Mengunjungi Di-Space Zhengzhou: BYD Pamer Sejarah 3 Dekade di Museum Sains NEV Pertama China
Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:31 WIB
loading...
Visualisasi ribuan sertifikat hak paten yang tersusun menyerupai air terjun di Patent Waterfall menjadi ikon utama Museum Di-Space, menegaskan dominasi riset dan teknologi BYD di kancah global. Foto: BYD Indonesia
A
A
A
ZHENGZHOU - Di Distrik Erqi, Zhengzhou, sebuah bangunan futuristik berdiri bukan sekadar sebagai museum. Tapi, sebagai bantahan telak atas stigma "pemain baru" yang kerap dilekatkan pada Build Your Dreams (BYD) di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Gedung itu bernama Di-Space, museum sains New Energy Vehicle (NEV) pertama di China yang didedikasikan untuk publik.
Saat SindoNews melangkah masuk ke dalam fasilitas seluas total 23.500 meter persegi ini—terdiri dari 15.000 meter persegi area pameran indoor dan 8.500 meter persegi area luar ruang—pengunjung tidak disuguhi brosur penjualan yang membosankan.
Sebaliknya, BYD menyajikan orkestrasi teknologi yang dikemas dengan estetika seni tinggi.
Investasi senilai 200 juta Yuan atau setara Rp480 miliar yang digelontorkan BYD untuk membangun tempat ini terasa sepadan.
Di-Space berhasil mengubah persepsi tentang industri otomotif yang kaku menjadi perjalanan imersif. Di sini, besi, baterai, dan algoritma diterjemahkan menjadi narasi yang menyentuh emosi dan logika sekaligus.
Lorong Waktu dan Hegemoni Riset
Lantai pertama museum ini berfungsi sebagai lorong waktu. Pengunjung diajak mundur ke 1995, saat Wang Chuanfu mendirikan perusahaan ini di Shenzhen. Narasi visual yang apik menampilkan evolusi transportasi, mulai dari kereta kuda hingga era elektrifikasi.
Salah satu artefak penting yang ditampilkan—meski dalam bentuk replika skala kecil—adalah mobil konsep "ET" yang lahir pada 2004.
Kehadirannya menjadi bukti otentik bahwa visi elektrifikasi BYD telah tertanam dua dekade lalu, jauh sebelum tren mobil listrik meledak di pasar global.
Namun, "sihir" sesungguhnya terjadi saat pengunjung menaiki lantai dua dan tiga. Di sinilah hegemoni teknologi BYD dipamerkan secara telanjang. Mata pengunjung akan terpaku pada instalasi kolosal bernama Patent Waterfall.
Lebih dari 10.000 sertifikat hak paten dipajang memenuhi dinding tinggi, menciptakan efek visual seperti air terjun kertas.
Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan data keras yang berbicara tentang kekuatan Research and Development (R&D). Instalasi ini secara implisit mengirim pesan: BYD adalah perusahaan teknologi yang kebetulan membuat mobil, bukan sebaliknya.
Daftar Inovasi: Jantung Mekanis BYD
Di area ini pula, Sindonews mencatat deretan inovasi kunci yang menjadi tulang punggung performa kendaraan BYD di seluruh dunia. Pengunjung dapat melihat pembedahan teknologi secara mendetail:
Blade Battery: Baterai LFP revolusioner yang diklaim paling aman di dunia, lolos uji tusuk jarum tanpa terbakar, dan menjadi standar baru keselamatan EV.
e4 Platform (Yi Sifang): Platform empat motor independen yang memungkinkan manuver ekstrem seperti putaran tangki (tank turn) dan stabilitas tingkat tinggi.
Sistem Suspensi Cerdas Yun Nian: Teknologi kontrol bodi aktif yang memungkinkan mobil "menari" atau melaju stabil meski salah satu roda hilang, sebuah terobosan dalam kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Teknologi Dual Mode (DM) Generasi Kelima: Sistem hybrid mutakhir yang menawarkan efisiensi bahan bakar ekstrem dan jarak tempuh ribuan kilometer dalam sekali pengisian.
Semua teknologi ini tidak ditampilkan sebagai benda mati di balik kaca, melainkan melalui simulasi interaktif dan visualisasi proses manufaktur yang canggih, membuat pengunjung awam sekalipun dapat memahami kompleksitas di balik pembuatan sebuah mobil listrik.
