Kontroversi Impor 105.000 Pikap 4x4: Benarkah Logistik Desa Butuh Penggerak 4 Roda?

Senin, 23 Februari 2026 - 16:20 WIB
loading...
A A A
Distribusi sembako, pupuk, hasil panen, atau barang ritel lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar, biaya perawatan rendah, dan harga beli terjangkau.

Sistem 4x2 lebih ringan, konsumsi bahan bakarnya lebih hemat, serta biaya perawatan dan komponen lebih sederhana.

Dalam konteks struktur pasar 2026, kendaraan niaga ringan tumbuh karena aktivitas ekonomi mikro dan distribusi jarak pendek.

Optimasi produksi industri otomotif nasional mencapai hampir 70 persen dari kapasitas terpasang 2,35 juta unit per tahun.

Untuk kendaraan niaga, utilisasi pabrik bahkan masih sekitar setengah kapasitas.

Artinya, kapasitas domestik masih cukup besar untuk memenuhi kebutuhan nasional tanpa harus bergantung pada impor masif.

Kukuh menegaskan satu mobil terdiri dari lebih dari 20 ribu komponen. Setiap unit yang terjual menggerakkan industri komponen, tenaga kerja, jaringan servis, dan distribusi. “Beli mobil tidak jual putus, perlu jaringan, kemudian purna jual, dari situ industrinya hidup,” katanya.

Impor 105.000 Unit: Efisiensi atau Disrupsi?
Kontroversi Impor 105.000 Pikap 4x4: Benarkah Logistik Desa Butuh Penggerak 4 Roda?

Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara memutuskan membeli 105.000 unit kendaraan dari India dengan total nilai Rp24,66 triliun untuk mendukung operasional logistik Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

Komposisinya terdiri dari 35.000 pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd, 35.000 pikap 4x4 Tata Motors, dan 35.000 truk roda enam. Pengiriman dilakukan bertahap sepanjang 2026 dan sekitar 200 unit pikap Mahindra telah tiba di Indonesia.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut alasan utama adalah harga dan ketersediaan.
“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” ujarnya.

Ia juga menyebut keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan.

“Kalau saya tidak pintar-pintar cari harga yang bagus, barang bagus, ya duitnya tidak cukup,” katanya.

Namun, argumen tersebut perlu dilihat dalam konteks struktur pasar nasional. Segmen yang paling diminati justru 4x2, bukan 4x4.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netizen Bertanya: Servisnya...
Netizen Bertanya: Servisnya di Mana? Saat Mahindra Scorpio Diduga Mogok di Jalan
Baru Diborong Indonesia,...
Baru Diborong Indonesia, Mobil Kopdes Mahindra 4X4 Mogok di Jalan
Selain Mahindra dan...
Selain Mahindra dan Tata, Koperasi Merah Putih Pesan 10.000 Truk Hino
Mahindra Umumkan Tidak...
Mahindra Umumkan Tidak Ada Penundaan Pengiriman Scorpio ke Indonesia
Mahindra Scorpio, Pickup...
Mahindra Scorpio, Pickup Badak 4X4 dengan Mesin mHawk
Polemik 105 Ribu Pikap...
Polemik 105 Ribu Pikap India: Bos Agrinas Beberkan Alasan Pilih Tata dan Mahindra
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Rekomendasi
Ibunda Terapi Robot...
Ibunda Terapi Robot Usai Stroke, Aldi Taher dan Sang Kakak Kompak Bagi Tugas Cari Uang
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Berita Terkini
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved