarkan akselerasi instan namun seringkali terasa steril dan hampa, Honda mengambil jalur berbeda.
Pabrikan asal Jepang ini tidak sekadar menjual efisiensi bahan bakar atau angka nol emisi. Mereka menjual metafora biologis: "+1°C".
Filosofi ini bukanlah kode teknis rumit, melainkan ukuran sederhana dari peningkatan suhu tubuh manusia saat mengalami kegembiraan.
Honda ingin Prelude menaikkan suhu tubuh pengemudinya melalui keterlibatan emosional. Bukan kesenangan yang vulgar dan liar, melainkan kenikmatan presisi—sebuah dialog antara manusia dan mesin yang sering hilang di era baterai.
S+ Shift: Melawan Kehampaan E-CVT
![Honda Prelude Bawa Fitur S+ Shift yang Bikin Mobil Hybrid Terasa Nakal]()
Penggemar otomotif (petrolhead) acap mengeluhkan hilangnya sensasi perpindahan gigi pada mobil hybrid atau listrik yang menggunakan transmisi CVT atau single-gear. Honda menjawab kegelisahan ini dengan fitur S+ Shift.
Sistem ini adalah antitesis dari kehalusan mobil listrik biasa. Meski menggunakan transmisi e-CVT yang secara teknis tidak memiliki gigi bertingkat, Honda merekayasa sistem ini untuk mensimulasikan 8 percepatan virtual (8 virtual gears).

Melalui paddle shifter di balik kemudi, pengendara dapat "mengoper" gigi selayaknya mobil sport konvensional. Hasilnya adalah respons throttle yang lebih hidup. Sistem ini tidak hanya memanipulasi putaran mesin, tetapi juga menyinkronkan suara mesin saat akselerasi maupun deselerasi, lengkap dengan visual takometer yang agresif.
Dalam mode Sport, pengemudi memegang kendali penuh atas gigi virtual ini. Honda berhasil menciptakan ilusi mekanikal yang meyakinkan: hentakan perpindahan gigi terasa nyata, membuat mobil hybrid ini tidak terasa seperti "mesin cuci berjalan", melainkan sebuah instrumen olahraga yang komunikatif.
DNA Civic Type R: Fondasi untuk Kaum Enthusiast
Secara teknis, Prelude berdiri di atas pundak raksasa. Mobil ini dibangun menggunakan platform turunan Civic Type R, sebuah nama yang menjadi jaminan mutu untuk rigiditas sasis dan pengendalian presisi.Namun, logika pasar Honda bermain cerdik di sini. Jika Civic Type R adalah "pisau dapur" yang sangat tajam dan agresif untuk sirkuit, Prelude diposisikan sebagai "pisau serbaguna".
Karakter suspensinya disetel ulang untuk menjadi Grand Tourer yang ramah. Ia tetap ringan, stabil, dan tajam, namun cukup nyaman untuk digunakan harian tanpa menyiksa punggung pengemudi.
Langkah ini strategis untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas: mereka yang menginginkan performa sporty namun membutuhkan kenyamanan mobil harian.
Kehadiran Prelude bukan sekadar pelengkap lini produk. Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, menegaskan posisi vital model ini.
"Prelude hadir sebagai wajah awal mobil elektrifikasi Honda di Indonesia. Melalui model ini, kami ingin menghadirkan mobil sport hybrid yang tetap mempertahankan karakter Honda yang menyenangkan untuk dikendarai," ujar Billy.
Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi Honda, elektrifikasi tidak boleh membunuh kesenangan berkendara (fun to drive).
Bedah Spesifikasi Lengkap
![Honda Prelude Bawa Fitur S+ Shift yang Bikin Mobil Hybrid Terasa Nakal]()
Di balik kap mesinnya, Prelude menyimpan dapur pacu yang kompleks namun bertenaga. Berikut adalah rincian data spesifikasi teknis tanpa terkecuali:
Mesin Bensin: 2.0L Direct Injection, In-line 4 Cylinder (2000 cc).
Tenaga Mesin: 139 PS pada 6.000 rpm.
Torsi Mesin: 177 Nm pada 4.500 rpm.
Motor Listrik: Output maksimum 184 PS pada rentang 5.000-6.000 rpm.
Torsi Motor Listrik: 315 Nm pada rentang 0-2.000 rpm (torsi instan khas motor listrik).
Total Power System: 203 PS.
Transmisi: Electric Continuously Variable Transmission (e-CVT) dengan simulasi S+ Shift.
Baterai: Lithium-ion.
Suspensi Depan: Dual Axis McPherson Strut (meningkatkan stabilitas kemudi).
Suspensi Belakang: Multilink (menjamin kenyamanan dan pengendalian roda belakang yang presisi).
Dengan kombinasi spesifikasi tersebut, Honda Prelude menawarkan paket lengkap: efisiensi hybrid, performa setara mobil sport 2.0L konvensional, dan sensasi berkendara yang melibatkan emosi pengemudinya.
(dan)
Lihat Juga :