Suzuki Angkat Kaki dari Thailand, Pabrik Rayong Dijual ke Ford
Minggu, 25 Januari 2026 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, Suzuki dikabarkan telah bernegosiasi dengan beberapa pihak termasuk produsen kendaraan listrik Tiongkok seperti BYD, tetapi akhirnya memilih Ford setelah mencapai kesepakatan terbaik dalam hal persyaratan dan arah strategis.
Perkembangan ini mencerminkan perubahan besar dalam lanskap otomotif Thailand. Jika merek-merek Jepang pernah menguasai hampir 90% pasar, kini pangsa pasar mereka menyusut.
Pada Januari hingga November 2025, produsen Jepang hanya menguasai sekitar 69% penjualan mobil baru, sementara merek-merek Tiongkok melonjak menjadi 21%, empat kali lipat dibandingkan tahun 2022.
Suzuki bukan satu-satunya yang terpengaruh. Honda telah menggabungkan dua pabriknya, Nissan menutup fasilitas perakitan, dan Mitsubishi berencana untuk membekukan operasi salah satu pabriknya paling cepat pada tahun 2027.
Secara keseluruhan, penjualan pabrik Suzuki ke Ford bukan hanya langkah korporat, tetapi sinyal jelas bahwa era dominasi Jepang di Thailand sedang diuji.
Dengan kemajuan pesat merek-merek Tiongkok dan pergeseran global menuju elektrifikasi, produsen tradisional kini harus menyusun strategi ulang agar tetap relevan di kawasan ini.
Perkembangan ini mencerminkan perubahan besar dalam lanskap otomotif Thailand. Jika merek-merek Jepang pernah menguasai hampir 90% pasar, kini pangsa pasar mereka menyusut.
Pada Januari hingga November 2025, produsen Jepang hanya menguasai sekitar 69% penjualan mobil baru, sementara merek-merek Tiongkok melonjak menjadi 21%, empat kali lipat dibandingkan tahun 2022.
Suzuki bukan satu-satunya yang terpengaruh. Honda telah menggabungkan dua pabriknya, Nissan menutup fasilitas perakitan, dan Mitsubishi berencana untuk membekukan operasi salah satu pabriknya paling cepat pada tahun 2027.
Secara keseluruhan, penjualan pabrik Suzuki ke Ford bukan hanya langkah korporat, tetapi sinyal jelas bahwa era dominasi Jepang di Thailand sedang diuji.
Dengan kemajuan pesat merek-merek Tiongkok dan pergeseran global menuju elektrifikasi, produsen tradisional kini harus menyusun strategi ulang agar tetap relevan di kawasan ini.
(wbs)
Lihat Juga :