Edukasi Sebagai Strategi Pasar
Lantai empat Di-Space didedikasikan sebagai ruang penemuan sains. Di sini, anak-anak sekolah hingga komunitas otomotif dapat belajar di kelas multifungsi.
Ada pula area Naked-Eye 3D folding corner seluas 260 meter persegi yang menyajikan visualisasi evolusi NEV tanpa perlu kacamata khusus.
Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, yang turut hadir di lokasi, menegaskan bahwa pendekatan ini adalah strategi jangka panjang perusahaan.
“BYD Di-Space bukan hanya sekadar museum, tetapi juga sebagai wujud komitmen kami untuk menempatkan sejarah, sains, teknologi, dan inovasi NEV dalam ruang publik. Kami ingin masyarakat melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan. Literasi teknologi memegang peranan penting dalam mempercepat adopsi kendaraan energi baru,” ujar Eagle Zhao.
![Mengunjungi Di-Space Zhengzhou: BYD Pamer Sejarah 3 Dekade di Museum Sains NEV Pertama China]()
Bagi BYD, edukasi melahirkan kepercayaan. Dengan transparansi teknologi, konsumen tidak lagi membeli sekadar karena tren, tetapi karena pemahaman akan kualitas produk.
Di ujung pameran, pengunjung disuguhi data aktual yang mencengangkan. Hingga 30 November 2025, BYD mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 14,7 juta unit kendaraan energi baru secara global.
Angka ini mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin pasar tak tergoyahkan, dengan jangkauan pasar di 77 negara.
Dampak lingkungannya pun terukur secara presisi. BYD mengklaim telah berkontribusi pada pengurangan emisi karbon global sebesar 121.967.855.404 kilogram (121,9 miliar kg).
Jika dikonversi menggunakan kalkulator EPA, angka ini setara dengan penyerapan karbon dioksida oleh lebih dari 2 miliar pohon (tepatnya 2.032.797.590 pohon).
Visi "Mendinginkan Bumi sebesar 1°C" yang diusung BYD bukan sekadar slogan kosong, melainkan target terukur yang didukung oleh ekosistem produksi massal dan adopsi pasar yang masif.
Keluar dari Di-Space, SindoNews tidak hanya membawa pulang foto-foto estetik, tetapi juga sebuah kesadaran baru: masa depan mobilitas listrik sudah tiba, dan pusat gravitasinya kini berada di China.
Gedung itu bernama Di-Space, museum sains New Energy Vehicle (NEV) pertama di China yang didedikasikan untuk publik.
Saat SindoNews melangkah masuk ke dalam fasilitas seluas total 23.500 meter persegi ini—terdiri dari 15.000 meter persegi area pameran indoor dan 8.500 meter persegi area luar ruang—pengunjung tidak disuguhi brosur penjualan yang membosankan.
Sebaliknya, BYD menyajikan orkestrasi teknologi yang dikemas dengan estetika seni tinggi.
Investasi senilai 200 juta Yuan atau setara Rp480 miliar yang digelontorkan BYD untuk membangun tempat ini terasa sepadan.
Di-Space berhasil mengubah persepsi tentang industri otomotif yang kaku menjadi perjalanan imersif. Di sini, besi, baterai, dan algoritma diterjemahkan menjadi narasi yang menyentuh emosi dan logika sekaligus.
Lorong Waktu dan Hegemoni Riset
![Mengunjungi Di-Space Zhengzhou: BYD Pamer Sejarah 3 Dekade di Museum Sains NEV Pertama China]()
Lantai pertama museum ini berfungsi sebagai lorong waktu. Pengunjung diajak mundur ke 1995, saat Wang Chuanfu mendirikan perusahaan ini di Shenzhen. Narasi visual yang apik menampilkan evolusi transportasi, mulai dari kereta kuda hingga era elektrifikasi.
Salah satu artefak penting yang ditampilkan—meski dalam bentuk replika skala kecil—adalah mobil konsep "ET" yang lahir pada 2004.
Kehadirannya menjadi bukti otentik bahwa visi elektrifikasi BYD telah tertanam dua dekade lalu, jauh sebelum tren mobil listrik meledak di pasar global.
Namun, "sihir" sesungguhnya terjadi saat pengunjung menaiki lantai dua dan tiga. Di sinilah hegemoni teknologi BYD dipamerkan secara telanjang. Mata pengunjung akan terpaku pada instalasi kolosal bernama Patent Waterfall.
Lebih dari 10.000 sertifikat hak paten dipajang memenuhi dinding tinggi, menciptakan efek visual seperti air terjun kertas.
Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan data keras yang berbicara tentang kekuatan Research and Development (R&D). Instalasi ini secara implisit mengirim pesan: BYD adalah perusahaan teknologi yang kebetulan membuat mobil, bukan sebaliknya.
Daftar Inovasi: Jantung Mekanis BYD
![Mengunjungi Di-Space Zhengzhou: BYD Pamer Sejarah 3 Dekade di Museum Sains NEV Pertama China]()
Di area ini pula, Sindonews mencatat deretan inovasi kunci yang menjadi tulang punggung performa kendaraan BYD di seluruh dunia. Pengunjung dapat melihat pembedahan teknologi secara mendetail:
Blade Battery: Baterai LFP revolusioner yang diklaim paling aman di dunia, lolos uji tusuk jarum tanpa terbakar, dan menjadi standar baru keselamatan EV.
e4 Platform (Yi Sifang): Platform empat motor independen yang memungkinkan manuver ekstrem seperti putaran tangki (tank turn) dan stabilitas tingkat tinggi.
Sistem Suspensi Cerdas Yun Nian: Teknologi kontrol bodi aktif yang memungkinkan mobil "menari" atau melaju stabil meski salah satu roda hilang, sebuah terobosan dalam kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Teknologi Dual Mode (DM) Generasi Kelima: Sistem hybrid mutakhir yang menawarkan efisiensi bahan bakar ekstrem dan jarak tempuh ribuan kilometer dalam sekali pengisian.
Semua teknologi ini tidak ditampilkan sebagai benda mati di balik kaca, melainkan melalui simulasi interaktif dan visualisasi proses manufaktur yang canggih, membuat pengunjung awam sekalipun dapat memahami kompleksitas di balik pembuatan sebuah mobil listrik.
Edukasi Sebagai Strategi Pasar
![Mengunjungi Di-Space Zhengzhou: BYD Pamer Sejarah 3 Dekade di Museum Sains NEV Pertama China]()
Lantai empat Di-Space didedikasikan sebagai ruang penemuan sains. Di sini, anak-anak sekolah hingga komunitas otomotif dapat belajar di kelas multifungsi.
Ada pula area Naked-Eye 3D folding corner seluas 260 meter persegi yang menyajikan visualisasi evolusi NEV tanpa perlu kacamata khusus.
Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, yang turut hadir di lokasi, menegaskan bahwa pendekatan ini adalah strategi jangka panjang perusahaan.
“BYD Di-Space bukan hanya sekadar museum, tetapi juga sebagai wujud komitmen kami untuk menempatkan sejarah, sains, teknologi, dan inovasi NEV dalam ruang publik. Kami ingin masyarakat melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan. Literasi teknologi memegang peranan penting dalam mempercepat adopsi kendaraan energi baru,” ujar Eagle Zhao.

Bagi BYD, edukasi melahirkan kepercayaan. Dengan transparansi teknologi, konsumen tidak lagi membeli sekadar karena tren, tetapi karena pemahaman akan kualitas produk.
Di ujung pameran, pengunjung disuguhi data aktual yang mencengangkan. Hingga 30 November 2025, BYD mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 14,7 juta unit kendaraan energi baru secara global.
Angka ini mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin pasar tak tergoyahkan, dengan jangkauan pasar di 77 negara.
Dampak lingkungannya pun terukur secara presisi. BYD mengklaim telah berkontribusi pada pengurangan emisi karbon global sebesar 121.967.855.404 kilogram (121,9 miliar kg).
Jika dikonversi menggunakan kalkulator EPA, angka ini setara dengan penyerapan karbon dioksida oleh lebih dari 2 miliar pohon (tepatnya 2.032.797.590 pohon).
Visi "Mendinginkan Bumi sebesar 1°C" yang diusung BYD bukan sekadar slogan kosong, melainkan target terukur yang didukung oleh ekosistem produksi massal dan adopsi pasar yang masif.
Keluar dari Di-Space, SindoNews tidak hanya membawa pulang foto-foto estetik, tetapi juga sebuah kesadaran baru: masa depan mobilitas listrik sudah tiba, dan pusat gravitasinya kini berada di China.
(dan)
Lihat Juga :